-->

Notification

×

MAHASISWA USHULUDDIN UIN BANDUNG DISIAPKAN UNTUK RAIH PENGAKUAN GLOBAL MELALUI METAMORF XIII OPAB 2020

Monday, 2 November 2020 | 08:27 WIB Last Updated 2020-11-02T01:27:43Z



MAHASISWA USHULUDDIN UIN BANDUNG DISIAPKAN UNTUK RAIH PENGAKUAN GLOBAL MELALUI METAMORF XIII OPAB 2020


BANDUNG// JN: METAMORF XIII OPAB, Orientasi Pengenalan Anggota Baru, Tahun 2020 berjalan lancar dan sukses. Agenda ini ditutup secara resmi, Minggu, (01/11/2020).


Diberitakan sebelumnya, Sabtu (31/10/2020), OPAB digelar oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan, HMJ, Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, IAT, Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung, sejak Jum'at, 30 Oktober 2020.


METAMORF merupakan idiom dari kata metamorfosa. Seperti kepompong bermetamorfosa menjadi kupu-kupu. METAMORF bermakna filosofis perubahan, hal ini menganalogikan bahwa peserta masuk jurusan untuk berproses dalam perilaku, nalar intelektual, spiritual, dan sebagainya,” ujar Nurlina, Ketua Panitia OPAB MABA, Mahasiswa Baru, Jurusan IAT Angkatan 2020-2021.


Berbagai acara telah digelar. Antara lain “Diskusi VUCA: Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity.” Dunia VUCA adalah dunia yang ditempati sekarang, dimana perubahan sangat cepat, tak terduga, dipengaruhi banyak faktor yang sulit dikontrol, dan kebenaran serta realitas menjadi sangat subjektif. Untuk materi ini dihadirkan Irma Riyani, Ph.D., Dosen Tafsir Fakultas Ushuluddin.


Selebihnya, “Latihan Penulisan Artikel Ilmiah” dengan mengahdirkan pemateri Dr. Wahyudin Darmalaksana, M.Ag., Dekan Fakultas Ushuluddin. Serta “Penguatan Nilai-nilai Inti, Kompetensi Pengetahuan, dan Kapasitas Keterampilan” yang disampaikan oleh Dr. Ecep Ismail, M.Ag., Ketua Jurusan IAT dan Dr. Siti Chodijah, M.Ag., Sekretaris Jurusan IAT.

 

“Kegiatan ini mengambil tema meningkatkan kreatifitas nalar dan intelektual Mahasiswa IAT guna terciptanya generasi Qur’ani yang unggul dan berdaya saing," lanjut Nurlina didampingi Nur Alfiyah, Sekretaris Panitia METAMORF XIII OPAB 2020.



Saat membuka acara ini, Dekan menuturkan keunggulan serta berbagai prestasi Jurusan IAT. Di antaranya Akreditasi A BAN-PT dan tengah mengajukan penilaian level Asean AUN-QA. Jurnal Al-Bayan tembus Akreditasi Nasional level 2 SINTA, Science and Technology Index. Dosen-dosen IAT sangat produktif publikasi di jurnal ilmiah, baik jurnal Nasional maupun jurnal internasional bereputasi global. Prestasi Mahasiswa melimpah dalam berbagai lomba level Nasional. Rektor menganugerahkan penghargaan kepada seorang pengembang Start-Up dari Mahasiswa IAT pada Wisuda ke-79. Ujian tugas akhir, Munaqasyah, artikel ilmiah perdana dari Mahasiswa IAT.   

 

Kegiatan ditutup secara resmi oleh Dr. Muhlas, M.Hum., Wakil Dekan III mewakili Dekan. “Mahasiswa agar meningkatkan kultur akademik melalui latihan menulis artikel ilmiah, memperhatikan kalimat, dan belajar merangkai paragraf. Tidak boleh merasa cukup hanya di jenjang sarjana mesti meneruskan studi hingga jenjang magister dan doktor. Peluang beasiswa masih sangat terbuka lebar,” ujarnya.


Saat dihubungi awak media, Dekan memberi pernyataan tertulis. Ucapan terimakasih disampaikan kepada semua pihak, yakni Bapak Rektor, Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si., Wakil Rektor III dan jajaran, Dekanat dan seluruh jurusan serta unit-unit di Fakultas Ushuluddin (FU), dan struktur organisasi mahasiswa, yaitu M. Helmi Mighfaza (DEMA FU), Bambang (SEMA FU), Reza Firmansyah (Ketua Umum HMJ IAT), dan segenap Panitia OPAB. Juga ucapan terimakasih serta selamat untuk MABA IAT 2020-2021.


“Situasi global VUCA sangat berhajat pada basis nilai. Di dunia VUCA sistem strukrur makin mengecil. Sedang sistem kultur pasti melebar. Nilai di masyarakat sangat melimpah. Dari yang melimpah itu, sistem struktur Fakultas Ushuluddin memancangkan tiga nilai utama, yakni uswah, khidmat, dan tasamuh," ujar Dekan.


"Uswah berarti keteladanan. Nilai ini diusung bersama di Ushuluddin dalam wujud leadership untuk perubahan dan kemajuan sekecil apapun. Khidmat berarti pelayanan. Nilai ini dipancangkan bersama bagi terlaksananya service excellence. Tasamuh berarti moderat. Nilai ini ditopang bersama yang secara teknis diwujudkan dalan bentuk kolaborasi," paparnya.


“Ketiga nilai utama ini menjadi kendali sistem struktur Fakultas Ushuluddin. Tetapi dunia VUCA relatif dapat dihadapi melalui penguatan nilai-nilai utama oleh sistem kultur. Kultur akademik yang hebat, kondusif, dan kritis yang mampu menghadapi dunia VUCA. Tantangan dunia VUCA jawabannya adalah basis nilai di sistem kultur,” tegas Dekan.      


Dikemukakan pula tentang penguatan kompetensi pengetahuan. "Saat ini informasi sangat melimpah di himpunan bigdata. Akademisi bertugas menambang dan mengelola informasi melalui pemikiran kritis dan sistematis hingga menjadi pengetahuan praktis. Khusus bagi peminat ilmu Al-Qur'an dan Tafsir diarahkan mampu menjelaskan kandungan ayat-ayat Al-Qur'an berdasarkan berbagai metode tafsir dan pendekatan interpretasi yang relevan atau tepat," lanjutnya.


Mahasiswa diarahkan untuk mengembangkan kapasitas keterampilan. "Keterampilan khusus berupa penulisan artikel ilmiah. Sejak di semester paling awal hendaknya mahasiswa berlatih akses pada repositori bereputasi, penerapan aplikasi references, dan mengenal template artikel. Di semester lanjut berlatih submit artikel ke jurnal ilmiah. Artikel ilmiah meliputi tiga jenis, yakni artikel konseptual dari hasil pemikiran, artikel eksperimen dari hasil riset, dan artikel prototipe dari hasil desain, seperti rancang bangun aplikasi Al-Qur’an dan tafsir. Untuk capaian ini, hendaknya Mahasiswa berkolaborasi dengan Dosen. Kemitraan antara Dosen dan Mahasiswa harus terwujud," tegasnya.


“Saya setuju dengan idiom metamorfosa. Setiap saat dibutuhkan semangat baru, ide baru, kreatifitas baru, dan kondisi baru. Bersama ciptakan perubahan sejalan dengan tema kegiatan ini, yakni meningkatnya kreatifitas nalar dan intelektual guna terciptanya generasi Qur’ani yang unggul dan berdaya saing," lanjut Dekan.


“Kami yakin MABA adalah kualitas-kualitas unggul dan siap berdaya saing bukan saja di kancah Nasional melainkan pula di percaturan internasional di dunia global. Saat ini untuk meraih pengakuan global mudah di era internet of things. Hari ini era digital, era millennial, dan era generasi hebat. Karena itu, segera ambil tantangan, berinovasi, berpikir kritis, dan berkreatifitas tanpa batas. Untuk seluruh mahasiswa raihlah pengakuan tingkat global. Yakin bisa dan pasti bisa,” paparnya.


Kegiatan METAMORF XII OPAB 2020 melibatkan 211 MABA Jurusan IAT. Acara berlangsung secara virtual mengikuti prosedur kesehatan Covid-19. OPAB virtual dipusatkan dari Sekretariat HMJ IAT FU Jalan AH. Nasution 105, Bandung. (RM/ Sumber: Humas UIN Bdg)

No comments:

Post a comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update