-->

Notification

×

Siapakah Calon Bupati Cianjur 2020 Yang Layak Di Pilih "Dari Parpol Atau Jalur Independen"

Monday, 26 October 2020 | 12:27 WIB Last Updated 2020-10-26T05:27:33Z


CIANJUR//- Menjelang perhelatan Pilkada Serentak termasuk di Kabupaten Cianjur sudah waktunya didepan mata bahkan jadwal pemilihan sudah ditetapkan KPU tanggal 9 Desember 2020 yang menjadi penentu adalah pilihan masyarakat untuk dari 4 pasangan calon Bupati Wakil Bupati Cianjur Tahun 2020.



Sehingga tak heran para paslon Bupati dan tim sukses maupun partai pengusung begitu gencar dan agresif ikut berkampanye sekaligus mensosialisasikan para jagoannya guna mencari dukungan simpatisan masyarakat, tak heran ketika berlomba pemasangan baligho dan benner sudah terpangpang hampir di setiap sudut jalan yang dianggap strategis.


Namun perlu juga diperhatikan para paslon kepada masyarakat yang lebih utama harus memperhatikan tentang kultur juga budaya yang mungkin akan sedikit banyak berbeda dengan Kabupaten lainnya sehingga harus exstra hati-hati dalam merekrut serta mengajak untuk menentukan pilihannya, jangan sampai salah sasaran yang akibatnya janji manis akan berujung pahit hingga akan sangat berdampak dan menjadi kerugian buat pasangan calon Bupati.


Kalau di cermati dari ke 4 pasang calon Bupati dan Wakil Bupati masing-masing pasangan sudah mempunyai konsep Visi Misi serta Program dengan tujuan mungkin sama untuk kesejahteraan masyarakat mulai dari pasangan calon.


No. 1. Muhammad Toha - Ade Sobari (HADE) Jalur perseorangan independen No 2. H. Oting Zaeal Mutaqin - H. Wawan (OTW) Partai Pengusung GERINDRA dan DEMOKRAT sedangkan No. 3. H. Herman Suherman - TB. Mulyana Syahrudin (BHSM) Partai Pengusung PDIP, GOLKAR, PPP, NASDEM, PAN dan No. 4. Lepi Ali Firmansyah - H. Gilar Budi (PILAR) PKB dan PKS.


"Hingga untuk meraih kesuksesaan dalam pertarungan kontelasi politik di Pilkada nanti para calon memang harus mempunyai ide strategi yang jitu dan terarah, juga tidak terlalu memberikan stitmen yang tidak jelas maka yang diperlukan adalah pendekatan yang bisa menyentuh masyarakat dan memberikan program yang realita serta jangan di jadikan ajang kebutuhan sesaat dimana butuh saja".


Kebiasaan yang terjadi dilapangan banyak tebar pesona hanya pada waktu dibutuhkan padahal seharusnya jangan ada maunya saja sehingga rela blusukan kesetiap kampung dan wilayah hanya untuk pencari dukungan suara berbagai cara dilakukuan tapi mesti ingat jangan sampai setelah tujuan politik dicapai lantas dilupakan.


Semoga harapan masyarakat Cianjur siapapun yang terpilih menjadi Bupati masa bhakti 2020-2026 harus tetap konsisten dengan cara kerja propesional mengedepankan kepenting masyarakat dan tidak terikat oleh kepentingan yang transaksional apalagi memliki ego sektoral.


Jadilah pemimpin yang pro masyarakat mau mendengar dan menampung aspirasi baik saran, kritikan maupun pendapat dengan tujuan untuk bisa meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di kabupaten Cianjur. (Liko)

No comments:

Post a comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update