-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Dampak Covid-19, Penjual Nasi Goreng di pertigaan desa bayalangu kidul Kian Sepih

Sunday, 6 September 2020 | 07:06 WIB Last Updated 2020-09-06T00:06:34Z

Kab.Cirebon //- Merebaknya virus corona atau covid-19, akhir akhir ini telah membawa dampak pada berbagai masyarakat.

Terutama pada pelaku Usha Mikro Kecil Menengah ( UMKM ) atau Pedagang kaki Lima.

Mang Soleh salah satu  penjual nasi goreng asal desa waru duwur Kecamatan Jamblang, dia berjualan nasi goreng  tepatnya di perempatan atau pertigaan desa bayalangu kidul pangkalan ojek becak, ini teleh berjualan nasi goreng selama 9 tahun.

Mang soleh mengatakan, bahwa saat ini penjualan nasi goreng miliknya ini sejak adanya covid-19 terjadi penurunan pembeli, sebelumnya setiap hari daganganya bisa menjual nasi goreng, mie rebus, dan tiau goreng, yang rasa khasnya sederhana dan  berbeda ini bisa menjual nasi goreng sebanyak 8-9 kg beras, namun sekarang ini hanya bisa menjual nasi goreng sebanyak 3-4 kg, itupun kadang tidak habis terjual, ungkapnya kepada media ini, Jumat (4/9/2020).

Menurutnya Faktor yang menyebabkan menurunya jualanya yakni, diyakini karena dampak virus covid-19, keluhnya.


Kami biasa jualan nasi goreng buka sekira pukul 17.00 wib. S/d pukul 21.30. Wib. Biasanya ramai pembeli bahkan pembelinya pun bukan hanya saja dari desa bayalangu kidul akan tetapi kebanyakan dari warga luar desa bayalangu kidul yang setiap malamnya ramai, namun akhir akhir ini  sejak virus corona merebak daganganya kini menurun drastis.

Walaupun begitu ia masih bersyukur, walaupun ia tidak memiliki latar pendidikan tinggi tapi kami tetap bersemangat untuk terus berjualan demi untuk membiayai kebutuhan keluarganya, pungkasnya



Laporan: Jaeni ( Bangjek)
×
Berita Terbaru Update