-->

Notification

×

Pasca Rusaknya TPT Jembatan Cibuni, PK KNPI Cidadap Menyoal Sebab Kerusakan

Tuesday, 27 October 2020 | 21:26 WIB Last Updated 2020-10-27T14:26:25Z



Pasca Rusaknya TPT Jembatan Cibuni, PK KNPI Cidadap Menyoal Sebab Kerusakan 


SUKABUMI//JN- Proyek pembangunan Jembatan Cibuni yang dibiayai Pemprov Jawa Barat melaui Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang senilai Rp. 30.580.182.000 Tahun anggaran 2020 proses pengerjaannya ditargetkan selesai akhir tahun ini. Namun, proyek yang dikerjakan oleh PT. Yasuba Dwi Perkasa dan PT. Danti Andhika Kinara itu menuai pertanyaan masyarakat setelah terjadinya kerusakan pada bagian Tembok Penyangga Tanah (TPT) beberapa waktu yang lalu. Masyarakat menduga, faktor utama kerusakan bukan karena aliran air hujan tapi karena bahan material dan pemadataan lokasi diduga tidak maksimal, sehingga TPT menjadi retak-retak dan sebagian ambruk. Maka tak pelak, hal itu juga menimbulkan keraguan masyarakat akan kualitas pembangunan jembatan.


Ketua PK-KNPI Cidadap, Hamjah angkat bicara pasca retak dan ambruk nya TPT jembatan tersebut, " Perihal ambruk nya TPT itu pernah saya pertanyakan kepada pelaksana lapangan, yaitu saudara Robi, menurut dia penyebab nya karena aliran air hujan yang mengikis fondasi, TPT baru beres dikerjakan jadi kekuatan nya belum maksimal untuk menahan air, begitu katanya". Ujar Hamjah menjelaskan tanggapan Robi.



Lanjut Hamjah, " Dugaan saya penyebab utama kerusakan itu, pertama yang dipakai pasir lokal setempat, pasir itu kan mengandung lumpur atau tanah. Ketika aliran air hujan masuk kedalam pori-pori plesteran, pasir dalam tembok itu mengembang dan rontok karena daya rekat nya rendah meskipun kondisi nya sudah kering. Kemudian pemadatan lokasi saat pengurugan mungkin kurang maksimal, ya otomatis kondisi tanah jadi keropos sehingga tidak mampu menahan endapan air, akhir nya retak-retak dan ambruk".


Mirisnya, menurut Hamjah, pihak kontraktor masih menggunakan pasir lokal itu untuk memperbaiki kerusakan. " Sangat miris, ketika terjadi kerusakan seharus nya dievaluasi dulu termasuk penggunaan pasir, tapi pihak pelaksana malah menggunakan pasir lokal lagi untuk memperbaiki kerusakan tersebut. Padahal mungkin banyak pasir lain yang lisensi kualitas nya sudah jelas". 


Sambung Hamjah lagi, "Kalau melihat seperti itu, saya khawatir dan ragu bangunan tidak tahan lama, sementara yang diharapkan sampai bertahun-tahun,bahkan puluhan tahun". Pungkas nya kepada JurnalNews pekan lalu


Dilain kesempatan, Ormas Pemuda Pancasila Kecamatan Cidadap juga turut mengomentari atas terjadi nya kerusakan pada TPT jembatan Cibuni. Mereka mengharapkan pihak kontraktor mengutamakan kualitas pembangunan agar mampu bertahan lama. "Itukan proyek besar, jangan sampai karena aliran air hujan saja udah rusak dan ambruk, kami sebagai masyarakat mengharapkan pembangunan yang berkualitas". Kata salah seorang diantara mereka. (WAN/AR)

No comments:

Post a comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update