-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Ilmu Komunikasi FDK UIN Bandung Adakan Uji Kompetensi Penulisan dan Penyuntingan Buku Nonfiksi

Thursday, 17 September 2020 | 06:53 WIB Last Updated 2020-09-16T23:53:49Z


Ilmu Komunikasi FDK UIN Bandung Adakan Uji Kompetensi Penulisan dan Penyuntingan Buku Nonfiksi

BANDUNG//JournalNews.co.id: Dalam rangka meningkatkan kompetensi akademik dosen, Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Penulisan dan Editor Profesional (PEP) bekerja sama dengan Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Bandung menyelenggarakan uji kompetensi untuk penulisan buku nonfiksi dan editor, Rabu (16/9).  
LSP PEP mengadakan uji kompetensi ini secara gratis, sekaligus merupakan pemberitahuan kepada para dosen kalau ke depannya, dosen-dosen dan mahasiswa yang akan menulis di penerbit harus memiliki sertifikat yang menerangkan kompetensi penulis. Di samping juga sebagai upaya meningkatkan pengetahuan, wawasan dan syarat sebagai dosen professional.

Dalam sambutannya Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Dr. Ahmad Sarbini, M.Ag mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada LSP PEP dan Prodi Ilmu Komunikasi yang sudah memfasilitasi kegiatan ini. Ia berharap ke depannya semoga saja dapat diadakan uji kompetensi untuk prodi-prodi lain agar dosen semakin memiliki syarat-syarat yang dibutuhkan dalam rangka menyempurnakan tugas-tugas akademisnya.

“Kami berterima kasih kepada LSP PEP dan Prodi Ilmu Komunikasi yang sudah memfasilitasi kegiatan ini. Ke depannya semoga saja diadakan uji kompetensi untuk prodi-prodi lain agar dosen semakin memiliki syarat-syarat yang dibutuhkan.” ungkap Sarbini menegaskan.  
Sarbini pun menambahkan jika uji kompetensi ini tergolong baru dan belum banyak dosen yang mengetahui serta mengikutinya. Khusus di Program Studi Ilmu Komunikasi hanya beberapa dosen yang sudah tersertifikasi, padahal ke depannya dalam program akreditasi yang terbaru, dibutuhkan dosen-dosen yang sudah tersertifikasi dan memiliki keterangan dosen yang kompeten.

Darajat Wibawa, selaku Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi mengatakan, “Uji Kompetensi selain membuka peluang kepada para dosen dan mahasiswa di lingkungan Fakultas Dakwah dan Komunikasi mengenai uji kompetensi penulisan dan penyuntingan, juga dalam rangka mempersiapkan mempertahankan akreditasi A. jadi dalam kerjasamanya ada out put dan outcome,  dan semakin banyak dosen yang memiliki kompentensi di bidangnya masing-masing”.
Acara yang diselenggarakan di Gedung U Fakultas Dakwah dan Komunikasi ini menghadirkan delapan asesor dari Bandung untuk menguji dosen dan mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi yang mendaftar secara on line.

Terdapat tiga aspek yang diujikan, yaitu penulisan naskah, penyuntingan naskah, dan penyuntingan substantif. Selain itu, pengujian dibagi ke dalam dua metode, yaitu uji kompetensi dan portofolio. Uji kompentensi diikuti oleh peserta yang belum memiliki buku berISBN minimal tiga judul. Sedangkan portofolio diikuti oleh peserta yang sudah memiliki buku.

Peserta yang berjumlah 80 dari dosen dan mahasiswa dibagi delapan kelompok, satu kelompok terdiri dari 10 orang dengan satu asesor. Delapan kelompok ditempatkan dalam delapan ruangan, agar pengerjaan ujian berjalan efektif dan memenuhi peraturan covid 19 dengan memakai masker dan berjauhan tempat duduknya.

Setelah mengerjakan rangkaian pengujian dengan asesor, selanjutnya peserta akan mendapatkan hasil berupa kompeten dan belum kompeten. Untuk yang mendapat hasil kompeten akan diajukan oleh asesor kepada Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Untuk peserta yang medapatkan hasil belum kompeten, bisa mengulang pengujian dengan cara mengikuti pelatihan penulisan dan penyuntingan. (RM/AY)


×
Berita Terbaru Update