-->

Notification

×

SASTRA: Fitnah Itu Luka !

Sunday, 1 November 2020 | 09:21 WIB Last Updated 2020-11-01T02:21:12Z


FITNAH ITU LUKA

 

Ustadz bilang…

fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan,

Kyai bilang fitnah itu keji dan menghancurkan,

Emak bilang jangan jadi tukang fitnah

"Nanti kau masuk neraka."

 

Tuhan tak suka kepada Tukang fitnah,

ia akan mati dalam kesesatan,

api neraka akan melahap tubuh si tukang fitnah,

ia akan menjadi kayu bakar jahanam

dan pasti kekal di dalamnya.

 

Ustadz, Kyai, Emak,

kalian memang benar...

aku terpapar fitnah saat ini,

dan jujur saja aku tidak suka

karena fitnah itu luka...

 

Ustadz aku jujur padamu

ada penguasa yang pintar berpura-pura,

padahal ia tukang fitnah sebenarnya.

 

Kyai aku tulus memberitahumu

ada penguasa penjual simbol-simbol agama

padahal ia tukang fitnah juga.

 

Emak…

aku ikhlas atas takdir Tuhanku,

aku terus berjuang semampuku.

Aku difitnah

oleh penguasa

setengah kura-kura yang sok berlagak dewa.

 

Emak…

si kura-kura itu tukang fitnah ternyata,

kalaupun ia tidak masuk penjara dunia,

kuyakin ia pasti masuk neraka,

bahkan menjadi kayu bakarnya,

benarkan Mak ???

 

Rumah Penjara

06 Agustus 2019

“ Terbentur-Terbentuk”

- Karya Sang Gembala, R.Mubarack -

 


 

PECUNDANG SEJATI

 

Benar saja pikirku ini,

kau memang bukan manusia bijaksana,

kau benar-benar pecundang

atau mungkin saja manusia setengah binatang.

 

Empat masa berlalu

kau tak berani menatapku,

jangankan kau hadir tuk mengungkap tabir,

menghampiriku saja kau tak mampu.

Jika begitu adanya,

untuk apa kau mendusta kata-kata hampa,

menebar isu seolah kau tertipu.

 

kau tebar jala muslihat jahat ditepian lautan,

kau lupa akan pijakan,

tebing curam mengancam

siap menelanmu kapanpun Tuhan mau.

 

Sekali lagi kutegaskan kepadmu

bahwa kau memang penguasa bermental pecundang.

Kau korbankan

kebebasan mereka yang ikhlas

menebar kebaikan di Tatar Wiratanudatar,

kau hinakan mereka dengan kuasa semu mu itu,

kau kira kau menang dan akan Berjaya selamanya ?

Kau salah besar

kau tetap pecundang

dan selamanya akan tetap menjadi pecundang.

 

Kami disini…

dalam kubur lumpur yag kau timbun

adalah pejuang dan selamanya

akan tetap menjadi pejuang,

 

Tuhan tidak tidur…

Selalu ada perhitungan atas kedzaliman

sekecil apapun itu.

Karena sesungguhnya

tidak ada kejahatan yang sempurna.

 

Camkanlah wahai penguasa,

Penjara jauh lebih mulia,

daripada bersekutu

dengan kekuasaanmu yang korup !

 

Jeruji Besi Tua,

21 Agustus 2019

“Terbentur-Terbentuk”

- Karya Sang Gembala, R.Mubarack -

(Redaksi/ Rimba Raya)

 


No comments:

Post a comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update