-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Proyek TPJ Desa Branta tinggi di Duga Tidak Jelas Anggarannya,Dua LSM Pamekasan Angkat Bicara

Saturday, 8 August 2020 | 14:38 WIB Last Updated 2020-08-08T07:38:54Z

Pamekasan journalnews//-
Proyek Pembangunan Tembok Penahan Jalan (TPJ) yang berada di Dusun Gedongan Desa Branta Tinggi Kecamatan Tlanakan Kabupaten Pamekasan,Madura JawaTimur,diduga proyek tidak jelas sumber anggarannya dan pengkerjaannya pun diduga asal asalan alias asal jadi, pasalnya pembangunan TPJ tersebut tidak dilengkapi dengan papan informasi proyek.

Tentu hal demikian memicu dugaan kecurigaan bahwa pengkerjaan pembangunan TPJ tersebut merupakan pekerjaan sesuka hati atau proyek “Siluman” dan terindakasi terjadi tindak pidana Korupsi, tidak adanya papan informasi terkait pembangunan otomatis masyarakat tidak mengetahui berapa jumlah anggaran dan sumber dananya dari APBN atau APBD juga tidak jelas. yang seharusnya informasi dan transparansi terkait proyek pengerjaan pembangunan Tembok Penahan Jalan tersebut menjadi hak masyarakat untuk mengetahuinya.

Anggota LSM Topan RI Slamet Riyadi kepada awak media menyatakan," Saya selaku control sosial sangat menyayangkan dengan pekerjaan proyek TPJ di Dusun Gedongan, Desa Branta Tinggi,ini suatu bukti bahwa pelaksana pekerjaan ini sudah jelas hanya untuk mengambil keuntungan sebagai ajang  memperkaya diri,untuk itu kita tidak perlu berasumsi panjang lebar, biarkan hukum yang berbicara," Tegas Slamet (sapaan akrabnya).

Berbeda dengan pernyataan Ketua Ormas Pagar Jati Zainal Arifin mengatakan, dari hasil temuan anggotanya, proyek TPT tersebut dinilai melanggar regulasi lantaran tidak menyertakan Papan Informasi Pengerjaan, berbeda dengan pekerjaan urug sirtu (makadam) papan informasinya ada, Selain itu kualitas proyek tersebut diduga tidak sesuai dengan RAB dan RKS.

Ia merinci dari bahan campuran adonan proyek, tata cara penyusunan batu justru ditata satu baris dengan adonan yang sedikit ( tatanan batu kosong ) sehingga nampak celah saat di amati dari depan sebelum di plester,dan tanpa adanya pondasi yang dinilai tak akan memperkokoh TPJ,untuk pekerjaan makamdanya ini tanpa adanya pengerasan dengan alat berat (tandem roller).


"Ada dugaan ini dikerjakan hanya untuk meraup untung yang lebih besar karena ada abu batu dalam campuran adonannya dan itupun lumayan banyak,Terkait adanya penyimpangan dan tidak di pasangnya Papan Informasi pengerjaan proyek Pembangunan Tembok Penahan Tanah tersebut, hal ini sudah tentu bertentangan dengan aturan UU Nomor 14 Tahun 2008, tentang informasi keterbukaan publik,"tegas Zainal (sapaan akrabranya)kepada awak media.

Sampai berita diturunkan Kades Branta Tinggi saat dimintai keterangan melalui whastapp dan dihubungi melalui via telpon tidak pernah merespon,dan didatangi ke rumahnya tidak pernah ada ditempat. (Mir/mtr)
×
Berita Terbaru Update