-->

Notification

×

Opini: Sumpah Pemuda Adalah Sumber Spirit di Tengah Benturan Ideologi

Wednesday, 28 October 2020 | 10:33 WIB Last Updated 2020-10-28T04:35:46Z
Sumpah Pemuda Sumber Adalah Sumber Spirit di Tengah Benturan Ideologi
Oleh: Jalaludin Qusthalani (Pemerhati Sosial Politik)


OPINI// JN: Setiap tanggal 28 oktober merupakan hari yang sarat akan makna sejarah bagi Bangsa Indonesia. Sejenak mari ingat dan hayati kembali peristiwa 92 tahun silam yakni peristiwa Kongres Pemuda II yang akan dicetuskannya Hari Sumpah Pemuda.

Pada mulanya perencanaan dan perumusan Sumpah Pemuda akan dilakukan dua tahun sebelum tanggal 28 Oktober 1928 yakni pada tanggal 30 April sampai 2 mei 1926.

Kingres pemuda I dilaksakan di Jakarta yang waktu itu masih bernama Batavia dengan tujuan untuk memperjuangkan persatuan Bangsa Indonesia dengan cara membuat suatu wadah yang mampu menghimpun seluruh perkumpulan pemuda daerah.

Pada Kongres Pemuda I para Peserta kongres belum menemukan titik terang untuk mengikrarkan suatu persatuan murni pemuda bangsa karena masih banyaknya perbedaan pandangan dan belum terciptanya rasa saling percaya yang kuat satu sama lain sehingga dalam Kongres Pemuda I ini nyaris tidak menghasilkan apa pun dari yang telah direncanakan sebelumnya. Oleh sebab itu dua tahun kemudian dilaksanakanlah kongres lanjutan yang dinamai Kongres Pemuda II guna menyikapi hasil Kongres I yang mengambang serta membahas segala persoalan dibumi pertiwi yang kian rumit ulah para kolonial.

Usai membahas segala persoalan para pemuda menyepakati dan mengikrarkan tiga butir Sumpah Pemuda yang Kita kenal kini. Lahirnya ketiga butir sumpah inilah yang di sebut cikal bakal suatu acuan perlawanan terhadap kolonialisme guna mencapai suatu kemerdekaan yang murni bagi Bangsa Indonesia.


Sumpah pemuda tentunya memiliki makna yang sangat mendalam bagi bangsa Kita kini, baik dari segi historis maupun filosofis. Oleh karena itu tiga butir Sumpah Pemuda pantas Kita jadikan acuan dan spirit seperti yang dilakukan oleh para pemuda terdahulu guna menumbuhkan dan mengembangkan rasa nasionalisme dan patriotisme supaya bangsa Kita kini mampu bersaing dalam arus dan benturan ideologi bangsa-bangsa besar lainnya.

Dengan letak geografi yang begitu strategis, tentunya negara ini begitu rentan akan masuknya berbagai Ideologi dan itu menjadi ancaman yang sangat besar terhadap kedaulatan bangsa ini. Salah satu ancaman kini yakni ideologi komunis.

Komunisme adalah sebuah paham yang menekankan kepemilikan bersama atas alat-alat produksi (tanah, tenaga kerja, modal) yang bertujuan untuk tercapainya masyarakat yang makmur dengan sistem tanpa kelas. Komunisme ditandai dengan prinsip sama rata sama rasa dalam bidang sosial, ekomomi dan sekularisme. Jadi, menurut ideologi komunis, kepentingan-kepentingan individu tunduk kepada kehendak suatu wadah atau oraganisasi yang dimana hak demokratis tidak lagi memiliki makna apa pun.

Oleh karena itu mari Kita persiapkan diri menyongsong dan membangun hari esok dengan jati diri pemuda Indonesia. Sebab hanya Kitalah yang telah menjadi pewaris harapan para pemuda dan pejuang terdahulu. Diatas pundak Kitalah mereka menumpukan harapan, sebab hanya tangan Kita jugalah yang mampu membangun bangsa ini menjadi bangsa yang lebih berdaulat.
Salam...


*Sumber sejarah: Dari berbagai sumber

(Jum/rek)


No comments:

Post a comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update