-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Tutunggulan Hiasi Ruwat Bumi Di Batusari

Wednesday, 16 September 2020 | 23:30 WIB Last Updated 2020-09-16T16:30:29Z

SUBANG //- Ruwat Bumi di Dusun Nanjung Pura, Desa Batusari, Kec. Dawuan, Kab. Subang - Jabar, diawali dengan mengarak dongdang keliling kampung diiringi musik tradisional tutunggulan dan gembyung, disambung ritual adat ijab doa bersama yang dipimpin oleh para sesepuh kampung.

Hadir pada acara itu Camat Dawuan - Gandi Sugandi, didampingi Sekcam Dawuan -Yuli Merdekawati (Segara Manik), dan Kades Batusari -Cicih Suwangkit, beserta tokoh masyarakat disaksikan warga, pada Senin (14/09/2020)

"Hari Krida Pertanian, Hajat Petani atau Ruwatan Bumi, itu hanya suatu istilah. Pada intinya, ini cara kita untuk bersyukur atas rizki dan hasil tatanen (bertani) masyarakat desa yang sudah dilakukan turun temurun," sambut Gandi.

Ruwat Bumi merupakan ritual upacara adat masyarakat desa di Tatar Sunda, berlangsung setiap tahun (biasanya) di Bulan Muharam kalender Hijriyah.
Meski pandemi covid tengah mewabah dan membatasi gerak dan kegiatan sosial, tapi acara ruwatan bumi ini tetap berlangsung bahkan di setiap desa di Bulan Muharam ini.

Seni Wayang Golek/Kulit, Pantun, dan Gembyung biasanya digelar siang dan malam menyertai tradisi tersebut, kali ini hanya Seni Gembyung yang digelar siang hari saja karena situasi pandemi Covid-19.

"Saya sangat berbesar-hati. Meski tengah pandemi Covid-19, acara adat ruwatan bumi ini masih bisa diadakan, meskipun secara sederhana dan hanya dilaksanakan oleh masing masing-masing dusun.
Yang penting, tetap bersyukur atas karunia dan nikmat-Nya atas hasil mata pencaharian kami disebagian besar masyarakat desa," ucap Cicih saat memberikan sambutannya.

Senada Cicih, Kadus Wawan berucap dalam sambutannya, "yang penting masyarakat menikmati pesta kecil sebagai tradisi buhun (leluhur) tahunan ini dengan suka-cita.
Mereka mempersiapkan ini dengan biaya swadaya masyarakat."

Sambutan Cicih dan Wawan dilengkapi dengan laporan dari Ketua RW 02 -Abah Karya, menyampaikan, "untuk bisa melaksanakan acara adat yang rutin dilakukan setiap tahun di Batusari ini, kami tetap mengikuti protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah. Kemarin kami keliling kampung melakukan penyemprotan disinfektan."

Kontributor Journalnews.co.id, Ratna Ning melaporkan, bahwa ada yang menarik dari seluruh rangkaian acara adat ini, yaitu hadirnya Seni Buhun Tutunggulan yang akhir-akhir ini dipopulerkan oleh Segara Manik selaku pelaku seni.

Dua Grup Seni Tutunggulan "Sekar Kedaton" pimpinan Tika dan Seni Tutunggulan dari Dusun Nanjungpura binaan Segara Manik tampil melengkapi acara.

Mereka masing masing beranggotakan ibu-ibu muda yang berguru dari emak-emak sepuh (nenek-nenek) yang menjadi pelaku Seni Tutunggulan berpuluh tahun silam saat lanjang/gadis

"Dulu kan tidak ada mesin giling padi. Jadi kami para gadis selalu menumbuk padi dalam lesung dengan menggunakan alu kayu ini," kata Mak Rantem, nenek yang masih enerjik di usia 75 tahun ini memberikan keterangan.



Laporan: Aahamzah
×
Berita Terbaru Update