-->

Notification

×

Prof. Dr. Uus Ruswandi, M.Pd: Sinergi Budaya dan Spirit Religiusitas, Berdakwah Dengan Penuh "Hikmah"

Wednesday, 21 October 2020 | 08:18 WIB Last Updated 2020-10-22T08:38:17Z




Gambar: Prof. Dr. Uus Ruswandi, M.Pd bersama Peserta KPKPA, Heri Saparudin, M.Pd.I berfose setelah pemaparan materi di Hotel Karang Setra, Selasa 20 Oktober 2020


Prof. Dr. Uus Ruswandi, M.Pd: Sinergi Budaya dan Spirit Religiusitas, Berdakwah Dengan Penuh "Hikmah"


BANDUNG// JN :  Lebih kurang seratus orang Da'i/ Da'iyah dari seluruh Jawa Barat turut serta dalam Kegiatan Penguatan Kompetensi Penceramah Agama (KPKPA) Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahap 2 (dua). Animo para pendakwah begitu besar, hal ini dapat dilihat dari banyaknya delegasi menjadi peserta ataupun utusan organisasi-organisasi keagamaan Islam, halnya Mathla'ul Anwar (MA), NU, Muhammadiyah, Persis, PUI, Al-Wasliyah, Sarekat Islam (SI), dan lain sebagainya turut dalam acara ini. KPKPA Tahap 2 yang diselenggarakan selama dua hari, 19-20 Oktober 2020 ini diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Barat.




Pada hari kedua kegiatan, hadir Prof. Dr. Uus Ruswandi, M.Pd memaparkan tema yang sangat menarik perhatian Peserta. Tema materi Riligiusitas Budaya Jawa Barat Dalam Memaknai Wawasan Kebangsaan, seolah menghipnotis peserta dan panitia. Hal ini cukup wajar karena kehadiran Uus Ruswandi, demikian sapaan akrab beliau sangat dinantikan. Uus yang juga Guru Besar di Fakultas Tarbiyah dan Kependidikan UIN Bandung, memiliki referensi yang komprehensif kaitan dengan wacana Agama dan Budaya.


"Beberapa budaya masyarakat Jawa Barat diantaranya: menjungjung tinggi sopan santun, menghormati dan menjungjung tinggi hidup bermasyarakat damai dan tentram, serta untuk keutamaan hidup masyarakat Sunda Jabar berprinsip “Genep ER” : cageur, bageur, jujur, pinter, bener, tur singer. Ini semua hendaknya menjadi referensi bagi para Da'i dalam menapaki perjuangan dakwahnya." demikian ungkap Uus Ruswandi dengan nada meyakinkan. Uus pun menambahkan bahwa upaya dakwah harus selaras dengan semangat wawasan kebangsaan.




"Dalam berdakwah hendaknya berkewajiban berdakwah dengan penuh hikmah, berakhlaklah dengan akhlak Allah dan RasulNya, serta selaras dengan spirit Wawasan Kebangsaan Indonesia, yakni Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI. Sikap tolerasnsi dan moderat terhadap orang lain, tetap harus menjadi acuan dakwah kita." pungkas Uus mengakhiri. 


Hal senada diungkapkan oleh Peserta Perwakilan Ormas Mathla'ul Anwar Heri Saparudin, M.Pd.I. Menurut Heri, sapaan akrabnya, berdakwah dalam kontek kekiniaan hendaknya diselaraskan dengan zaman, dan media sosial adalah salahsatu sarana dakwah yang paling efektif terhadap umat, namun tetap berpegang teguh terhadap adat istiadat masyarakat Sunda Jabar. 




"Saatnya para Da'i bersikap Miindung Waktu Mibapa Zaman, karena ketika kita senantiasa adaptif terhadap keadaan, selama tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku, semuanya akan terasa mudah. Berdakwah dengan menjunjung tinggi kearifan lokal Rakyat Jabar melalui Media Sosial ataupun internet jauh lebih efektif untuk saat ini." tutur Heri yang juga Kandidat Doktor Prodi Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Bandung ini menegaskan. Masih menurut Suami dari Neng Ema, S.Pd.I, bahwa tantangan dakwah di masa depan akan jauh lebih komplek, budaya sebagai kearifan lokal ketika disinergikan menjadi materi dakwah diyakini akan mampu menjadi solusi untuk umat. 




"Tantangan para Pendakwah nanti akan lebih rumit lagi, namun jangan pernah takut Allah SWT akan menolong hambNya yang berjuang dijalanNya. Memadukan antara kultur Sunda Jabar yang luhur  dengan nilai-nilai ajaran Islam, merupakan solusi dakwah, tidak malah mempertentangkan satu sama lainnya. Prinsip toleransi dan moderat ketika berdakwah haruslah menjadi pegangan, dan inilah esensi dari pesan Surat An-Nahl ayat 125, berdakwah dengan penuh hikmah." papar Heri yang juga Ketua Prodi PAI di STAI Yamisa Soreang Bandung tersebut mengakhiri. (RM)  


 


No comments:

Post a comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update