-->

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

HADE BERPELUANG MENANG DI PILKADA CIANJUR 2020

Sunday, 11 October 2020 | 08:01 WIB Last Updated 2020-10-22T08:38:26Z

 

Gambar: Muhammad Toha dan Ade Sobari (Pasangan HADE), figur muda alternatif di Pilkada Cianjur 2020, berpeluang besar untuk menang.


PASANGAN HADE BERPELUANG MENANG DI PILKADA CIANJUR 2020


CIANJUR/ JN: Pasangan nomor urut satu (1) “HADE” Muhammad Toha dan Ade Sobari pada kontestasi elektoral Pilkada Cianjur 09 Desember 2020 yang akan datang berpeluang menang, dengan catatan Tim Pemenangan (Tim Kampanye sekaligus Tim Sukses) yang berbasis “Relawan Murni” di luar struktur Partai Politik (Parpol) bergerak dengan cepat, terarah, dan terukur. Hal ini seperti yang dikemukakan oleh Direktur Cianjur Institute Ridwan Mubarak atau biasa disapa Kang RM oleh rekan-rekannya saat berdiskusi ringan di Sekretariat CI, Jalan Lingkar Selatan No 212 Karangtengah Cianjur, kemarin sore (10/10). Kang RM menegaskan bahwa pasangan Independen dalam momen Pilkada dimanapun, adalah representasi kekeritisan publik menyikapi realitas politik yang dianggap tidak lagi aspiratif, bahkan cenderung korup dan malpraktik politik oleh oknum Politisi Parpol, maka lahirlah gerakan independen tersebut.



Gambar: Muhammad Toha dan Ade Sobari (Pasangan HADE), Penantang Kuat Petahana. Figur muda alternatif dalam Pilkada Cianjur 2020, berpeluang besar untuk menang.

“Karena bagi pasangan perseorang ataupun independen, basis masa relawan menjadi satu-satunya kekuatan, orientasi politik mereka lebih kepada gerakan sosial yang berbasiskan kesadaran moral menyikapi realitas politik yang dianggap sudah tidak lagi sejalan dengan aspirasi rakyat. Parpol dengan politisinya dipahami tidak lagi mewakili suara arus bawah, bahkan tidak sedikit oknum politisi parpol yang melakukan tindakan koruptif ataupun perbuatan amoral lainnya, sehingga rakyat jengah dan mencari alternatif lain yang diharapkan mampu mewakili aspirasi politik mereka, maka Pasangan Independen pun menjadi pilihan. Pun di Cianjur, besar peluang Pasangan HADE yang Independen ini untuk menang.” tutur Kang RM dengan gayanya yang khas ketika berdiskusi, selalu tak lepas dari Peci dan segelas kopi.

Kang RM menambahkan bahwa dalam kultur politik sekarang, pasangan independen dalam pilkada itu masih berat, akan tetapi bukan berarti tidak mungkin menang, karenan semua memiliki peluang yang sama untuk menang, hanya pada masalah prosentasi kemenangan itu sendiri.  



“Berbicara persentase (angka) itu kan korelasinya dengan kerja-kerja politik, sejauhmana relawan pasangan HADE ini bisa bergerak cepat, terarah, terukur dalam mempersuasi konstituen politiknya. Intinya, dekati calon pemilih dengan pola pendekatan persuasif dan informatif, bukan dengan cara-cara koersif yang memaksa karena elektabilitas sebagai produk akhir, senantiasa ditopang oleh dua variabel penting yakni Popularitas dan Akseptabilitas. Jadi bukan semata-mata karena uang, tapi pada persoalan pendekatan-pendekatan emosional terhadap calon pemilih. Manfaatkan momen untrust publik terhadap partai sebaik mungkin di Pilkada 2020 ini. Ungkap Kang RM menegaskan dengan nada serius.

Iapun menambahkan pula, tentang hasil Survei lembaga independen Charta Politika , soal kepercayaan publik terhadap partai politik, hasilnya, 45,8 persen responden menilai partai politik menjadi lembaga yang tidak bisa dipercaya di akhir tahun 2018. Kemudian kaji juga hasil survei Indo Barometer yang mengeluarkan hasil survei tingkat kepercayaan publik terhadap lembaga negara. Survei yang dilakukan sejak 9 Januari 2020 hingga 15 Januari 2020 ini melibatkan 1.200 responden dari 34 provinsi. Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari mengatakan metode penarikan sampel yang dilakukan ialah multistage random sampling dengan margin of error sebesar 2,83 persen. Tingkat kepercayaan dari survei ini sebesar 95 persen. TNI 94,0 persen; Presiden 89,7 persen; organisasi agama, seperti NU, Muhammadiyah, dan seterusnya 86,8 persen, Mahkamah Agung (MA) dan lembaga kehakiman 75,4 persen, Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) 72,8 persen, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) 54,3 persen, Polri 51,9 persen, partai politik 49,1 persen, dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) 44,8 persen.

“Kesimpulannya, Parpol sebagai institusi politik merupakan salahsatu lembaga yang kurang mendapatkan kepercayaan masyarakat, hal ini terjadi karena banyaknya oknum parpol yang terlibat praktek korupsi halnya OTT KPK terhadap Kepala Daerah, dan tindakan-tindakan yang tidak patut lainnya. HADE berpeluang menang, kuncinya yakinkan publik melalui pendekatan humanis persuasif untuk mau bergerak serentak, merubah tatanan sosial, dagangannya moral dan perubahan. Toha dan Ade Sobari, selama menjabat sebagai anggota dewan, adalah politisi yang terhitung bersih.” pungkas Kang RM, sosok aktivis sejati di kabupaten Cianjur. Nuhun Kang Waktu dan ilmunya, Akang selalu menginspirasi. (JF/Uzhie)

×
Berita Terbaru Update