-->

Notification

×

PILKADA CIANJUR PERTARUHAN KEHORMATAN HS VERSUS TMS

Friday, 24 July 2020 | 16:39 WIB Last Updated 2020-07-24T10:12:09Z


PILKADA CIANJUR PERTARUHAN KEHORMATAN HS VERSUS TMS

JournalNews-Politik: Pilkada serentak nasional jilid 4 akan segera dimulai dipenghujung tahun ini, tepatnya 09 Desember 2020. Cianjur termasuk dari 270 daerah di Indonesia yang akan melaksanakan pesta demokrasi lima tahunan tersebut.
Melihat banyaknya kontestan pada Pilkada Cianjur tahun ini mengindikasikan bahwa kursi kekuasaan nomor satu (Bupati) memliki magnet kuat nan menggoda bagi siapa saja yang mengharapkannya. Hal ini seperti yang dikemukakan oleh Direktur Yayasan Cianjur Institute Ridwan Mubarak. Lama tidak muncul di ruang publik Cianjur, kini Bung Ridwan demikian sapaan akrabnya masih tetap konsisten menjadi akademisi sekaligus sebagai aktivis yang getol mencermati sistem kepemimpinan di tanah kelahirannya, Tatar Santri Cianjur. Diskusi kecil tentang Pilkada Cianjur di rumahnya nan asri dibilangan Desa Bojong Karangtengah, seolah memperkaya khasanah tentang peta politik lokal Cianjur. Sosok muda progresif ini masih enerjik dan penuh dengan semangat halnya kaum oposisi yang getol melakukan aksi di parlemen jalanan. Namun dari segi sikap dan pemikirannya, RM (Sapaan akrab lainnya) jauh lebih hamble dan bijaksana.  

Menurut Bung RM, Pilkada Cianjur menjadi hal yang seksi karena adanya tiga kekutan besar yang saling berkompetisi, yaitu Kubu TMS yang diwakili oleh menantunya Kiki Setiawan sebagai calon Bupati Cianjur 2020. Meski belum memperoleh perahu parpol, nama Kiki sudah cukup populis dikalangan masyarakat Cianjur, hal ini dapat dilihat dari banyaknya alat peraga kampanye berupa baligho dengan ukuran besar di banyak titik strategis Kab Cianjur. Kiki bisa menjadi ancaman serius bagi pasangan Petahana Herman Suherman-Mulyana yang telah memperoleh rekomendasi parpol PDIP, Golkar, Nasdem, PAN, dan PPP. Basis masa Herman dulunya adalah basis masanya TMS dan IRM yang kini terpolarisasi menjadi dua kubu dan terkesan direbut paksa oleh penguasa baru dengan barisan politik barunya BHS (Balad Heran Suherman). Kubu TMS/ IRM benar-benar terpecah karena ikhtiar HS-M untuk melaju di Pilkada nanti. Belum lagi potensi ancaman dari salahsatu pasanagan independent Toha-Ade ataupun Dadan-Irvan yang berpeluang juga untuk meraup suara, meski tidak akan lebih dari 8 persen suara syah nantinya.
Namun demikian, Pasangan HS-M sendiri kini patut merasa lega karena urusan tiket sudah selesai, mereka bisa lebih fokus menggarap basis-basis masa calon pendukungnya meski harus "mencuri" basis masa TMS/IRM dulu. Berikutnya kekutan yang ketiga adalah Basis Dokter Suranto yang dikenal solid dan loyal terhadap agenda perubahan. Suranto dengan pasangannya relatif aman dari sisi calon pendukung, tinggal menunggu tiket rekom parpol. Peluang Suranto untuk dapat mengalahkan HS selaku petahana sangat besar, sama halnya pasangan Kiki Setiawan yang berpotensi juga mengalahkan petahana nanti. Isu yang berkembang Suranto akan berpasangan dengan Hedi Permadi Boy dan akan diusung oleh tiga parpol yakni Gerindera, Demokrat, dan PKS.
Jika kabar ini benar, pilkada Cianjur akan menjadi lebih semarak, demokrasi akan menjadi pertaruhan di ruang politik publik Cianjur. Apakah demokrasi sejati yang dijalankan ataukah demokrasi semu dengan banyaknya kecurangan di Pilkada nanti, KPU, Bawaslu dan perangkat di bawahnya profesionalisme dan integritasnya benar-benar diuji di Pilkada ini. Jangan sampai terulang tragedi memilukan tiga anggota KPUD diberhentikan secara tidak hormat oleh DKPP karena terbukti melakukan kecurangan dalam pesta demokrasi lalu.
Bung Ridwan menambahkan dan berpesan bahwa semua Rakyat Cianjur harus berpartisipasi aktif dalam pilkada nanti, meski ia sebenarnya berprediksi partisipasi pemilih tidak akan terlalu besar, ancaman golput masih begitu nyata bagi masyarakat Cianjur yang tingkat kemiskinannya masih tinggi, Cianjur masih menjadi kabupaten terendah di Jabar hingga 2018-2019 dalam hal raihan IPM, masih diangka 64,42, sedangkan standar Jabar adalah 80,00.

Ancaman money politik di Pilkada Cianjur nanti harus benar-benar diwaspadai, sebab dalam indek kerawanan pemilu (IKP) Bawaslu, money politik masih menduduki peringkat nomor satu ancaman dalam pilkada. Money politik biasanya tumbuh subuh ditengah masyarakat miskin, uang pada akhirnya menjadi penentu kemenangan, dan ini yang harus diwaspadai. Apalagi Petahana kini menjadi salah satu Paslon, HS-M sangat berpeluang utk melakukan pelanggaran, baik penyalahgunaan APBD, Mobilisasi ASN, dan Claim Program Pemda sebagai Program Kampanye. Herman selaku Plt.Bupati Cianjur integritasnya selaku orang nomor satu di Cianjur akan terus disorot oleh banyak pasang mata. Demikian pungkas RM mengakhiri bincang pagi di kediamannya yang syarat dengan buku-buku dan literasi, layaknya perpustakaan yang membuat betah untuk terus berdiskusi berlama-lama. Senang berdiskusi dengan tokoh muda seperti Bung, sampai ketemu lagi dilain waktu, kami anak muda Cianjur bayak belajar dari keistiqohanmu dalam berjuang. Bravoo RM. (Jack)

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update