-->

Notification

×

(SASTRA) AKU MEMILIHMU

Tuesday, 3 November 2020 | 08:21 WIB Last Updated 2020-11-06T11:58:59Z




AKU MEMILIHMU


Seandainya aku tahu kaulah ujung dari ekspektasiku
Akhir dari cerita perjalanan cinta yang selama ini masih berkelana mencari dimana keberadaanmu.
Tempat menepi paling teduh saat perahu kertasku berlayar mengarungi banyaknya perasaan yang ada
Pundak ternyaman dari beberapa peluk yang pernah ada juga disini
Obat dari segala luka penyembuh dari banyaknya sakit dan penenang semua gelisah yang ada.

Penutup dari segala celah
Pengisi untuk semua kekosongan
Terkahir kali dan untuk selamanya
Mungkin ketika aku tau itu adalah dirimu tak akan pernah diri ini mengenyam luka yang sesungguh ini.

Meski lama aku menanti dengan penuh kepastian selalu teguhkan kesetiaan bersyukur atas hadirmu mendamba sebuah arti penantian
Karenamu aku tak pernah menyesali yang pernah terjadi bahkan sangat senang sekali perahu kertasku berlabuh pada pelabuhan yang tepat.

Perahu yang dipenuhi rayuan-rayuan untuk Tuhan agar yang datang itu adalah dirimu
Kau berbeda dari yang pernah ada dan mereka berdebah
Kau juga berharga dari yang tak kuduga untuk mereka perasaannya yang tak terjaga

Terimakasih telah ada..

Mungkin banyak di luar sana hati yang bisa saja menjadi pendampingmu saat kau jatuh.
Mungkin bukan sedikit perasaan yang selalu saja mengharapkan balasanmu
Hati yang juga mungkin bersedia menemani sepi, senang sedihmu.
Yang bersedia ada disaat sakit susah dan serah,
Yang bersedia berbagi segala yang ia punya,
Yang bersedia menerima segalag kurang lebih dari masing-masing pasangan.

Aku memilihmu atas apa saja resiko yang akan ku hadapi nanti.
Aku memilihmu atas apa saja ancaman luka derita dusta yang akan ku terima nanti.

Aku memilihmu karena aku percaya
Rasa akan berbicara pada waktunya, dan mungkin sudah tepat waktu itu mengeja satu persatu ada dalam dirimu
Rasa tak pernah salah dalam menciptakan suka.

Tak sembarang orangpun bisa memiliki rasa seperti ini dan banyak diantaranya sangat ingin memiliki rasa yang sekarang kupercayakan untuk kau pertahankan. Meski kadang luka duka dan murka tidak terlampaui.

Tapi tak apa. Bagiku memilihmu selalu mampu memulihkan.
Kau obat atas segala nyeri di sudut hati, walau kadang, tak jarang kau juga sebab rindu memagut sepi.



-Pattimurapuitis

No comments:

Post a comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update