-->

Notification

×

KRISIS MORAL OKNUM GURU CABULI 8 MURIDNYA

Wednesday, 4 November 2020 | 16:19 WIB Last Updated 2020-11-04T10:12:58Z


KRISIS MORAL OKNUM GURU CABULI 8 MURIDNYA


SURABAYA//JN- Guru merupakan pengganti orang tua di lembaga sekolah, sudah sepatutnya mendidik dan mengajarkan hal yang baik. Namun tidak semua guru mempunyai karakteristik yang sama baik dilihat dari latar belakng ataupun segi usia.


Di Surabaya telah terjadi pencabulan oleh oknum guru, dan sidangnya sudah mulai di gelar secara teleconference. Nicholas Handy Biantoro (40), terdakwa kasus pencabulan 8 siswa di sebuah SD swasta di Surabaya divonis 10 tahun penjara. Majelis hakim menilai terdakwa terbukti bersalah karena melakukan pencabulan anak di bawah umur.


Pembacaan vonis berlangsung secara telenconference di ruang Garuda Pengadilan Negeri Surabaya. Adapun sidang dipimpin oleh hakim ketua Saparuddin.


"Mengadili, menyatakan terdakwa Nicholas Handy Biantoro terbukti bersalah dalam kekerasan anak dan turut serta dan cabul. Menjatuhkan pidana selama 10 Tahun penjara," kata hakim ketua Saparudin dalam amar putusannya," ujar Saparuddin dalam amar putusannya, Selasa (3/11/20).


Selain menjatuhkan vonis 10 tahun penjara, majelis hakim juga membebankan denda kepada terdakwa sebesar Rp 10 juta. Dan jika tidak mampu dibayarkan maka terdakwa harus mengganti selama 3 Bulan kurungan.


Vonis yang dijatuhan majelis hakim kepada terdakwa sendiri lebih ringan 2 Tahun dari tuntutan jaksa. Sebab dalam sidang tuntutan jaksa menuntut terdakwa dengan pidana selama 12 Tahun penjara. Sementara itu, usai mendengar vonis tersebut, terdakwa mengaku menerimanya.


Sebelumnya diberitakan, guru SD swasta di Surabaya diamankan polisi karena mencabuli delapan siswa-siswinya. Pencabulan dilakukan dengan modus memeriksa kesehatan korban.


"Kita mengungkap kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur yang mana korbannya lebih dari satu orang. Yang teridentifikasi masih delapan orang. Korban laki-laki dan perempuan," kata Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya Kompol Ardian Satrio Utomo kepada wartawan di Mapolrestabes Surabaya, Kamis (12/3/20).


Ardian menambahkan, pelaku diketahui berprofesi sebagai guru di salah satu SD swasta di Surabaya. "Salah satunya guru matematika. Namun sekarang sudah dikeluarkan dari sekolah," imbuh Ardian. (Ateng/detik.com)

No comments:

Post a comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update