-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Larang Wartawan Meliput, Puluhan Insan Pers Geruduk Kantor KPU Tanjung Balai

Saturday, 5 September 2020 | 15:08 WIB Last Updated 2020-09-05T08:08:42Z

TANJUNGBALAI //- Puluhan Insan Pers geruduk kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tanjung Balai yang berada di Jalan Jendral Sudirman, KM 3.5, Kota Tanjung Balai. Sabtu (05/09/2020) sekira pukul 09.15 wib.

Adapun aksi demo yang dilakukan puluhan Insan Pers tersebut untuk meminta pertanggung jawaban dari Ketua KPU Luhut Parlinggoman Siahaan, yang mana sebelumnya pada hari Kamis (04/09/2020) bertepatan ketika pasangan calon Walikota/Wakil Walikota Tanjung Balai Syahrial-Waris (SALWA) melakukan pendaftaran untuk maju di Pilkada 2020 melarang sejumlah Insan Pers untuk meliput kedalam Areal Kantor KPU.


Pantauan Journalnews.co.id di depan pagar Kantor KPU, terlihat puluhan Insan Pers hadir pada aksi demo tersebut dari berbagai media Cetak, Media Televisi serta sejumlah Media Online dengan membawa sejumlah kertas karton yang bertuliskan berbagai kecaman kepada ketua KPU yang telah melarang wartawan untuk melakukan peliputan pada saat pasangan calon SALWA melakukan pendaftaran ke KPU untuk maju di Pilkada serentak 2020.

Aksi demo itu juga turut di kawal puluhan personil Polisi dan dihadiri sejumlah Pegawai Kantor KPU Tanjungbalai untuk mendengarkan orasi para Insan Pers Tanjung Balai.
Sementara itu Yan Aswika Marpaung S,H yang juga wartawan LKBN Antara pada orasinya menyampaikan dan meminta ketua KPU Tanjung Balai harus bertanggung jawab karena dianggap telah melecehkan wartawan.


"Ada apa sebenarnya semalam pada saat kegiatan pendaftaran dan penyerahan berkas pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota SALWA,sehingga seluruh wartawan dilarang masuk untuk meliput," kata Yan Aswika Marpaung S,H pada orasinya.

Lebih lanjut lagi dikatakannya, diduga KPU ada menyembunyikan sesuatu, sehingga setiap kegiatan maupun pelaksanaan tahapan tahapan Pilkada serentak 2020 oleh KPU tidak ingin dipublikasikan.

"Kami mendapat informasi ada kebocoran data di KPU Tanjungbalai, ini harus dipertanggung jawabkan oleh oknum KPU. Sudah dua kali ketua KPU membuat sakit hati kami sebagai wartawan," ungkap Yan Aswika.

Setelah berorasi sekitar 30 menit dan tanpa memberikan kesempatan kepada Ketua KPU Luhut Parlinggoman untuk menyikapi orasi mereka, puluhan wartawan langsung bergerak menuju Kantor Mapolres Tanjung Balai guna membuat laporan atas dugaan pelecehan dan kriminalisasi yang dilakukan Ketua KPU Tanjungbalai terhadap wartawan yang bertugas di Tanjungbalai karena Ketua KPU L di anggap telah mencederai UU Pers No 40 Tahun 1999.


Laporan : S.E Sitorus
×
Berita Terbaru Update