-->

Notification

×

( SKB ) Empat Materi Tentang Panduan Tahun Ajaran Baru Di Masa Pandemi

Friday, 28 August 2020 | 12:02 WIB Last Updated 2020-08-28T05:02:56Z

PAPUA //- Menindak lanjuti hasil revisi Surat Keputusan Bersama (SKB) empat Menteri, tentang panduan penyelenggaraan Tahun Ajaran Baru di masa pandemi maka Pemerintah memutuskan untuk melakukan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di daerah zona kuning, atau resiko rendah corona.

Daerah Mbua, yang merupakan salah satu Distrik di Kabupaten Nduga, Papua, adalah salah satu daerah yang tidak terdampak pandemi Covid-19.

Baik itu karena letaknya yang jauh dari Kota Wamena, dan Kota Kenyam, juga diketahui karena masyarakatnya kurang mendapat pengaruh dari luar wilayah Mbua.

Daerah ini menjadi daerah dengan resiko penularan Covid-19 yang rendah.

Rencana Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), akan dibuka kembali pada akhir Agustus ini, setelah sekian lama diliburkan.

Menyambut hal tersebut Satgas Yonif Raider 323/Buaya Putih Kostrad, beserta guru pengajar melakukan sosialisasi kepada orang tua siswa, tentang pelaksanaan New Normal/Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), dalam setiap kegiatan, terutama saat proses belajar mengajar di Sekolah.

Dr., Adit, selaku Dokter Satgas Yonif Raider 323/BP Kostrad, menyampaikan kepada orang tua siswa bahwa potensi penularan Covid-19, dapat terjadi baik pada orang dewasa, maupun anak-anak. Bahkan, hal ini dapat berakibat fatal yang menyebabkan kematian.


Bukan berarti Mbua, merupakan daerah pelosok tidak mungkin terjadi penularan Covid-19, semua kemungkinan bisa saja terjadi, dan harus ada upaya pencegahan sesuai Protokol Kesehatan yang berlaku.

Dr., Adit, pun memberikan panduan pelaksanaan Sekolah di tengah pandemi Covid-19, yang saat ini masih terjadi.

Dan mendorong agar Sekolah menerapkan Protokol Kesehatan, untuk mencegah kluster baru pernyebaran Covid-19.

Beberapa standar aturan yang mencakup seluruh aspek, meliputi:

A ). protokol bagi siswa yang hendak berangkat ke Sekolah, meliputi sebelum berangkat harus memastikan kondisi kesehatan, membawa bekal sendiri, pakaian harus bersih, menggunakan masker, langsung menuju Sekolah, dan tidak mampir terlebih dahulu, skrinning suhu tubuh ketika sampai di Sekolah, beribadah secara bergantian dengan perlengkapan ibadah sendiri.

B ) Protokol Kesehatan bagi guru, meliputi selalu menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, melapor pada Kepala Sekolah jika merasa sakit, mengurang aktivitas diluar kegiatan pembelajaran, membawa bekal sendiri, beribadah secara bergantian dengan perlengkapan ibadah sendiri, selama mengajar tetap menjaga jarak dengan siswa, dan tidak memberikan tugas yang bahan/kertasnya berasal dari guru.

C ).Protokol Kesehatan saat pulang Sekolah, seperti langsung menuju rumah tanpa mampir terlebih dahulu, menggunakan masker, sesampai di rumah lagsung mandi, dan ganti pakaian, serta tidak berkumpul, dan melakukan kontak fisik dengan anggota keluarga yang lain.

Pertemuan orang tua siswa, bersama guru serta Personel Kesehatan Satgas Yonif Raider 323/BP Kostrad, saat itu menjadi sangat penting, agar orang tua siswa bisa mendapatkan pengetahuan tentang penyebaran Covid-19, dan cara pencegahanya.

Harapannya para siswa nantinya bisa belajar dengan aman, dan nyaman di Sekolah.

Laporan : Baehaki

No comments:

Post a comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update