-->

Notification

×

EDISI SUMPAH PEMUDA: SANTRI MILENIAL WAJIB MELEK IT AGAR TAK TERJAJAH DI NEGERI SENDIRI

Friday, 30 October 2020 | 23:24 WIB Last Updated 2020-10-31T03:35:09Z






Gambar: Kelompok Diskusi Sekolah Filsafat dan Politik Simulacra (SFPS) Jawa Barat, berasal dari Santri Sarungan dan juga Berkopiah, namun tetap akrab dengan IT karena fitrahnya sebagai Generasi  Milenial.


EDISI SUMPAH PEMUDA: SANTRI MILENIAL WAJIB MELEK IT AGAR TAK TERJAJAH DI NEGERI SENDIRI

CIANJUR//JournalNews: Abad virtual melahirkan generasi dan santri milenial, generasi yang terlahir di era tahun 80-90an. Generasi ini menjadi generasi unik, penentu sekaligus pewaris masa depan bumi ini. Revolusi industri, informasi dan komunikasi menjadikan manusia dibumi ini berlomba menjadi yang "nomor satu" dengan menjadikan perangkat informasi tekhnologi (IT) sebagai sarana untuk mencapai target-target yang telah diplot untuk direngkuh di masa yang akan datang. 


Inilah tema pokok yang menjadi bahasan dalam diskusi ringan Komunitas Milenial Sekolah Filsafat dan Politik Simulacra (SFPS) Jawa Barat yang diketuai oleh Jalaludin Qustholani yang juga Santri di Pesantren Cibiru Bandung. Diskusi dilaksanakan disekitaran Perum Gading Asri Rawabango Bojong Karangtengah Cianjur, pada Jum'at (30/10). 






"Kami yang tergabung dalam Komunitas SFPS ini biasa mendiskusikan wacana-wacana kontemporer kaitan dengan kehidupan sosial kemasyarakatan. Lebih tepatnya, kami berharap komunitas ini dapat menjadi mitra kritis terhadap beragam hal, terkait dengan kepentingan masyarakat luas." ungkap Jalal, demikian sapaan akrab dari sosok milenial ini menegaskan. Jalal pun menambahkan bahwa generasi milenial selain harus kritis dari sisi pemikiran dan sikap, iapun harus terampil dalam hal penguasaan perangkat tekhnologi informasi.


"Generasi milenial hendaknya menjadikan paradigma kritis sebagai dasar berfikir dalam memahami segala realitas kehidupannya, diimbangi dengan penguasaan tekhnologi informasi yang dapat melahirkan ide gagasan baru yang solutif konstruktif terhadap berbagai permasalahan-permasalahan sosial. Intinya, generasi seperti kami dituntut untuk mampu menuntaskan ragam permasalahan bangsa dan negara ini, tentunya sesuai dengan kapasitas kami selaku anak muda. Kuncinya kreatif dan inovatif dalam menjalani hidup ini, jika tidak kita akan dilindas oleh waktu dan terjajah di negeri sendiri oleh bangsa asing yang menguasai tekhnologi." paparnya mengakhiri bincang ringan dengan penuh semangat. (Jajang)

No comments:

Post a comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update