-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Sat Reskrim Polres Tanjung Balai Ungkap Dugaan Tindak Pidana Percobaan Pembunuhan

Friday, 3 July 2020 | 10:55 WIB Last Updated 2020-07-03T03:55:11Z

TANJUNGBALAI// - Satreskrim Polres Tanjung Balai ungkap penangkapan Empat orang tersangka kasus dugaan tindak pidana percobaan pembunuhan terhadap Evin Edward Sitorus (47), warga Jalan Nelayan, Kelurahan Selat Lancang, di depan lobi utama Polres Tanjung Balai, Kamis (02/06/2020).

Penangkapan bermula dari hasil laporan Afniyanti Panjaitan (37), Jalan Nelayan, Kota Tanjung Balai.

Para pelaku diamankan pada tanggal (01/07/2020) dengan nama  H. Muhammad Ikbal Batubara Alias Kibal (HK),(42) warga  Jalan HM. Nur Gang. Suka Damai Kelurahan Pahang Kecamatan Datuk Bandar Kota Tanjungbalai,Abral Nasution Alias Abal (AN), (37) warga  Jalan Burhanuddin, LK V, Kelurahan Perjuangan, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai. Khairuddin Alias Udin (KH),(44)warga , Jalan T Angkash Kelurahan pasar, Kecamatan Tapak Tuan, Kabupaten Aceh Selatan. Tengku Syahrul Alias Syahrul (TS),(37) warga Kota Aceh Timur.

Kapolres Tanjung Balai AKBP Putu Yudha Prawira SIK, MH Yang diwakili Waka Polres Kompol H. Jumanto SH, MH menejelaskan bahwa kejadian bermula di Jalan Pandan, LK III, Kelurahan Selat Tanjung Medan, Kecamatan Datuk Bandar Timur, Kota TanjungBalai.

"Pada Hari Selasa tanggal 23 Juni 2020 sekira pukul 17.00 wib tersangka Haji Kibal (HJ) mengajak korban dari rumahnya ke ladang milik tersangka Wadis (WD) (belum tertangkap) yang beralamat di Jalan Pandan, Kelurahan Selat Tanjung Medan yang direncanakan akan menyelesaikan permasalahan antara korban dengan tersangka Wadis (WD) (belum tertangkap), yaitu penggelapan narkotika jenis shabu milik WD yang dilakukan oleh korban," jelasnya.


Sesampainya diladang milik tersangka WD lalu korban dan tersangka WD saling adu mulut.

Antara korban dengan tersangka WD dan tersangka Abal, HK, Khairudin Alias Udin, Tengku Syahrul Alias Syahrul kemudian tersangka WADIS dan ABAL langsung memukuli korban dengan menggunakan tangan kosong ke arah wajah dan kepala secara berkali kali yang menyebabkan luka pada kepala bagian atas dan belakang serta wajah yang pada luka tersebut mengeluarkan darah.

"Kemudian teman teman tersangka WD (belum tertangkap yang berada di ladang tersebut ikut serta melakukan pemukulan terhadap korban secara beramai ramai,"bebernya.

Setelah tersangka Abal Dkk memukuli korban, maka tersangka Tengku melakban kedua tangan kebelakang dengan menggunakan lakban berwarna cokelat dan menutup mata dengan menggunakan lakban berwarna cokelat dengan tujuan agar korban tidak dapat melarikan diri.

"Selanjutnya para tersangka memasukkan korban ke dalam mobil Nissan X Trail warna silver milik tersangka Abal dan tersangka  Udin sebelum naik kedalam mobil X Trail tersebut mengambil 1 (satu) buah paving blok dan membawanya masuk kedalam mobil tersebut dengan maksud jika korban tidak mengakui benar ada mengambil / menggelapkan narkotika milik WD maka UDIN menggunakan 1 (satu) buah paving blok tersebut untuk memukulkan ke korban," pungkasnya.

Setelah para pelaku korban menuju arah simpang kawat, dan didalam perjalanan para tersangka memukuli korban sampai ketika di Jalinsum tepatnya didepan rumah makan STATUS QUO Kecamtan Pulau Raja mobil yang dikendarai oleh para tersangka menabrak mobil ambulance dari arah belakang.

"Kemudian mobil yang digunakan oleh para tersangka dan ambulance berhenti, dan saat bersamaan juga ada mobil Patroli Polsek Pulau Raja, melihat ada kesempatan maka korban langsung berteriak meminta tolong dan Petugas Polsek Pulau Raja tersebut langsung mendatangi mobil para tersangka serta mengamankan korban, para tersangka dan mobil yang digunakan oleh tersangka," jelas Wakapolres.


Adapun barang bukti yang diamankan 1 (satu) bilah senjata tajam jenis pisau bergagang kayu panjang besi 9 cm lebar besi 1 cm
- 1 (satu) buah Paving Blok
- 1 (satu) utas lakban warna cokelat yang ada bercak darah
- 1 (satu) potong kaos lengan pendek warna putih merk HUGO
- 1 (satu) potong kaos lengan pendek warna hitam merk HURLEY
- 1 (satu) potong kaos singlet warna hitam merk GRL
- 1 (satu) potong kaos singlet warna putih merk CROCODILE

Motif masih didalami sehubungan dengan Korban belum sadarkan diri, namun dari keterangan tersangka adalah unsur sakit hati.

"Hubungan antara Tersangka dengan Korban adalah kawan dan sudah saling kenal,"pungkasnya.

Wakapolres juga mengatakan untuk Pasal Yang di Persangkakan
Pasal 338 Jo Pasal 53 Subs Pasal 170 Ayat (2) ke 2o Subs Pasal 351 ayat (2) dan pasal 333 ayat (2) KUHP Pidana.

S.E Sitorus
×
Berita Terbaru Update