-->

Notification

×

Para Medis RSUD Cianjur Keluhkan Keterlambatan Pembayaran Dana Covid-19 Kemenkes

Monday, 16 November 2020 | 21:36 WIB Last Updated 2020-11-16T14:52:06Z


Gambar: Ilustrasi Para Medis dari Google.

Para Medis RSUD Cianjur Keluhkan Keterlambatan Pembayaran Dana Covid-19 Kemenkes


CIANJUR//JN: Diperkirakan ada ratusan tenaga medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cianjur belum mendapatkan anggaran Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Padahal dana ini merupakan hak para medis yang harusnya segera diberikan oleh pihak Manajemen RSUD. Hal ini seperti yang dikemukakan oleh salahsatu tenaga medis RSUD Cianjur yang enggan disebutkan namanya.


"Sudah tiga bulan lebih terhitung dari Agustus hingga awal Nopember sekarang ini, kami para medis belum memperoleh hak-hak kami sepeserpun dari dana Covid-19 yang dikucurkan dari Kemenkes. Nominalnya lebih kurang 7 juta per satu orang tenaga medis." demikian tuturnya menyesalkan adanya keterlambatan pembayaran tersebut.


Iapun menambahkan keluhan, adanya informasi bahwa jika sampai tanggal 20 November ini pihak Dinas Kesehatan Cianjur belum menerima data para medis dari RSUD Cianjur, maka dana tersebut tidak akan dicairkan. Sedangkan Pihak Dinkes sendiri sudah memiliki data nama-nama yang berhak menerima anggaran itu. 


"Apakah info ini benar atau tidak, jujur kami dari pihak para medis sangat khawatir dan miris. Harusnya pihak manajemen RSUD Cianjur lebih profesional, karena kami sudah bekerja maksimal dengan segala resiko yang harus kami tanggung, kami bertaruh nyawa dimasa Pandemi Corona ini. Tolong jangan mainkan hak-hak kami selaku Para Medis di RSUD Cianjur." pungkasnya menyesalkan. 


Kasus senada, dilansir dari media online Ayobandung.com, Rabu (11/11/2020) bahwa akan ada ratusan tenaga medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur berencana akan mendatangi kantor Dinas Kesehatan Cianjur. Hal ini disebabkan oleh tidak kunjung cairnya anggaran insentif Covid-19 sejak Juni lalu.




Seorang tenaga medis di RSUD Cianjur yang enggan menyebutkan identitasnya mengatakan, dia kerap menerima keluhan dari tenaga medis lainnya, mulai dari dokter, perawat, tenaga administrasi, hingga petugas pemulasaran jenazah.


“Mereka mengeluhnya ke saya, lantaran sudah 5 bulan dengan berbagai alasan tidak kunjung diturunkan anggarannya,” kata sumber itu kepada Ayobandung.com, Rabu (11/11/2020). Menurutnya, beredar kabar di kalangan tenaga medis RSUD Cianjur, titik hambatan itu ada di Dinas Kesehatan Cianjur yang harus melakukan verifikasi persyaratan untuk diajukan ke Kementerian Kesehatan.

“Rekan-rekan tenaga media sudah kesal, bahkan kalau tidak ditahan, mereka akan mendatangi Dinas Kesehatan dengan memakai hazmat dan alat pelindung diri lengkap,” katanya.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur dr Irvan Nur Fauzi membenarkan belum keluarnya anggaran insentif Covid-19 bagi tenaga medis di RSUD Cianjur. 

Hingga berita ini dimuat, pihak Jurnalis JN terus berupaya untuk mengkonfirmasi Pihak RSUD dan Dinas Kesehatan Cianjur. Hal ini untuk mencari kebenaran atas informasi yang berkembang. (IR, dari berbagai sumber)





No comments:

Post a comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update