-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Waduh, Ada Apa? Warga Mulyasari Cianjur Gelar Unras ke Kantor Desa

Friday, 7 August 2020 | 16:31 WIB Last Updated 2020-08-07T09:31:41Z

CIANJUR//- Ratusan warga Kampung Pasir Suren, dan Kampung Pasir Bende, Desa Mulyasari, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, gerudug kepung kantor desa, pertanyakan keberadaan lokasi galian C sudah beroperasi sebulan. Saat ini belum ada izin lingkungan warga sekitar, pukul 09.00 WIB, Jumat (7/8/2020).

Pantauan di lapangan, JabarNews, terlihat kantor desa dijaga ketat jajaran anggota kepolisian Polsek Cilaku, yang dibantu TNI.

Kordinator lapangan (Korlap) aksi unras juga warga setempat, Arman Setiawan mengatakan, intinya aksi unras masyarakat, minta koordinasi dan diplomasi segala sesuatunya. 

"Ya, jangan sampai keberadaan galian C merugikan masyarakat sini," tegasnya, saat dihubungi langsung selesai audensi, yang difasilitasi Forkompimcam Cilaku, pagi.

Lebih lanjut, Arman memaparkan, hasil audensi sedikit ada titik temu. Meskipun tidak ada kehadiran kepala desa (Kades), hanya diwakili perangkat desa. Kini, sudah disegel lokasi galian C (police line). Bahkan juga ditandatangani serta distempel juga melalui forum masyarakat, dengan pihak desa juga difasilitasi Forkompimcam Cilaku.

Arman berharap, mewakili warga sekali lagi. Intinya, ada kejelasannya kedepan, mengenai  permasalahan proses galian C. Jangan sampai ada alat berat terlihat lagi beroperasi di lokasi. 

"Karena, khawatir ada hal tidak diharapkan terjadi. Tapi setelah ada perjanjian, tidak akan terlihat ada alat berat lagi," paparnya, selama dua tiga hari dari saat ini (alat berat) akan ditarik di lokasi galian C, luas sekitar dua hektar.

Sebagai penutup, Arman menambahkan, maka itu minta penjelasan saat ini. Jadi ada solusi melalui audensi ke desa, jangan sampai terlihat oleh warga beroperasi lagi dan terlihat ada alat berat. 

"Mudah-mudahan ada titik temu, seperti apa langkah terbaiknya kedepan," pungkasnya, dan lokasi galian C ada dua titik lokasi, menginformasikan kepada awak media.

Diketahui, informasi diterima warga kepada awak media, unras damai tersebut, menyikapi adanya galian C, di Desa Mulyasari. Karena, tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu, kepada masarakat. Dan, pemilik galian C itu, yaitu suami dari Kades Pemerintah Desa (Pemdes) Mulyasari, Kecamatan Cilaku.

Terpisah, Camat Cilaku, Dadi menjelaskan, pihak Forkompimcam Cilaku, akan memfasilitasi dan menampung aspirasi disampaikan warga sini. Dan, tentunya semuanya itu butuh waktu, secepatnya akan berkoordinasi dengan kedua belah pihak.

"Ya, jelasnya mencari jalan solusi terbaik seperti apa," terang Camat Cilaku.

Dadi menjelaskan, mungkin ini adalah satu kejadian dianggap wajar-wajar saja. Artinya ini mungkin pendapat masyarakat kepada orang tuanya, dan mungkin tidak ada kehadiran kepada desa (Kades), itu kebetulan ada kesibukan atau kegiatan lain.


Masih papar Dadi, akan menindaklanjuti apa yang mereka kehendaki atau aspirasikan. Dan, bagaimana bisa terjadi seperti ini, karena memediasi itu kewajiban pihak kecamatan.

"Ya, berharap aksi damai ini jangan sampai ada kerusuhan atau hal kontek lain di luar itu. Jadi sekali lagi jangan sampai miskomunikasi," tandasnya.

Namun, sayangnya saat hendak dikonfirmasi minta penjelasan, kepala desa (Kades) setempat, tidak hadir, saat unras berlangsung hingga selesai di kantor desa, pagi.(Myd)
×
Berita Terbaru Update