-->

Notification

×

Musllim Kota Tasikmalaya Kompak Berdemo Lawan Kesombongan Presiden Perancis Marcon

Thursday, 5 November 2020 | 11:02 WIB Last Updated 2020-11-05T04:03:44Z



Gambar: Pengunjuk rasa kaum Musmilin Kota Tasikmalaya saat berkonvoi di JL. KH Zaenal Mustofa Kota Tasikmalaya. Siap Berjihad bela Islam bela Rasulullah.



Musllim Kota Tasik Kompak Berdemo Lawan Kesombongan Presiden Prancis


Kota Tasikmalaya//JN- Ribuan warga yang tergabung dalam Aliansi Aktifis dan Maysarakat Muslim Tasikmalaya (Al Mumtaz) melakukan aksi bela rosululloh di depan Masjid Agung Tasikmalaya, Rabu (4/11) . Kegiatan tersebut merupakan bentuk respon umat Islam di Tasikmalaya terhadap pernyataan dan sikap Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dianggap telah menghina Nabi Muhammad dan Umat Islam. 




Gambar: KH Muhammad Aminudin saat berorasi dihadapam kaum Muslimin Kota Tasikmalaya.

Dalam kegiatan aksi damai tersebut, Polres Tasikmalaya kota melakukan rekayasa lalu lintas dengan menutup jalan KH Zaenal Mustofa mulai pukul 13.00 sampai pukul 16.00. “akses jalan menuju jantung kota Tasikmalaya tertutup sementara mulai pukul 1 siang sampai 4 sore rabu ini” ungkap salah satu petugas Polisi yang enggan disebutkan namanya.


Kegiatan aksi damai tersebut dihadiri oleh berbagai organisasi massa keagamaan, pemuda, bela diri, komunitas motor, sepeda hingga pelajar dan mahasiswa. Massa yang membawa atribut mendekati mobil komando untuk mendengarkan satu persatu orasi yang disampaikan oleh tokoh dan pimpinan organisasi massa tersebut. 


Dalam orasinya pembina Al Mumtaz, KH Muhammad Aminudin menekankan bahwa harus bersatu menyikapi kesombongan Presiden Prancis, Emmanuel Macron harus meminta maaf kepada umat islam atas tindakannya membiarkan gambar dari majalah Charlie Hebdo menghiasi gedung pemerintahan di Prancis. “jika tidak meminta maaf, Presiden Prancis harus menghadapi pengadilan HAM atas penistaan agama, seperti yang terjadi di Austria ketika seorang perempuan menghina Nabi Muhammad berulang kali, walaupun dia banding ke Pengadilan HAM Eropa, dia dinyatakan bersalah dengan penegasan bahwa penistaan terhadap nabi Muhammad bukanlah bagian dari kebebasan ekspresi” Ungkap KH Muhammad Aminudin yang juga sebagai pengurus pondok pesantren Sulalatul Huda Paseh tersebut.



Dalam aksi massa tersebut, tidak hanya menyerukan untuk memboikot produk Perancis, orator lainnya menyinggung kasus Denny Siregar yang menghina santridi Tasikmalaya dan belum juga di proses hukum. 


Setelah melakukan orasi di depan Masjid Agung, pengunjuk rasa melakukan konvoi di sekeliling kota Tasikmalaya. Konvoi bermula melewati Jl Kh Zaenal Mustofa, hingga pasar cikurubuk dan jalan Djuanda kota Tasikmalaya.


Dalam keterangan terpisah KH Achef Noor Mubarak, mantan ketua MUI Kota Tasikmalaya menyebutkan bahwa apa saja bisa dilakukan untuk menjadi pelajaran bagi mereka agar meminta maaf. 


“sekalipun mereka menghina nabi, kita lakukan dengan cara yang beradab jangan dilakukan dengan cara yang yang brutal. Yang dilakukan ummat hari ini hanya menjawab dan melawan kesombongan mereka (Presiden Prancis) saja. karena diperbolehkan kita sombong kepada orang yang sombong supaya berhenti sombongnya.” ungkap pengurus Daar El Anba Islamic Foundation dan Pesantren Bantargedang Cibeureum Kota Tasikmalaya. (Andris Khas)

No comments:

Post a comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update