-->

Notification

×

Jontor Kedungwaru Potensi Wisata Alam di Aliran Sungai Ciwulan Kota Tasikmalaya

Thursday, 22 October 2020 | 13:29 WIB Last Updated 2020-10-22T08:38:17Z



Jontor Kedungwaru Potensi Wisata Alam di Aliran Sungai Ciwulan


Tasikmalaya – Jontor Kedungwaru adalah sebuah bukit bebatuan kecil yang berada di jalur Sungai Ciwulan yang berbatasan antara kota dan Kabupaten Tasikmalaya.  Iwan Iswana menyebutkan bahwa lokasi jontor berada di Kampung Kendungwaru yang sekarang mengganti nama menjadi Kampung Rahayu, Desa Leuwiliang, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya (21/10).



Iwan sebagai pemuda setempat menyebutkan semenjak jembatan gantung Kedungwaru-Kedunghalang dibuat (01/2020) situasi jalan penghubung tersebut menjadi ramai, karena jembatan tersebut sebagai pengganti rakit eretan yang hanya bisa dilewati orang saja, sekarang sudah bisa dilewati oleh motor.


Kang Olih, sebagai sesepuh Kedungwaru, menyebutkan saat gunung Galunggung meletus tahun 1982, lahar dingin menutupi wilayahnya. Bukit jontor tersebut berguna sebagai tameng penghalang langsung aliran lahar dingin ke wilayah kampung Kedungwaru yang berada di samping sungai Ciwulan. “berkat jontor tidak ada korban jiwa, karena masyarakat sudah langsung mengungsi pada waktu itu” ujar Olih.


Tokoh kedunghalang lainnya, Kang eman menyebutkan dalam proyek pengembangan aliran sungai tahun 90 an bukit Jontor rencananya akan dihancurkan oleh dinamit karena dianggap menghalangi jalur sungai Ciwulan, tetapi berdasarkan penelitian dan masukan dari berbagai tokoh masyarakat pada waktu itu,  Jontor berguna sebagai penghalang utama aliran sungai supaya luapannya tidak langsung menuju sawah dan pemukiman warga. “akhirnya sampai sekarang jontor berdiri sampai sekarang” ungkap Eman.


Jontor merupakan tanak milik warga, dalamnya bebatuan sehinnga jarang sekali pepohonan dan tananaman yang tumbuh kecuali tanaman liar. Melihat potensi keistimewaan Jontor yang berada tepat di aliran sungai Ciwulan dan jembatan gantung Kedunghalang-Kedungwaru. Omay Suryaman beritikad menjadikan Jontor Kedungwaru sebagai ojbek wisata yang potensial di perbatasan kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya dan kecamatan Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya.



Omay menyebutkan meski fisik bangunan belum selesai, sudah banyak warga yang melintas melakukan swafoto dan acara kecil . “Jontor baru hanya bisa menampung sekitar 20 orang pengunjung, kondisi bangunan belum selesai baru 30 %nan, diharapkan yang melakukan selfi dalam posisi aman dan nyaman” ungkap omay.


“sumber dana untuk pembangunan merupakan hasil dari swadaya masyarakat. Bambu-bambu itu yang dibeli cukup murah dari pabrik Sumpit, adalagi sumbangan kayu dari pabrik triplek, kita benar-benar memanfaatkan sisa afkiran dari pabrik di sekitar Kawalu untuk melengkapi kondisi bangungan” ujar pria yang dipanggil Omsur tersebut.


Omay menjelaskan sejak wabah covid banyak pemodal yang menunda investasi di wisata Jontor Kedungwaru, belum stabilnya kondisi ekonomi tidak menjadi penghalang untuk mengembangkan potensi wisata meski dilakukan secara sederhana. Omay juga berharap pendayagunaan Jontor sebagai objek wisata menjadi daya genjot potensi ekonomi masyarakat setempat yang kebanyakan sebagai petani dan buruh konveksi bordir khas Tasikmalaya. (Andris Khas)


No comments:

Post a comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update