-->

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Penguatan Kompetensi Penceramah Agama Jawa Barat Telah Dimulai

Friday, 16 October 2020 | 06:39 WIB Last Updated 2020-10-22T08:38:22Z

 


Penguatan Kompetensi Penceramah Agama Jawa Barat Telah Dimulai

BANDUNG//JN: Melanjutkan komitmen Wakil Menteri Agama RI untuk memberikan meningkatkan kompetensi penceramah agama, maka, Bidang Penaiszawa Kanwil Kementerian Agama Jawa Barat menyelenggarakan Penguatan Kompetensi Penceramah Agama Tingkat Provinsi Jawa Barat Angkatan I Tahun 2020.

Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 hari yaitu tanggal 14 dan 15 Oktober 2020 di Hotel Horison Karangsetra, Bandung. Peserta yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 100 orang yang berasal dari perwakilan Ormas Islam di Jawa Barat. Kegiatan ini juga dilaksanakan sesuai protokol kesehatan, ini dapat dilihat dari lokasi yang digunakan merupakan lokasi terbuka.

Prof. Kamarudin Amin, Dirjen Bimas Islam Kemenag RI, memberikan kesempatannya untuk membuka sekaligus memberikan arahan pada kegiatan ini secara virtual zoom meeting.

"Seperti yang kita ketahui bersama Indonesia merupakan negara yang berlandaskan Pancasila yang menjadikan agama sebagai inspirasi dan nilai yang sangat penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," tuturnya mengawali materinya.

 Dalm hal ini, Kementerian Agama memegang peran penting untuk melaksanakan nilai keagamaan pada Pancasila. Kamarudin memastikan bahwa Kementerian Agama akan menjalankan visi dan misi negara ini.

"Ini juga yang menjadi landasan misi Kementerian Agama yaitu Kementerian Agama yang profesional dan andal dalam membangun masyarakat yang saleh, moderat, cerdas, dan unggul untuk mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berdasarkan gotong royong," jelasnya.

Hal paling penting yang harus dilaksanakan oleh Kementerian Agama, lanjutnya, yaitu Kementerian Agama harus dapat merawat keberagaman bangsa Indonesia ini. Ia beralasan bahwa keberagaman bangsa Indonesia merupakan salah satu potensi disharmoni.

 Sesuai dengan misi pertama Kementerian Agama yaitu meningkatkan kualitas kesalehan umat beragama, Kamarudin menekankan bahwa Kementerian Agama berkomitmen untuk membangun agama dan dakwah di Indonesia.

Kamarudin Amin juga menyoroti rumah ibadah yang ada di Indonesia yang jumlahnya sangat banyak harus dilakukan pembinaan pada takmir-takmirnya. "Karena disinyalir ada takmir-takmir masjid yang menimbulkan kerawanan nilai-nilai ekstrim," ujarnya.

Kemudian, mengenai zakat dan wakaf, Kamarudin menegaskan bahwa mubaligh juga harus dapat memahami mengenai zakat dan wakaf. "Bahkan mubaligh tersebut harus dapat mengajak umatnya untuk sadar menunaikan zakat dan wakaf," ucapnya.

"Zakat dan wakaf bukan hanya ibadah yang langsung berhubungan dengan Allah SWT tetapi juga dapat mempengaruhi kehidupan sosial," ungkapnya.

Seperti yang kita ketahui bersama, lanjutnya, Indonesia sedang mengalami situasi sosial yaitu tingginya angka perceraian. 

"Perceraian menimbulkan masalah baru yaitu kemiskinan yang kebanyakan dialami oleh perempuan dan anak-anak. Beragam alasan mengenai perceraian ini yang harus dapat kita cegah dari awal, maka dari itu KUA memiliki peran penting untuk mengadakan pembinaan dan bimbingan terhadap calon pengantin," terangnya.

Beberapa hal inilah yang harus dapat diatasi bersama, Kamarudin menilai dengan adanya penguatan kompetensi penceramah agama diharapkan mampu memberika pencerahan kepada umat mengenai hal-hal tersebut. 

Senada dengan yang disampaikan oleh Dirjen Bimas islam, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Barat, Adib, pada kesempatannya juga mengutarakan bahwa layanan agama yang berkualitas mewujudkan peran penting dalam menciptakan individu yang berkarakter serta menciptakan suasana kehidupan yang rukun.

"Tantangan kita di Jawa Barat adalah mengenai merawat kerukunan umat beragama karena Jawa Barat rawan akan konflik tersebut," ujarnya.

"Dengan adanya deteksi dini, Kementerian Agama bukan hanya sebagai pemadam kebakaran tetapi juga harus bisa mencegah adanya konflik tersebut," tuturnya.

Pada akhir sambutannya, Adib, mengajak peserta untuk menjadi bagian dari peran strategis keagamaan untuk menjaga keutuhan bangsa.

Kegiatan penguatan kompetensi ini diawali dengan Pre Test yang dilakukan oleh peserta bertujuan untuk mengetahui pemahaman awal dari para peserta sebelum dilaksanakannya penguatan kompetensi ini. Penguatan kompetensi penceramah agama Jawa Barat akan dilaksanakan dalam 3 angkatan yang sudah dijadwalkan pada tahun 2020 ini. (Rimba/Humas Kanwil Kemenag Jabar)

 

×
Berita Terbaru Update