-->

Notification

×

EKONOMI ISLAM DAN OUTLOOK PEMBELAJARAN EKONOMI ISLAM DI MADRASAH ALIYAH DI INDONESIA

Monday, 2 November 2020 | 08:34 WIB Last Updated 2020-11-16T04:55:21Z

SEPERCIK PESAN DARI WEBINAR FORGEMA KEMENAG RI

SABTU 31 OKTOBER 2020

“EKONOMI ISLAM DAN OUTLOOK PEMBELAJARAN EKONOMI ISLAM

DI MADRASAH ALIYAH DI INDONESIA”

(FORGEMA KEMENAG RI BEKERJASAMA DENGAN FEBI UNSUR & FEBI UIN SGD BANDUNG)




Oleh
Darsa Wijaya
(Dosen FEBI UNSUR)


CIANJUR//JN- Webinar ini mengangkat tema Ekonomi Islam dan Outlook Pembelajaran Ekonomi Islam di Madrasah Aliyah di Indonesia yang digagas langsung oleh FORGEMA Kemenag RI bekerjasama dengan FEBI UNSUR dan FEBI UIN Sunan Gunung Djati Bandung dengan sebuah paradigma antara Cita-cita dan problematika pengembangan Ekonomi Islam Di Indonesia.




Dalam acara webinar tersebut hadir sebagai pemateri 1 Dr H Dadang Husen Sobana, M.Ag sebagai ketua Prodi Manajemen Keuangan Syari’ah UIN SBG Bandung menyampaikan materi tentang Filsafat Ekonomi Islam dan pemateri 2 Dr H Endang Jumali, Lc., MA., M.Si  sebagai Konsul Haji KJRI Jeddah sekaligus beliau Dekan FEBI UNSUR yang menyampaikan materi tentang sejarah pemikiran Ekonomi Islam dan Dr Muhammad Zain, S.Ag., M.Ag sebagai keynote Speaker Direktur GTK Kemenag RI. Dalam acara tersebut Sebagai pengisi sambutan Herlan Firmansyah, S.Pd., M.Pd., ME sebagai ketua FORGEMA sekaligus Wakil Dekan 3 FEBI UNSUR serta Dr. H Dudang Gojali, M.Ag dan moderator H Irfan Jamil, MA juga sebagai ketua Prodi Akuntansi Syari’ah dan Dosen FEBI UNSUR dan moderator kedua Bapak Darwin, S.Pd., M.Pd.I dari MAN IC Padang Pariaman Sumatra Barat serta sebagai MC Dr. Jasmaniar, SE., M.Ec.Dev dari MAN IC Gorontalo.


Webinar ini menyoroti tentang Ekonomi Islam dan Outlook Pembelajaran Ekonomi Islam di Madrasah Aliyah di Indonesia dan yang menjadi PROBLEMNYA: semangatnya ada, ghirohnya kuat tapi pengetahuan tentang filosofi dasar-dasar ekonominya masih lemah, minim bahkan nol hingga akhirnya berkesimpulan bahwa berekonomi syariah adalah sama saja dengan berekonomi pada umumnya, PADAHAL ITU BEDA !!! itulah yang disampaikan oleh H Dahus (sebutan keseharian teman-teman dekat kang Dadang) diawal pembicaraannya pada acara WEBINAR FORGEMA Kemenag RI pada sabtu 31 Oktober 2020 yang diikuti sekitar 500 orang dari seluruh penjuru di Indonesia dengan berbagai latar belakang dan tingkat pendidikan mulai dari mahasiswa sampai Doktor, dan hadir juga DR H Endang Jumali, Lc., MA., M.Si sebagai pemateri 2 yang dalam paparannya menyampaikan tentang sejarah pemikiran Ekonomi Islam yang dalam materinya beliah menyampaikan bagaimana perkembangan ekonomi islam sejak lahir, tumbuh dan berkembangnya yang mengalami pase demi pase hingga ekonomi Islam mencapai zaman keemasnnya


Kedua nara sumber baik Dr H Endang Jumali maupun DR H Dadang Husen Sobana sangat sinergis menyampaikan alur perjalanan dan arah perkembangan ekonomi Islam ini akan berujung dimana. Pembicaraan lebih luas dalam diskusi yang begitu antusias hingga berita ini ditulis di grup WA masih tetap hangat dibicarakan bagaimana pemikiran-pemikiran ini dapat menjadi sebuah gagasan penting pemerintah agar ekonomi Islam di Indonesia menjadi lebih baik dan berkembang maju hingga membawa bangsa Indonesia sejahtera serta berkah.


Pembicaraan semakin lama semakin seru dengan keahlian sang moderator dalam mengatur jalannya acara hingga tuntas masih tetap diikuti semua peserta dan pesan yang tertangkap pada acara tersebut adalah kondisi hari ini bangsa Indonesia memerlukan langkah kongkrit dari semua pemangku kebijakan agar ekonomi syari’ah menjadi satu-satunya sistem yang dikembangkan di Indonesia, hal ini selaras dengan pernyataan menteri keuangan Sri Mulyani beberapa waktu yang lalu bahwa di Indonesia cocok untuk diterapkan ekonomi islam karena dari budaya dan kultur yang ada sesuai dengan karakter ekonomi syariah itu sendiri. Di sisi lain Ma’ruf Amin sebagai Wakil Presiden telah melakukan penguatan-penguatan terhadap pondok pesantren sebagai bagian basis pengembangan ekonomi sistem syariah ini dan lembaga-lembaga keuangan Islam serta lembaga-lembaga Pendidikan Islam untuk terus mengembangkan konsep dan implementasi ekonomi syariah di segala lini kehidupan, hal inilah yang menjadi harapan semua kalangan agar Indonesia ini sejahtera serta berkah.


Dan akhirnya dari semua harapan tersebut, terbuka lebar dengan adanya pernyataan pemateri 1 Dr. H Dadang Husen Sobana, M.Ag, PROBLEMNYA: semangatnya ada, ghirohnya kuat tapi pengetahuan tentang filosofi dasar-dasar ekonominya masih lemah, minim bahkan nol hingga akhirnya berkesimpulan bahwa berekonomi syariah adalah sama saja dengan berekonomi pada umumnya, PADAHAL ITU BEDA inilah mungkin menjadi pekerjaan Rumah kita bagaimana caranya generasi mendatang sejak Usia Dini, terutama di kalangan siswa tingkat menengah dan atas terutama dilingkungan Madrasah Aliyah di seluruh Indonesia bisa lebih faham dan mengerti hakikat ekonomi syariah sejak dari konsep hingga implementasinya, dengan memberikan luang dalam kurikulumnya yang memunculkan materi ekonomi syariah sebagai bagian dari standar kompetensi mereka. Dan bagaimana peran pemerintah agar permasalahan ini menjadi prioritas utama demi kemajuan bangsa Indonesia kedepan.


Tidak ada kata “terlambat” dan tidak ada kata “tidak bisa”, semua bisa mungkin bila ada keinginan dan usaha, keinginan masyarakat akan kesejahteraannya merupakan kewajiban pemerintah mewujudkannya, pemikiran para cendikiawan dan kaum ilmuwan harus dijadikan dasar dan acuan bagi pemerintah dalam mengimplementasikannya karena mereka menyampaikan berdasarkan fakta dan data yang bersumber dari hasil penelitian dan pemikiran yang mendalam dan pemerintah wajib melakukan usaha agar semua terwujud dengan baik sesuai dengan apa yang diharapkan semua kalangan. (Pul/ Jal)

No comments:

Post a comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update