-->

Notification

×

SURANTO-HADI SUTRISNO PASANGAN HEBAT UNTUK MEYELAMATKAN CIANJUR

Saturday, 1 August 2020 | 07:04 WIB Last Updated 2020-08-01T00:32:33Z




JOURNAL Cianjur//- Konstelasi politik pemiihan calon kepala daerah atau Pilkada Cianjur tahun 2020 tinggal enam bulan lagi, tepatnya hari rabu 09 Desember 2020 sekitar 270 daerah akan melaksanakan perhelatan pesta demokrasi lima tahunan, dan Cianjur salahsatunya. Partai Gerindera Cianjur merupakan Parpol yang banyak memperoleh kepercayaan publik dalam hal penjaringan bakal calon kepala daerah di Kabupaten Cianjur, tak tanggung-tanggung sebanyak 17 kandidat menjadi bagian dari konvensi partai besutan Prabowo tersebut. Dari 17 orang kandididat peserta konvensi partai DPC Gerindera Cianjur, sosok Dokter Suranto adalah satu diantaranya yang paling banyak diperbincangkan publik, tidak hanya di internal pengurus partai Gerindera. Hal ini seperti yang dikemukakan oleh aktivis Ikatan Keluarga Alumni Himpunan Mahasiswa Tjiandjur (IKA-HIMAT) Isman Muslim di tempat tinggalnya yang asri di Desa Suksari Karangtengah Cianjur jumat pagi (31/07).

Menurutnya kehadiran Suranto di Pilkada nanti masih menjadi hal yang sangat diharapkan oleh publik Cianjur karena magnet politik Suranto sebagai sosok yang mewakili kepentingan kaum perubahan Cianjur masih belum tergantikan oleh siapapun, termasuk oleh Plt. Bupati Cianjur Herman Suherman (HS) ketokohan Suranto masih ajeg dan tak tergantikan dimata 430.000 lebih para pendukung setianya.

Foto: Dokter Suranto pada saat menjadi Wakil Bupati Cianjur 2011-2016

“Saya yakin Suranto di Pilkada nanti akan menang dan memperoleh dukungan dari banyak pihak. Sosok Dokter Suranto hingga saat ini masih menjadi harapan perubahan kabupaten Cianjur menjadi daerah yang lebih maju dan bermartabat lagi nantinya, ia masih tak tergantikan, karena wacana perubahan di Cianjur masih identik dengan sosok Dokter Suranto bukan yang lain, apalagi Herman Suherman dia bagi saya masih bagian dari rezim yang terdahulu.” demikian tutur Isman dengan nada meyakinkan. Isman menambahkan bahwa momentum kemenangan kaum perubahan Cianjur yang fokus mengusung tagline politik perubahan dan Cianjur Sugih Mukti adalah pilkada saat ini, dan jika momentum ini terlewatkan begitu saja ia selaku aktivis sangat menyayangkan.

“Dokter Suranto itu masih menjadi simbol perjuangan masyarakat Cianjur Sugih Mukti juga simbol perubahan, kalau Herman kan masih lekat dengan Cianjur Jago nya, jadi suka ataupun tidak HS bukan merupakan bagian dari wacana perubahan Cianjur lebih baik di masa depan, saham politik Cianjur Sugih Mukti itu ada ditangannya Suranto.” Tambahnya. Disinggung tentang sosok pendamping yang pas dengan Suranto, Isman 

Muslim tegas menyatakan bahwa calon wakil bupati Cianjur yang layak mendampingi Suranto haruslah orang yang mewakili kepentingan politik kaum muda Cianjur (kaum milenial) dan memiliki visi misi yang jelas tentang mengawal agenda perubahan, yang paling penting ia harus bersih dari noda birokrasi dan politik, ia tidak pernah terlibat dalam peraktek-peraktek perselingkuhan anggaran.

“Artinya harus sosok yang mampu mengimbangi Dokter Suranto dalam hal rekam jejaknya, karena Suranto adalah satu-satunya kandidat Bacabup Cianjur yang juga mantan Wakil Bupati Cianjur satu periode (2011-2016) yang terbilang bersih dimata rakyat Cianjur dan dimata hukum tentunya, Suranto rekam jejak politiknya sangat baik, ia orang bersih.” Papar Ketua Kornas Jokowi Jawa Barat tersebut. 

Lantas ketika disinggung siapa kira-kira sosok yang pantas mendampingi Dokter Suranto di Pilkada Cianjur tahun ini, Isman menyodorkan beberapa nama yang dianggapnya mumpuni satu diantaranya adalah Hadi Sutrisno, kader Partai Demokrat sekaligus akademisi pemilik Lembaga Pendidikan Perhotelan di Kabupaten Cianjur. Nama Hadi Sutrisno bagi publik Cianjur memang sudah sangat tidak asing lagi, karena beberapa tahun belakangan ini namanya santer diperbincangkan sebagai calon Bupati Cianjur meski usianya masih relatif muda.

Foto: Hadi Sutrisno saat mendaftar sebagai peserta Konvensi Partai Demokrat Kab. Cianjur

Gambar dan fotonya sudah banyak tersebar dibanyak titik strategis di kabupaten Cianjur, Hadi Sutrisno sudah cukup populis di mata publik Cianjur, dan menurut Isman yang juga Koordinator Lembaga Badan Pengawasan Pemerintahan Desa Kabupaten Cianjur ini, Hadi Sutrisno pilihan tepat untuk mendampingi Suranto.

“Hadi Sutrisno adalah putera daerah yang sangat cocok jika di “adu maniskan” dengan Suranto, karena Hadi dikenal sebagai pribadi yang baik, visioner, enerjik, bersih dan yang paling penting ia bukan bagian dari rezim yang terdahulu. Apalagi jika Partai Demokrat dan Gerindera Cianjur bisa koalisi mengusung SUranto-Hadi, ini akan menjadi pesaing hebat incumbent.” Pungkasnya mengakhiri.

Hal senada dikemukakan pula oleh Mantan Ketua Himpunan Mahasiswa Tjiandjur (HIMAT) Bandung Raya, Jajang Fauzi ketika ditemui di Sekretariat PP-HIMAT di sekitaran Warung Kondang Jum’at sore (31/07). Menurutnya, Dokter Suranto adalah representasi dari Tokoh Perubahan yang konsisten menyuarakan Cianjur agar tetap Sugih Mukti, bukan yang lainnya. “Dokter Suranto jika berpasangan dengan Hadi Sutrisno pasti Hebat, karena akan mampu meraup suara calon pemilih yang sangat besar. Saya selaku mahasiswa sempat menjajaki diskusi dengan beberapa Bacalon Bupati dan Wakilnya, dari sekian banyak Bacalon yang kami ajak diskusi,


Suranto dan Hadi Sutrisno merupakan calon pasangan ideal yang dapat dijadikan sebagai referensi pilihan terbaik di pilkada Cianjur nanti, keduanya sama-sama bersih dari noda politik dan birokrasi.” Ungkapnya. Jajang menambahkan, bahwa di Pilkada Cianjr nanti masyarakat Cianjur haruslah berhati-hati dalam menentukan pasanagan calon kepala daerah lima tahun ke depan.

“Jangan mudah tergiur dengan iming-iming politik uang yang tak seberapa nilainya lantas rakyat Cianjur kehilangan kesempatan untuk dapat menentukan calon pemimpinnya lima tahun ke depan. Waspadalah dengan gerakan bag-bagi amplop atasnama okn um calon tertentu, atau bagi-bagi program APBD yang dikemas dengan judul kampanye politik. Kami selaku mahasiswa akan mengawasi perilaku politik kotor seperti ini. Tandas Jajang yang juga aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), mengakhiri bincang dengan Jurnalis JN yang sangat menarik sore saat itu. (Jack)     

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update