-->

Notification

×

Kejaksaan Kota Sukabumi Melakukan Talkshow Bersama Swara Perintis Sukabumi

Thursday, 26 November 2020 | 12:09 WIB Last Updated 2020-11-26T05:09:16Z



Kejaksaan Kota Sukabumi Melakukan Talkshow Bersama Swara Perintis Sukabumi


Sukabumi//JN - Kejaksaan kota Sukabumi melakukan talk show di stasiun radio Swara Perintis 93,1 fm. Talkshow itu menghadirkan 2 (dua) narasumber dari kejasaan, yaitu Arif Wibawa, S.sos., S.H., M.H sebagai kasi intel serta Nur Intan sebagai jaksa fungsional bidang intelegent.

Talkshow tersebut di laksanakan pada program Jaksa menyapa, acara tersebut hadir dengan tema Penghentian penuntutan berdasarkan  keadilan restorative. Dalam talkshow tersebut membahas mengenai restorative justice. Berdasarkan penuturan kasi intel restorasi justice sebenarnya sudah lama d terapkan oleh PBB. Ada beberapa hal yang di bahas di dalam program tersebut diantaranya perihal maksud pendekatan restorative justice, penuntutan, serta hal-hal yang melatar belakangi kejaksaan RI Menerapkan keadilan restorative dalam hal penuntutan perkara pidana, Kamis (26/11).



“Berdasarkan ketentuan psal 1 angka 7 KUHAP menyebutkan bahwa penuntutan adalah tindakan penuntut umu untuk melimpahkan perkara pidana ke pengadilan negeri yang berwenang dalam hal dan menurut cara yang di atur dalam undang-undang ini dengan permintaan supaya di periksa dan di putus oleh hakim di siding peradilan,”. Ujar Kasi intel

Dalam penuturannya, salah satu hal yang melatar belakangi kejaksaan Republik Indonesia menerapkan keadilan restorative adalah  kejaksaan  Republik Indonesia sebagai lembaga pemerintah yang melaksanakan kekuasaan negara di bidang penuntutan harus mampu mewujudkan kepastian hukum, kebenaran berdasarkan hukum dan mengindahkan norma keagamaan, kesopanan, kesulitan, serta wajib menggali nilai-nilai kemanusian, hukum, dankeadilan yang hidup di masyarakat.

Dalam wawancara tersebut narasumber menyebutkan pula beberapa contoh perkara yang memungkinkan menerapkan restorative justice, seperti kasus yang di tangani LBH Merah saron di Jakarta, dimana ada 2 pelajar smp yang dituduh mencuri, kedua belah pihak yakni 2 pelajar dan korban pencurian sebenarnya telah berdamai, namun tetap melanjutkan pengadilan, serta kasus nenek Rasminah, yang di tuduh mencuri sop buntut dan piring majikan yang kemudian harus berujung di meja hijau. 

"Bahwa kasus tersebut merupakan contoh kasus yang tidak layak untuk di teruskan ke tahap penuntutan atau sejak awal pada tahap lidik kepolisian tidak perlu di lanjut hingga ke pengadilan." Tuturnya. (Irwan)

No comments:

Post a Comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update