-->

Notification

×

KASUS PEMBUNUHAN GURU NGAJI DI BOGOR TERUNGKAP

Thursday, 5 November 2020 | 20:34 WIB Last Updated 2020-11-05T13:53:48Z


KASUS PEMBUNUHAN GURU NGAJI DI BOGOR TERUNGKAP

BOGOR//JN - Tidak ada kejahatan yang sempurna, itulah kalimat yang tepat untuk menggambarkan peristiwa pembunuhan Bunda Maya, seorang guru ngaji di Cibinong Bogor beberapa hari lalu. Kepolisian mengungkap motif di balik pembunuhan guru ngaji AM (28) alias Bunda Maya yang ditemukan tewas dalam sumur tertutup beton belakang rumahnya.


Kasus ini terjadi di Kampung Lingkungan 2 Citatah Dalam, Kelurahan Ciriung, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kapolsek Cibinong AKP I Kadek Vemil menyebut bahwa pelaku pembunuhan berinisial K alias A (40) yang tak lain adalah suami dari asisten rumah tangga paruh waktu yang bekerja di rumah korban.


Laki-laki berinisial K yang juga merupakan tetangga korban nekat membunuh Bunda Maya karena tersinggung saat ditagih utang. Menurut pengakuan K, ia memiliki utang sebesar Rp 1 juta. Namun, saat ditagih, dirinya marah karena korban membeberkan utang tersebut ke istrinya.


"Waktu pinjam itu si tersangka bilang tolong jangan disampaikan ke istrinya. Karena sudah lebih dari 2 minggu belum dibayar, disampaikanlah utang itu ke pembantu. Akhirnya tersangka cekcok terus sama istrinya ini," kata Kadek kepada wartawan, Rabu (4/11/2020).


Adapun K meminjam uang tersebut untuk biaya DP mobil rental yang nantinya digunakan pulang kampung. Namun, karena sering cekcok dengan istri, serta ditagih utang oleh korban, K timbul niat untuk menghabisi korban.


"Karena dia sudah tidak sanggup lagi membayar utang itu, dari situ timbul niat menghabisi korban," kata Kadek. Aksi pembunuhan tersebut dilakukan usai AM mengikuti acara Maulid Nabi pada Minggu (1/11/2020) malam. Awalnya, K masuk ke rumah korban melewati jendela. Mengetahui kelengahan korban, pelaku langsung menyekapnya hingga terjatuh. Selanjutnya korban disiksa dengan dipukul dan ditendang di bagian kepala. Leher hingga gigi bagian depan korban patah.


Setelah korban sekarat, K yang bekerja sebagai sopir lepas ini langsung memasukkan tubuh korban ke dalam sumur.


"Tidak ada kekerasan seksual. Pas dibuang ke sumur, kepala ke bawah. Korban pakai daster, jadi di dalam sumur daster tersebut lepas," kata Kadek. (Jack/ Sumber: kompas.com)

No comments:

Post a comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update