-->

Notification

×

PENCAIRAN DANA BOP PESANTREN KEMENAG PUSAT DI CIANJUR TERKESAN "DIPERSULIT"

Saturday, 24 October 2020 | 16:20 WIB Last Updated 2020-10-24T09:49:30Z


PENCAIRAN DANA BOP PESANTREN KEMENAG PUSAT DI CIANJUR TERKESAN  "DIPERSULIT"


CIANJUR//JN: Bantuan Operasional Pendidikan Pesantren (BOP) tahap 2 tahun 2020 yang merupakan Program Pemerintah Pusat melalui Kementerian Agama (Kemenag) sulit untuk dicairkan padahal jika merujuk kepada surat Dirjen Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren yang ditandatangani Waryono, tertanggal 01 Oktober 2020 dengan Nomor Surat B-2156-1/DJ.I/Dt.I.V/HM.01/10/2020 sangat simpel dan tidak berbelit-belit. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh beberapa Pimpinan Pondok Pesantren yang enggan disebutkan namanya.




"Kami sudah penuhi persyaratan sebagaimana yang tertulis di Surat Kemenag Pusat, semuanya lengkap, namun kok begitu sulit untuk dicairkan. Jika memang sudah ada dananya, jangan dilama-lamakan, terkesan dipersulit. Ini kan uang umat dari negara untuk operasinal pesantren." ungkap salah seorang Pimpinan Ponpes yang enggan disebut namanya tersebut. 


Iapun menambhkan pula bahwa dirinya dan beberapa rekan dari Ponpes yang lain sudah beberapa kali datang ke Bank yang ditunjuk untuk membantu pencairan bantuan tersebut, namun pihak Bank pun tidak bisa berbuat banyak sebelum ada surat rekomendasi yang telah dilegalisir oleh Pejabat Kemenang Cianjur.


Gambar: Wamenag Zainut Tauhid Sa’adi mengatakan, bantuan tersebut sangat penting untuk membantu pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan dalam mencegah penyebaran Covid-19. (Humas Kemenag-Jawa Pos.com/24 Okt 2020)


"Coba dilihat lagi di Surat Pemberitahuan Kemenag Pusat, begitu mudah, tidak ada poin harus membawa surat rekomendasi yang dilegalisir dari Kemenag Cianjur. Mohon segera bantuan tersebut diberikan kepada yang berhak, jangan ada hal-hal diluar prosedur yang terkesan dibuat-buat. Kalaupun harus begitu dasar hukumnya harus jelas." pungkas Pimpinan Pesantren tersebut mengakhiri. 

Sementara itu dikutip dari JawaPos.com edisi 24 Oktober 2020, Dirjen Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdhani menjelaskan, pihaknya sudah menandatangani Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) bantuan dan akan segera diberikan kepada bank penyalur. Oleh bank penyalur, bantuan ini harus didistribusikan ke rekening penerima selambat-lambatnya 15 hari setelah menerima SP2D.

 

Pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan yang namanya ditetapkan sebagai penerima bantuan, bisa segera mengurus pencairan dengan datang ke bank penyalur, sambil membawa Surat Keputusan Penetapan Penerima Bantuan dan Surat Pemberitahuan Bantuan.

 

“Bantuan disalurkan ke rekening masing-masing penerima bantuan. Tidak boleh ada potongan dalam bentuk dan atas alasan apapun,” tuturnya.


Bantuan operasional tahap II berjumlah Rp 1,089 triliun yang diperuntukkan bagi 8.849 pesantren. Jumlah ini terdiri atas, 5.455 pesantren kategori kecil mendapat bantuan Rp 25 juta, 1.720 pesantren sedang mendapat Rp 40 juta, dan 1.674 pesantren besar Rp 50 juta.



Hingga tulisan ini diterbitkan pihak JN sedang mencoba mengkonformasi terkait berita BOP ini kepada pejabat terkait, salahsatunya Kemenag Cianjur dan Pihak BNI Cianjur. (Tim Investigasi)  

No comments:

Post a comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update