-->

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

H. ASEP SAEFUL MILLAH KRITISI PARPOL USUNG INDEPENDEN DI PILKADA CIANJUR 2020

Monday, 5 October 2020 | 22:19 WIB Last Updated 2020-10-05T15:29:21Z



H. ASEP SAEFUL MILLAH KRITISI PARPOL USUNG INDEPENDEN DI PILKADA CIANJUR 2020


CIANJUR//JN: Siapa yang tidak kenal dengan sosok H. Asep Saepul Millah, tokoh masyarakat Cianjur, pengusaha sekaligus Direktur PT. Sultan Putera Asyamil. Gayanya yang nyentrik, enerjik dan sedikit cuek menjadi ciri khas Haji Asep, demikian rekan dan kolega menyapanya. Ditemui di Kantornya yang megah di sekitaran Jalur Lingkar Selatan No.212 Karangtengah Cianjur, Haji Asep dengan sangat lugas dan ramah menerima awak media Journal News.co.id dan berbincang seputar konstelasi politik Pilkada Cianjur yang kian menghangat, meski di Masa Pandemi Covid-19. 


Ia berpendapat dengan sangat tegas, bahwa saatnya masyarakat Cianjur yang berjumlah lebih kurang 2,4 juta jiwa untuk merasakan sensasi politik yang berbeda, dengan mengusung calon independent non partai. Ia bersikap demikian bukan tanpa alasan, hal ini berangkat dari keprihatinannya terhadap para bakal calon baik cabup (calon Bupati) atau Cawabup (calon Wakil Bupati) pada kontestasi elektoral Pilkada Cianjur yang kian mahal ketika melamar kepada Partai Politik (Parpol) pengusung. 


"Berdasarkan kabar yang saya dengar, biaya untuk memperoleh rekomendasi parpol itu mahal, bahkan katanya sampai nominal milyaran. Jika ini benar, sungguh sangat ironis, karena ini akan berdampak terhadap kinerja calon yang diusung ketika ia menang dalam Pilkada. Kepala daerah tersebut pasti akan didominasi oleh kepentingan Parpol, dan besar kemungkinan kepentingan rakyat akan terabaikan. Ini jangan sampai terjadi, karena ini mencedrai demokrasi." tutur Haji Asep meyakinkan dengan penuh semangat.   

Haji Asep yang juga Wakil Ketua DPC Ormas Gerakan Anak Indonesia Bersatu (GAIB) kabupaten Cianjur, menambahkan bahwa sudah saatnya Kabupaten Cianjur memiliki kepala Daerah yang diusung oleh rakyatnya yang murni dari arus bawah, tidak dari partai politik. 

"Biaya Kepala Daerah berangkat dari independen jauh lebih murah dan minim resiko politik, karena rakyatlah yang langsung mengusung jagoannya, tanpa mahar, tanpa kontrak politik partai. Ini harus mewujud menjadi sebuah kemenangan, karena di kabupaten Cianjur belum pernah pasangan calon (paslon) independent memenangkan Pilkada. Sekaranglah saatnya Pilkada 2020 independent harus menang." pungkas Pengusaha Muda ini dengan nada serius mengakhiri. (Uzhie)    

×
Berita Terbaru Update