-->

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Kemenkes Minta Dinkes Daerah Awasi Penerapan Biaya Test PCR Hanya 900 Ribu Saja

Thursday, 15 October 2020 | 07:57 WIB Last Updated 2020-10-22T08:38:23Z





Kemenkes Minta Dinkes Daerah Awasi Penerapan harga tertinggi Test  PCR Hanya 900.000.


JournalNews.co.id: Dibenarkan ataukah tidak, pada kenyataannya variasi biaya Polymerase Chain Reaction ( PCR) dan biaya pengambilan SWAB di beberapa rumah sakit ataupun klinik memang berbeda. Padahal Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan sudah menyepakati bahwa batasan harga tertinggi test PCR yakni sebesar Rp 900.000. Bagi masyarakat yang berkepentingan untuk melakukan pemeriksaan, ini sangat merugikan. Hal ini seperti yang dikemukakan oleh H.Asep Saeful Mila, pengusaha asal Kota Cianjur yag fokus dibisnis Jasa dan Pelayanan.

“Harusnya pemerintah tegas dalam hal penentuan biaya SWAB dan PCR di masa Covid-19 ini, karena ini menyangkut hak-hak kita selaku wagra negara. Ketika biaya SWAB sudah dutentukan 900 ribu, tapi kenapa dibeberapa rumah sakit lainnya ada yang meminta dan memasang bandrol lebih dari itu?. Ini tidak boleh terjadi, jangan main-main dengan biaya Tes  SWAB ini, semua harus seragam dong sesuai aturan dan perundangan.” Tutur Haji Asep meyayangkan.


Gambar: Sumber Kompas.com

Memang benar, kebijakan Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota mengawasi penerapan harga tertinggi test Polymerase Chain Reaction ( PCR). Batasan harga tertinggi test PCR yakni sebesar Rp 900.000.

Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Pelayanan Kesehatan, Abdul Kadir, menyebutkan, penetapan batas tertinggi biaya pengambilan swab dan pemeriksaan RT-PCR merupakan respons pemerintah atas kesenjangan harga pemeriksaan swab atau PCR di fasilitas pelayanan kesehatan.

"Persoalan kita adalah adanya disparitas (kesenjangan) harga. Adanya harga yang tidak seragam terkait dengan harga pemeriksaan yang ada. Untuk itulah penetapan batas tertinggi biaya pengambilan swab dan pemeriksaan RT-PCR mandiri," ujar Kadir dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, pekan lalu.

Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes, Widyawati menyebutkan, penetapan biaya pengambilan swab dan pemeriksaan PT-PCR telah melalui pembahasan bersama antara Kemenkes dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Penetapan biaya ini berdasarkan hasil survei dan analisis pada fasilitas pelayanan kesehatan.

"Untuk itu, tim BPKP dan tim Kementerian Kesehatan menyetujui batas tertinggi biaya pengambilan swab dan pemeriksaan RT-PCR mandiri yang bisa dipertanggungjawabkan untuk ditetapkan di masyarakat yaitu sebesar Rp 900.000," ujar Widyawati saat dihubungi Sabtu (3/10/2020).

Lalu, apa saja yang termasuk dalam paket pemeriksaan PCR dengan harga Rp 900.000 ini? Widyawati mengungkapkan, biaya PCR Rp 900.000 ini terdiri atas: Jasa layanan SDM yang terdiri atas dokter spesialis mikrobiologi klinik/patologi klinik, tenaga ekstraksi, tenaga pengambilan sampel dan Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM). Bahan habis pakai termasuk di dalamnya alat pelindung diri (APD) level 3. Reagen untuk ekstraksi dan PCR. Overhead mulai dari pemakaian listrik hingga pengelolaan limbah. Penetapan tarif ini berlaku setelah diterbitkan Surat Edaran Menteri Kesehatan. (Rimba, Sumber Kompas.com)

×
Berita Terbaru Update