-->

Notification

×

SASTRA: CINTA ORANG-ORANG TERBUANG

Sunday, 1 November 2020 | 10:31 WIB Last Updated 2020-11-01T03:31:55Z

  


 

CINTA ORANG TERBUANG

 

Cintaku…AdYNdA

Aku sekarang terbuang, aku kini manusia sisa-sisa.

 

Jelita Penentram Jiwa, kaulah keindahan kesempurnaan

yang tak tergantikan.Kaulah kelembutan Bidadri Syurga

yang disegerakan Tuhan untukku.

Pastinya, terbatas kata dalam kamus hidup manusia,  

untuk mengungkap rasa cinta padamu Bunga Syurgaku.

 

Kau Ratu dalam istana harapan,

Kaulah Bidadari dalam hidup dan matiku,

Engkaulah kehormtanku sebagai lelaki.

Aku rapuh tanpa hadirmu,

aku mungkin saja tersesat  tanpa cahaya penerang

yang selalu kau nyalakan dalam gelap pikirku,  

bahkan mungkin saja binasa tanpa belai lembut

jemari cantikmu di pundakku.

 

Cantik Pujaan hatiku…AdYNdA

Sering kupinta dalam doa sepiku di sepertiga malam…

“Tuhan jangan Kau pisahkan kami

atas dalih apapun, atasnama siapapun. Jadikanlah kisah kasih kami sebagai uswah untuk anak cucu kami kelak.

Tuhan, berkahi kami dengan segala kecukupan, dan abadikan kasih sayang kami berdua dalam syair lagu para pujangga. Tuhan, bila waktunya telah tiba kembali kepadaMu, biarlah aku terlebih dulu mengatup mata tutup usia. Karena pasti ku tak sanggup hidup sendiri tanpa hadirnya AdYNdA di bumi ini.

Tuhan, pertemukan kembali kami di JannahMu kelak.”

 

Bidadari Syurgaku…AdYNdA

Betapa aku merindumu kini dan selamanya.

Aku belajar banyak darimu tentang

keabadian cinta, kasih sayang, perjuangan,

kesabaran, ikhlas, dan pengorbanan.

Kaulah pendidik yang sebenarnya,

aku belajar darimu tentang segala kebaikan.

 

Aku adalah sayap-sayap patah tanpa kecup hangat bibirmu,

Aku hanyalah butiran debu tersapu angin tanpa bisik lembutmu,

Aku tak lebih dari lelaki lemah tanpa belai mesra jemari lentikmu,

Aku bukanlah siapa-siapa tanpa pengorbananmu selama ini.

 

Aku mencintaimu tanpa syarat,

karena separuh aku adalah dirimu…Bunga Syurgaku.

 

Terali Besi Tua

“Ada Cinta Sejati dibalik Terali Besi”

08 Januari 2020

Karya Sang Gembala (RM)

 


CINTA

 

“ Saat cinta mengetuk hati,

aku pun tak kuasa untuk menghindari,

meski aku telah berdua,

aku jatuh cinta lagi ”.

 

Cinta datang dan pergi sesuka hati,

Ia hadir dengan sendirinya,

dan terkadang hilang tanpa perasaan.

 

Cinta itu ruang dan waktu,

Cinta itu tentang aku dan kamu,

Cinta adalah kejujuran tanpa syarat,

Cinta adalah perjuangan tanpa henti.

 

Hingga tiba waktu yang tak dirindu,

cinta yang tak bisa dimiliki,

karena cinta sejati tidak

selamanya harus memiliki…

 

Cinta suci…

adalah pengorbanan tanpa pamrih,

memberi dan tak harap kembali.

 

Biarkan cintaku kan membawamu

dengan caranya sendiri kembali di sini,

bersemayam dalam lubuk hati

yang seharusnya,

saat pertama ku menatapmu

kala itu.

 

Rumah Penjara

“Cinta Orang-orang Terbuang”

26 Nopember 2019


 

 KERINDUAN


Kurasakan kini…

kerinduan dipersimpangan kiri jalan.

 

Aku merindumu setengah mati,

malam ini, esok pagi, hingga waktu nanti.

Rinduku padamu rindu para pecinta,

terhormat dan memanjakan.

 

Meski kusadari,

Kerinduanku…

layaknya malam merindu siang,

mentari merindu sang rembulan,

atau mungkin kisah kasih tak sampai

dalam roman picisan.

 

Seharusnya

rasa ini rasamu jua perempuanku,

rindumu rinduku bersatu

dalam jiwa-jiwa yang seirama,

dalam benak dan logika

yang sederhana saja.

 

Layaknya ombak membelai pantai,

sepoi angin menyapa dedaunan

dan ranting-ranting diujung dahan,

halnya kerinduan bumi

menanti rintik hujan di tengah terik.

 

Pastinya…

Rinduku padamu perempuanku

rindu yang sederhana namun teramat istimewa.

Rindu anak manusia akan hadirnya dua cinta,

dua jiwa yang mampu merangkai harmoni,

menjadi bentang lukisan abadi

kemahakuasaan Tuhan,

tak saling mengalahkan, sejalan beriringan.

 

Sungguh saat ini kumerindumu sejadinya,

dan untuk kesekian kali

kuungkap isi hatiku padamu,

aku mendambamu perempuanku,

dan kau harus tahu,

meski terpenjara kutetap mencinta !

 

Rumah Negara

“Cinta Orang-orang Terbuang”

26 Nopember 2019

Sang Gembala (RM)

 

 

AKU CINTA KALIAN

 

Di dalam hati…

tersembunyi bergumpal perasaan

tuk menyayangi kalian,

tak setitikpun niat tuk saling menyakiti,

semua berjalan sbgimana harusnya.

 

Karena perjumpaan yang telah ditakdirkan,

aku mengingatmu kembali perempuan-perempuanku,

aku seolah menemukan aroma dan keindahan

yang sama yang kureguk berpuluh tahun lalu.

 

Aku lelaki yang terlalu pintar memaknai keindahan,

meski ku bukan Casanova apalagi Arjuna

namun kutahu pasti caraku mengambil simpati

meski terkunci dalam relung hati.

 

Aku pemuja keindahan,

dan kuyakin itu bukanlah kesalahan

apa lagi dosa turunan,

inilah karunia Tuhan yang aku dapatkan

selalu terenyuh menatap rona merah

kecantikan paras kalian.

 

Jujur…

Aku lelaki yang mudah jatuh Cinta

padamu duhai dara,

aku memuliakanmu karenanya aku jatuh hati

pada kerling matamu,

pada lekuk indah tubuhnmu,

pada gerai hitam rambutmu,

pada suara syahdumu,

aku cinta padamu perempuan-perempuanku.

 

Jika aku kini berbagi cinta memang kuakui itu,

namun perlu kau tahu perempuanku,

aku tidak pernah mengurangi kadar cintaku padamu,

sedikitpun tidak…

Kau tetaplah permaisuriku,

terbaik-tercantik.

 

Mencinta bagiku tidaklah harus satu,

memilih bagiku tidak pula harus satu.

Cinta adalah mengasihi dan menyayangi

dengan sepenuh hati meski banyak hati

yang kadang tersakiti,

tak mengapa karena itu memang

takdirmu perempuanku.

Cinta suci bukan hanya sekedar birahi,

akan tetapi belajar memahami

tentang segala rasa yang ada,

tentang kemuliaan hidup dimasa depan.

 

Perempuan-perempuanku…

aku mencintaimu

lebih dari sekedar rembulan malam

tersaput awan kelam,

lebih dari sekedar terik mentari terhalang mega hitam.

Cintaku adalah bulan di malam purnama,

cintaku hangat mentari di pagi hari…

abadi menyusuri garis takdirNya.

 

Rumah Penjara

19 Nopember 2019

“ Angin Dingin Nopember ”

Karya Sang Gembala (RM)

 

No comments:

Post a comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update