-->

Notification

×

Fadlizon Dan Andi Arief Anggap Tak Wajar Polda Panggil Anies Baswedan

Tuesday, 17 November 2020 | 10:49 WIB Last Updated 2020-11-17T03:54:18Z



Fadlizon Dan Andi Arief Anggap Tak Wajar Polda Panggil Anies Baswedan


Jakarta/JN: Politisi Partai Gerindra, Fadli Zon menganggap tidak wajar jika Polda Metro Jaya memanggil Anies Baswedan terkait kerumunan yang terjadi pada beberapa kegiatan yang melibatkan massa  Habib Rizieq Shihab. Berdasarkan surat panggilan, Anies akan dimintai keterangannya pada Selasa (17/11) pukul 10.00 WIB di Ditreskrimum Polda Metro Jaya.


"Sungguh tidak wajar dan menabrak tatanan. Menunjukkan memang kita sudah jauh dari demokrasi" tweet dari akun @fadlizon menjelaskan (16/11) .



Senada dengan hal itu, Andi Arief politisi partai Demokrat menganggap pemanggilan polisi tersebut tidak wajar. "Karena pertanggungjawaban Anies sebagai Gubernur itu pertanggungjawaban politik. Posisi Anies diatas kepolisian wilayah karena jabatan politik. Harusnya Mendagri yang berhak memanggil gubernur" ujar Andi Arief melalui akun Twitternya.


Seperti dilansir detik.com  Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam konferensi pers Senin (16/11) mengatakan bahwa pihaknya akan memanggil sejumlah pihak, termasuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, buntut acara Habib Rizieq Syihab. Pemanggilan Anies dan sejumlah pihak ini untuk mengklarifikasi dugaan tindak pidana UU Kekarantinaan Kesehatan.


"Yang kedua, tindak lanjut penyidik dengan perkara pelanggaran protokol kesehatan atas diselenggarakannya acara resepsi pernikahan putri dari HRS," kata Kadiv Humas Mabes Polri tersebut.


Argo mengatakan surat klarifikasi telah dilayangkan kepada Anies dan sejumlah pihak. Sejumlah pihak terkait acara HRS, yakni Wali Kota Jakarta Pusat Bayu Meghantara hingga beberapa tamu acara HRS.


"Dan ini rencana akan kita lakukan klarifikasi dengan dugaan tindak pidana pasal 95 UU RI Nomor 6 tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan," ucap Argo. "Pasal 93," sebut Argo mengklarifikasi pasal yang dimaksud.


Sebelumnya Polri juga sudah mengambil tindakan tegas dengan mencopot Irjen Nana Sudjana dari jabatan Kapolda Metro Jaya karena dianggap tak melaksanakan perintah menegakkan protokol kesehatan. Selain Nana, nasib yang sama menimpa Kapolda Jawa Barat Irjen Rudy Sufahriadi dan beberapa pejabat lainnya.


Kapolri Jenderal Idham Azis menunjuk Irjen Fadil Imran, yang saat ini menjabat Kapolda Jawa Timur (Jatim), untuk menggantikan Nana.


"Sesuai dengan telegram Kapolri Nomor ST/3222/XI/Kep/2020 tanggal 16 November 2020 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan Dalam Jabatan di lingkungan Polri, yaitu Irjen Pol Nana Sudjana, Kapolda Metro Jaya diangkat jabatan baru sebagai Korsahli Kapolri. Kemudian Irjen Muhammad Fadil Imran, Kapolda Jawa Timur, diangkat jabatan baru sebagai Kapolda Metro Jaya," kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jaksel. (Akmal Habibi)

No comments:

Post a comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update