-->

Notification

×

Suara Takbir Bersautan! Bocah Riang Gembira Sambut Idul Adha 1441 H/2020

Thursday, 30 July 2020 | 21:27 WIB Last Updated 2020-09-22T15:50:01Z

CIANJUR//- Masa pandemi Covid-19, puluhan bocah (usia PAUD/SD/SMP), yang didampingi orangtuanya, terlihat riang gembira, menyambut malam Takbir Idul Adha 1441 H/2020, Kamis (30/7/2020) malam.

Mereka begitu khuzu, membaca mengumandangkan kalimat takbir. Terdengar sering seruan 'Allahu Akbar', di Masjid Jami Maryam Al-Ikhlas, di Kampung Warungkiara RT 3/9, Desa Sukamaju, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Ketua DKM Masjid Jami Maryam Al-Ikhlas, H. Bambang Eko Irawan mengatakan, alhamdulillah warga sini selalu antusias melalui gerakan keagamaan. Semuanya turun, dari mulai anak, pemuda hingga orang dewasa.

"Kata takbir, itu luas makna atau cakupan dan manfaatnya. Apalagi bila sambil menyuarakan kalimatnya," jelasnya, saat ditemui langsung di lingkungan Masjid Jami Maryam Al-Ikhlas, malam.

Takbir, masih terang H. Eko, adalah istilah untuk frasa Ara Allahu Akbar, artinya ialah Allah Mahabesar, seruan ini dikumandangkan oleh umat muslim, untuk memuliakan nama tuhan atau asma Allah SWT.

"Kalimat takbir sering kita dengar dalam seruan adzan," ujarnya, yang memanggil manusia untuk beribadah kepada Allah SWT.

Namun, sambunganya, kalimat ini bukan hanya dilafalkan saat adzan atau shalat. Tapi, juga bisa menjadi dzikir, perlu diperbanyak setiap waktu. Artinya, untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

Ketua DKM Masjid Jami Maryam Al-Ikhlas menyampaikan, adanya takbir dapat disimpulkan, bahwa kedudukan Allah SWT diantara semua mahkluk ada dibumi ini. Sangatlah mulia dan besar, daripada sesuatu dalam bentuk apapun.

"Namun, tetap mengikuti protokol kesehatan, yang disarankan pihak pemerintah, telah disediakan di Masjid," tandasnya, seperti mencuci tangan, pakai masker dan lainnya.


Terakhir, Ketua DKM Masjid Jami Maryam Al-Ikhlas menambahkan, mengucapkan kalimat takbir, bisa dapat membukakan hati yang kaku, dan keras kepala bagi orang-orang yang tidak mau berbagi. Dan, sulit untuk mau menolong orang sedang menderita kesusahan.

Sementara itu, Jajang Jefri (58) warga setempat memaparkan, merasa terharu dan senang. Bila anak-anak warga sini berjibaku aktivitas di Masjid, ikut serta sama orangtuanya, dari pada main keluyuran tak berarti.

"Sangat merespon positif, dan perlu ditingkatkan lagi. Karena, tugas selaku orangtua untuk mengarahkan, membina dan mendidik mereka ke jalan benar," singkatnya, karena orangtua mana tak mau darah dagingnya menjadi anak soleh dan soleha, bisa bergun jadi kebanggan keluarga.(Myd)

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update