-->

Notification

×

Di Cipanas Cianjur Wabah Corona Bersaing Dengan "Wabah" Tanaman Hias

Saturday, 24 October 2020 | 15:25 WIB Last Updated 2020-10-24T08:25:58Z


Di Cipanas Cianjur Wabah Corona Bersaing Dengan "Wabah" Tanaman Hias


CIPANAS//JournalNews.co.id: Awal tahun 2020 menjadi episode baru bagi seluruh umat manusia di bumi ini. Pandemi Covid-19 adalah pemicu ambruknya tatanan perekonomian banyak negara di dunia, termasuk resesi ekonomi di Indonesia. Banyak orang gigit jari hampir di semua bidang, terutama ekonomi. Hal ini seperti yang dikemukakan oleh Yadi Jayadi dan keluarganya yang fokus pada usaha budidaya tanaman hias di sekitaran Kota Cipanas Cianjur. Yadi memang belum lama menggeluti bisnis tanaman hias, namun kelurganya sudah sejak lama bisnis tanaman yang satu ini. 



"Kamipun sebagai petani Tanaman Hias begitu merasakan dampaknya,  bahkan adapula yang gukung tikar dari usaha ini, karena merugi hingga ratusan juta rupiah." tutur Yadi yang juga Penulis beberapa buku sastra, berbincang ringan dengan Jurnalis JN di kediamannya yang asri, setelah selesai berkebun didaerah dekat tempat tinggalnya. 


Berikutnya, Yadi yang juga suami dari Neng Euis  menambahkan, bahwa selang tiga bulan setelah Pandemi Covid-19, kini berganti berkah untuk para petani. 


"Entah ada angin apa semua tanaman hias harganya begitu meroket, bahkan tanaman hias yang pada mulanya 1000 rupiah kini menjadi puluhan ribu rupiah, bahkan ada yang harganya ratusan juta. Ini fenomena menarik pasca Covid-19" tutur Ayah satu orang anak ini penuh syukur.







Gambar: Tanaman Hias dengan nama Monstera Varigata, harganya bisa mencapai ratusan juta rupiah. Kini tengah digandrungi oleh para Pecinta koleksi tanaman hias. 


"Tentunya, bagi kami para petani ini sangat menguntungkan, yang tadinya petani hampir bangkrut kini terangkat kembali. Naiknya bahkan lebih dari 10 kali lipat. Fenomena daun (Monstera) yang pada awalnya dipandang sebelah mata, kini menjadi populer dan mahal. imbasny, kini hampir semua jenis tanaman hias ikut terangkat harganya." tambahnya lagi dengan raut wajah gembira. 


Menurut Yadi, kini Wabah Corona bersaing ketat dengan Wabah Tanaman hias. Hal ini tentunya dibuktikan dengan bermunculannya "GH" (toko tanaman hias). Bukan hanya di Perkotaan bahkan sampai ke pelosok desa. Para petani Tanaman hias kini bersemangat kembali untuk membudidayakan tanaman-tanaman hias di kebunnya masing-masing. Pangsa pasarnyapun luas, tidak hanya Jakarta melainkan kota-kota besar lainnya, bahkan ada yang sampai ekspor ke luar negeri segala.


"Bahkan ada istilah Ngebolang, peribahasa orang di daerah kami di Cipanas ini, Tales Susukan make pot wae bakal jadi alus, jeung geus bakal ka jual jadi duit deuih." pungkas Yadi. (Rimba Raya)


No comments:

Post a comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update