-->

Notification

×

Untuk Kesekian Kalinya Proyek Siluman Kembali Masuk Ke Lampung Barat "Pembangunan Drainase di Jalur Liwa-Bukit Kemuning" Amburadul Dan Asal Jadi

Saturday, 25 July 2020 | 23:08 WIB Last Updated 2020-07-25T16:08:27Z

LAMPUNG BARAT // -Selain tanpa papan informasi pembangunan Drainase di jalur Liwa – Bukit Kemuning tepatnya diantara Pekon Kenali dan Pekon Luas Kabupaten Lampung Barat, diduga asal jadi. Pasalnya, berdasarkan hasil temuan dari beberapa anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Transparansi Kebijakan Anggaran Daerah Republik Indonesia (TEKAD.RI), bangunan tersebut layaknya sebuah proyek siluman (tanpa identitas) serta nampak jelas terlihat asal-asalan diduga seperti ;
1. Tidak sesuai spek/Rencana Anggaran Belanja (RAB)
2. Drainase tersebut tidak berlantai
3. Terkesan kurang rapi (asalan)
4. Tanpa papan informasi (siluman) sehingga tak jelas dari mana sumber dana pembangunan tersebut.
5. Melihat hasil kerja, bangunan tersebut merupakan bukan bangunan baru melainkan rehab, terlihat jelas dilokasi pekerjaan tersebut.


Menurut pihak LSM TEKAD.RI, bangunan tersebut terkesan amburadul dan tidak transparan hanya menghabiskan anggaran tanpa kualitas dan mutu yang cukup baik.

Melihat hasil kerjanya, pekerjaan proyek drainase tersebut bukan pekerjaan baru tetapi pekerjaan drainase tambal sulam, yang pekerjaannya banyak polesan saja yang menyebabkan pekerjaan tersebut tidak ada ketahanannya ketika dilewati air, terlihat sekarang banyak yang sudah tergerus air yang mengakibatkan drainase tersebut sudah berlobang lobang, parahnya pada pembangunan tersebut tidak didasari dengan lantai seolah-olah hanya cukup dengan menyusun bebatuan saja.

Untuk itu LSM TEKAD.RI meminta kepada Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera melakukan kroscek pekerjaan tersebut karena menggunakan keuangan negara yang tidak sedikit jumlahnya.

LSM.TEKAD.RI akan melakukan pelaporan kepada pihak berwenang dalam waktu dekat jika pihak rekanan tidak segera memperbaiki pembangunan tersebut ditambah lagi tanpa papan informasi yang terkesan sengaja tidak terpasang seakan-akan pekerjaan "siluman".

Sementara berdasarkan informasi yang didapat wartawan media ini dilapangan, mendapati sebuah nomor kontak dari sumber yang enggan disebutkan identitasnya dengan nomor +62 822-8211-*** atas nama Bhakti yang menurut sumber sebagai pelaksana (sub kontrak) pada pekerjaan drainase tersebut telah di hubungi untuk dikonfirmasi namun tidak merespon (mengabaikan).


Laporan : (TIM)

No comments:

Post a comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update