-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Proyek Ayam Yang Diduga Tidak Mengantongi Ijin Semakin Menjamur, Begini Tanggapan Warga

Monday, 27 July 2020 | 12:49 WIB Last Updated 2020-07-27T05:49:20Z

JOURNAL CIANJUR // - Maraknya sumur bor di beberapa proyek ayam di Desa Ciandam Kecamatan mande kabupaten cianjur dengan Kedalaman yang bervariasi 130M sampai 150M di duga tidak mengantongi ijin, bahkan bukan satu lokasi ternak di Desa Ciandam Kecamatan Mande Kabupaten Cianjur diantarannya kurang lebih 10 proyek / ternak ayam petelur maupun ayam potong.

Beberapa ternak milik perusahan yang bergerak dibidang petenakan ayam semakin marak bertambah di desa ciandam bahkan masih ada yang sedang membangun peternakan ayam Petelur yang jumlahnya mencapai hektaran tanah diratakan dengan menggunakan eskavator dan Buldoset dengan modal keberanian tanpa mamikirkan dampak terhadap lingkungan bahkan setiap ternak ayam petelur kebanyakan menggunakan air bawah tanah dengan membangun sumur bor, beberapa masyarakat pun banyak yang mempertanyakan ijin tentang sumur bor namun sayangnya masyarakat hanya cukup dengan di bohongi.

Jayudin ketua Rt 05 / 03 kp cicadas desa ciandam kecamatan mande kabupaten cianjur berdalih saat di wawancara JOURNAL NEWS di rumahnya ia pun memaparkan keterangan masalah tanda tangan masyarakat untuk ijin sumur Bor bahwasanya ia tidak pernah menandatangani ijin untuk sumur bor kecuali yang di tanda tangani masyarakat adalah untuk ijin proyek bukan ijin sumur bor, ada pun sumur bor itu berjalan bukan keputusan yang berdasarkan ijin warga tapi melain kan keputusan pemilik perusahaan.

Danil pemilik peternakan ayam di kp cicadas Rt 05 / 03 desa ciandam yang masih membangun ternak di atas tanah nya dengan luas 4700 m3 membuat sumur bor dengan kedalaman 150m di duga tida memiliki ijin.

Banyak masyarakat merasa kecewa dengan adanya pengeboran air di bawah tanah dan di duga semua itu tanpa adanya musawarah dengan warga maupun ketua Rt setempat, masyarakat pun sangat khawatir serta merasa takut dikala mendekati musim kemarau, karena dampaknya warga takut kekeringan pasokan air yang warga butuhkan di saat musim kemarau.

Warga pun meminta kepada jajaran pemerintah terkait baik dari mulai perijinan proyek maupun ijin sumur bor yang dampaknya akan menggangu keberesihan lingkungan serta polusi udara yang tercium sangat menyengat, dari mulai pencemaran air sampai polusi, maka dengan itu harapan mereka adalah adanya pengkajian lingkungan yang terdampak akan pencemaran lingkungan buat kesehatan masarkat karena kebanyakan antara ijin proyek di sama kan dengan ijin sumur Bor.

Bahkan warga KP. Cicadas Rt 05 / 03 desa ciandam mengaku pernah menandatangani ijin lingkungan bukan ijin sumur bor itu pun dengan perjanjian tertulis bersama pihak perusahaan bahwasanya ia akan memberi bantuan berupa ayam / jatah tahunan.

Ada pula ternak ayam milik CV KRIDA PERMAI 2 milik ko iwan di kp nyalindung desa ciandam kecamatan mande dengan luas tanah 8 hektar jumlah bangunan 10 yunit masing2 di isi ayam 12000/ yunit, berarti 120 000 ekor dengan jumlah tenaga kerja 60 org antara karyawn da setap bahkan ternak aym CV KRIDA PERMAI tak luput mengunakan sumur bor 2 titik dengan kedalaman 150m diduga ijin nya tidak di tempuh.

Cunghi sebagai pimpinan perusahan menolak saat mau di komfirmasi di ternaknya malah dia tidak mau kedatangan wartawan, bahwasanya sibuk tidak mau menemui wartawan senin 27/06/2020


Rafli
×
Berita Terbaru Update