-->

Notification

×

Kegiatan Rehabilitasi Jaringan Tambak Desa Bungko Lor Kec. Kapetakan Kab.Cirebon Akan Dilaksanakan

Thursday, 27 August 2020 | 16:45 WIB Last Updated 2020-09-22T15:50:01Z

KAB.CIREBON //- Dinas Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat ( PUPR ) Bidang Sumber Daya Air ( SDA ) Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung menggelar sosialisasi pekerjaan rehabilitasi jaringan tambak desa bungko lor, bertempat di aula kantor desa bungko lor, Kecamatan Kapetakan Kabupaten Cirebon, Kamis (27/08/2020).

Sosialisasi pekerjaan rehabilitasi jaringan tambak desa bungko lor bertujuan menormalisasikan saluran baru yang sebelumnya tidak berpungsi akan difungsikan kembali, melalui pengadaan langsung dari anggaran Dinas PUPR SDA BBWS Cimanuk Cisanggarung yang akan dilaksanakan beberapa hari kedepan dengan nilai anggaran Rp. 2,6 M.


Hadir dalam kegiatan sosialisasi tersebut Carsono AP.M.M., ( Camat Kapetakan ), Dinas PUPR SDA BBWS Cimanuk Cisanggarung (Tim), Subkhan, M.S., (PJ kuwu Desa bungko lor ), Kapten Kav. Tarjo ( Danramil 2021/Kapetakan ), AKP Bambang Santoso, SH. ( Kapolsek Kapetakan ), Seluruh jajaran Perangkat desa dan perwakilan warga desa bungko lor berlangsung lancar dan kondusip, dengan mengedepankan protokol kesehatan.


Pj Kuwu Desa bungko lor, Subkhan menyampaikan, dengan adanya rehabilitasi tambak di desa bungko lor ini maka kami selaku Pj sangat bangga dan ucapkan beribu terimakasih kepada pemerintah pusat khusunya dalam hal ini atas rekom dan pengajuan dari pemerintah daerah maupun ke tingkat kabupaten yakni, dari mulai tingkatan pemerintah desa, kecamatan kapetakan hingga pemerintah kabupaten cirebon.


"Alhamndulillah semua instansi terkait menyetujui dengan apa yang di aspirasikan oleh masyarakat desa bungko lor terkait normalisasi saluran tambak dan  tentang akan adanya kegiatan normalisasi saluran jaringan tambak sehingga penggunaan air di petani tambak ini bisa lancar dan maksimal, ini sangat diharapkan sekali oleh warga kami desa bungko lor, ujarnya.

"Insya allah dalam proses normalisasi ini tidak ada tendensi dari manapun, sehingga dalam pelaksaanya nanti kami minta dukungan dari semua pihak, baik lembaga, elemen masyarakat juga pihak terkait agar kegiatan normalisasi rehabilitasi jaringan tambak khusunya di desa bungko lor ini berjalan dengan baik, aman dan kondusif, sehingga diperlukan adanya komunikasi dengan baik"


Pj Kuwu bungko lor menamvahkan, Sekali lagi kami selaku pemerintah desa bungko lor mengucapkan banyak terimakasih kepada pihak terkait sehingga ditahun ini kegiatan akan dilaksanakan, dengan harapnya semoga semua unsur elemen warga desa bungko lor dapat mendukung penuh dalam kegiatan normalisasi jaringan tambak ini sehingga petani tambak dapat merasakan manfaatnya, jelasnya.

Sementara itu, perwakilan BBWS Cimanuk Cisanggarung, H. Latip mengatakan, bahwa dengan kita duduk bersama semua unsur ini dalam rangka mensosialisasikan tentang pekerjaan rehabilitasi jaringan tambak bagi warga desa bungko lor ini diharapkan tahun ini berjalan dengan baik, karena dengan melalui kegiatan sosilisasi ini yang intinya kami bersama sama memberikan pencerahan atau informasi kepada semua pihak terkait maupun kepada warga sekitarnya agar jangan sampai pada saat pelaksanaan masyarakat ini kaget, maka dari itu kami mensosialisasikanya kegiatan ini terlebih dulu, ungkapnya.

Adapun prioritas utama dari kegiatan normalisasi saluran tambak ini adalah saluran atau jaringan tambak yang tadinya tidak berfungsi akan difungsikan kembali seperti contohnya saluran tambak yang tadinya lebar 10 cm, maka akan diperlebar menjadi 15 cm. Tujuanya agar saluran air tambak itu mengalir lebih lancar dengan adanya kegiatan  normalisasi jaringan tambak ini yang akan dilaksanakan selama 5 bulan ke depan dari sekarang.

Dan yang lebih pentingnya proyek rehabilitasi saluran tambak ini akan dipekerjakan oleh warga setempat, selain di desa bungko lor kegiatan ini juga akan dilaksanakan di desa pegagan lor yang akan melaksanakan kegiatan normalisasi saluran tambak seperti ini, tukas H. Latip.


Masih ditempat yang sama Samsul yang juga sebagai kelompok budi daya perikanan setempat, menurutnya program yang diusulkan ini adalah perehaban rehabilitasi jaringan tambak, jadi yang kami usulkan dlam sosilisasi ini yaitu pembukaan akses tambak yang belum tersentuh contohnya jembatan dan tanggul agar bisa dilalui orang petambak yang dipinggir arah ke laut, karena dilokasi jembatan  blok bajangan/pinggir laut itu yang hingga sekarang masih dalam keadaan rusak sehingga banyak orang kecelakaan dilokasi tersebut, ungkapnya. 

Maka dengan adanya program ini kami atas nama kelompok budi daya perikanan yang dilaut meminta adanya Seplit atau contohnya kouta 100 meter ada lebihnya minta diarahkan ke lokasi  bajangan atau tinjau ulang dipinggir laut.

Harapan kami dengan adanya program ini karena sama sama penting intinya prioritas dulu mana yang lebih penting untuk PAD karena dilokasi tersebut sangat menunjang dan aksesnya ke daerah wisata, katanya.

Selain akses jalan juga Untuk pohon mangrove jarang diperhatikan oleh warga, padahal menurut kajian yang kami pelajari mangrove itu tiada lain untuk kelangsungan hidup satwa maupun ekosistem laut termasuk perikanan tambak, ungkapnya.

Karena itu untuk menstabilkan cuaca di wilayah tambak, dan banyak manfaat lain dari pohon mangrove maka kami perlu membudidayakan pohon mangrove tersebut.

Menurutnya dengan digelarnya sosialisasi ini kami pribadi masih sedikit kurang medomini, sebab untuk perencanaan kita belum mengenah dan tidak diikut sertakan atau dilibatkan, seharusnya dari perencanaan itu kita dilibatkan dan apa yang diperlukan di sana trutama saluran arah laut ini bisa maksimal, sehingga aspirasi kita ini  tersalurkan, walaupun begitu kami tetap mendukung sepenuhnya dengan adanya kegiatan ini, tapi kami sebagai kelompok budidaya dan penggiat lingkungan kelautan setempat akan terus mendukung kegiatan ini sehingga petani tambak ini lebih merasakan manfaatnya.

Kami ingin dari dinas dinas terkait atau saat ini kewenangan BBWS agar ikut serta memperhatikan lingkungan agar diperhatikan juga dampaknya supaya kegiatan ini menghasilkan progres yang lebih maksimal.

"Biasanya para kontraktor itu sehabis selesai menggarap tanggul atau saluran,  akan tetapi selanjutnya tidak ada kegiatan  penghijauan, maka dari itu kami berharap setelah proyek kegiatan ini selesai kedepanya akan ada kegiatan penghijauan seperti kembali menanam pohon mangrove, jelasnya Samsul.


Laporan: Wadira. Surono

No comments:

Post a comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update