-->

Notification

×

Komite Pencegahan Korupsi (KPK) Jabar Temukan Indikasi Korupsi Program PISEW Di Kec. Ciemas Kab. Sukabumi

Thursday, 5 November 2020 | 11:51 WIB Last Updated 2020-11-05T04:51:25Z




KPK Jabar Setda Kab. Sukabumi Temukan Dugaan TIPIKOR Terkait Program PISEW Di Kecamatan Ciemas.


SUKABUMI//JN.co.id: Proyek pembangunan Jalan Lapisan Penetrasi Makadam di desa Cibenda Kecamatan Ciemas  Kabupaten Sukabumi terindikasi dikorupsi, pasalnya di lapangan disinyalir ada pengurangan volume pekerjaan, serta diduga pula tidak sesuai dengan spesifikasi baik dari segi kualitas dan kuantitas.


Proyek Pisew tersebut dikerjakan oleh Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) Kecamatan Ciemas. Lokasi Pengerjaan berada di Desa Cibenda, yakni proyek jalan sepanjang ±1600 meter dengan lebar 2,5 meter, yang menjadi penghubung antara Desa Cibenda dan Desa Sidamulya. Diperkirakan proyek tersebut menghabiskan anggaran Rp 600 juta, yang bersumber dari Program infrastruktur sosial ekonomi wilayah (Pisew) tahun 2020 sebesar Rp 600 juta, 590 juta Untuk Pembangunan Fisik dan  Bantuan Operasional BKAD sebesar Rp 10 juta.




Program PISEW pun tentulah tidak luput dari pemantauan Lembaga Komite Pencegahan Korupsi Jawa Barat (KPK JABAR) Setda Kabupaten Sukabumi.


Dimana Lembaga ini beregerak dibidang Pencegahan Korupsi sesuai dengan PP RI No 71 Tahun 2000 dan PP RI No.43 tahun 2018 tentang tatacara pemberian penghargaan dan peran serta masyarakat dalam upaya pencegahan  Korupsi.


Salah satu anggota KPK Jabar, Setda Kabupaten Sukabumi Endi Kurniawan memberikan penjelasan seputar Kegiatan Lembaga dalam Pengawasan dan sosial kontrol dalam kegiatan PISEW Tahun 2020 ini.


Menurut Endi, dirinya bersama Tim sedang Mengungkap adanya indikasi penyimpangan yang dilakukan oleh oknum dalam kegiatan PISEW tersebut. Dirinya mengakui banyak sekali indikasi penyimpangan yang dapat menimbulkan kerugian Negara, mulai dari pengerjaan hingga pelaporan. Ketika pihak Jurnalis JN meminta konfirmasi terkait program Pisew tersebut (05//11), banyak sekali alasan- alasan yang tidak berdasar. Hal ini menguatkan dugaan adanya kemungkinan penyimpangan dalam Program Pisew ini. 


Menurut Endi, dari hasil investigasi di lapangan, pekerjaan PISEW di Desa Cibenda Kecamatan Ciemas, diduga kuat dikerjakan tidak sesuai dengan Spesifikasi dari segi kualitas dan kuantitas pekerjaannya.


Menurut Endi, seharusnya dengan anggaran sebesar itu harusnya bisa lebih dari ±1600 meter dengan kualitas terbaik. 




"Yang lebih anehnya lagi BKAD Juga merangkap sebagai Kepala Desa, dan Program Pisew hanya dialokasikan untuk satu desa saja, tentu ini akan menjadi kecemburuan desa yang lain. Dari 20 kecamatan di Kabupaten Sukabumi hanya Kecamatan Ciemas yang dialokasikan untuk satu desa dan BKAD-nya Juga itu merangkap sebagai Kepala Desa, harusnya Rp 600 juta bisa dimanfaatkan lebih maksimal." tutur Endi dengan nada menyayangkan. 


Endi menambahkan bahwa pembangunan tersebut diduga disengaja dikerjakan asal-asalan, hal ini besar kemungkinan  disengaja karena ada pihak-pihak yang diduga kuat mencari keuntungan pribadi pada proyek itu.tegas Endi. Iapun menambahkan sudah melakukan koordinasi dengan jajaran pengurus KPK Jabar Setda Kabupaten Sukabumi.


Selanjutnya dirinya sudah menyiapkan langkah Preventif dan akan berkoordinasi dengan pihak terkait agar segera melakukan evaluasi terkait dengan Program Pisew di kecamatan Ciemas tersebut. (Aryo & Team)

No comments:

Post a comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update