-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Banjir Pertanyaan, Sosialisasi Implementasi Kartu Tani di Samosir

Tuesday, 15 September 2020 | 18:27 WIB Last Updated 2020-09-15T11:27:45Z

Peserta sosialiasi sebanyak 259 petani

SAMOSIR,JOURNALNEWS//- Pemkab Samosir melalui Dinas Pertanian, melakukan sosialisasi Implemantasi Kartu Tani, Senin (14/9/2020) di Aula Hotel Grand Dainang, Kelurahan Siogung-ogung, Pangururan

Adapun peserta sosialiasi sebanya 259 petani, yang berasal dari Kecamatan Pangururan dan Harian 

Sosialisasi berlangsung sangat ramai dengan banyaknya pertanyaan yang dilontarkan peserta ,Kapan kartu tani di gunakan, bagaimana sistim penyalurannya dan kenapa pukuk ber subsidi sering langka alias kosong.

Jinar Sijabat, ketua kelompok tani horas tani Desa Lumban suhi dolok merasa tidak mendapatkan jawaban yang pasti dari semua pertanyaan yang mereka ajukan, hal yang sama dituturkan Edison Sihotang, ketua kelompok tani sahata Desa sampur toba, banyak keluhan dan pertanyaan kami yang belum terjawab dengan jelas, memang aneh Samosir ini didaerah lain Kartu Tani Sudah difungsikan disini baru sosialisasi, entah kapan kartu tani disamosir disalurkan dan difungsikan hanya Tuhanlah yang tau, "ujarnya dengan raut wajah kecewa. 

Kadis Pertanian Viktor Sitinjak, menerangkan bahwa kedepannya para petani di Samosir yang sudah terdaftar dalam Kelompok Tani, akan memiliki Kartu Tani

“Seluruh Kelompok Tani di Indonesia, sekarang harus memakai Kartu Tani, secara khusus di Samosir kita sosialisasikan sehingga para petani mengetahui apa yang menjadi persyaratan mendapatkan kartu tani,” katanya.

Viktor menuturkan, dalam sosialisasi pihaknya mengundang manajemen BNI, untuk menyampaikan bagaimana pembukaan rekening para kelompok tani, tujuanya kedepan penebusan pupuk bersubsidi harus melalui kelompok tani, sehingga pupuk tidak bermasalah dan tidak banyak tantangan sehingga para petani mudah mengambil keputusan.

“Kedepan pihak Bank BNI lah yang akan ditunjuk membuat kartu tani yang nantinya akan diberikan kepada kita melalui kerjasama yang dilakukan, sistim pembagiannya nanti akan di berikan kepada kelompok tani dan belanjanya akan diarahkan kepada kios yang sudah di unjuk sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan,” ujar Viktor.

viktor menambahkan, isi dana dalam kartu itu tergantung berapa kebutuhan pupuknya masing masing anggota kelompok.

“Kelompok tani resmi yang terdaftar di kementrian saat ini sebanyak 1.051 orang namun jumlah itu dapat bertambah lagi jika kelompok yang belum resmi segera mendaftar melalui PPL lewat aplikasi,” tutup Viktor. 


Sartono Sihotang (Ton's)
×
Berita Terbaru Update