-->

Notification

×

Menerima Aduan Dari Masyarakat Terkait Pengerjaan Proyek Yang Tidak Sesuai Spesifiksi, KPK Jabar Tinjau Lokasi

Wednesday, 16 December 2020 | 19:07 WIB Last Updated 2020-12-16T12:08:16Z



SUKABUMI//JN - Komite Pencegahan Korupsi Jawa barat (KPK JABAR) SETDA Kabupaten Sukabumi merupakan lembaga Independen yang bergerak dalam bidang Pencegahan tindak Pidana Korupsi Sesuai dengan PP 71 Tahun 2000 Dan PP 43 tahun 2018 tentang Tatacara Pelaksanaan peran serta masyarakat Dan Pemberian Penghargaan dalam Pemberantasan Tipikor.




KPK JABAR Juga memiliki Legalitas Dan Payung Hukum yang jelas, Dengan Badan Hukum Nomor 17 Tahun 2017 Dan Terdaftar Di Kemntrian Hukumn dan Ham dengan Nomor :AHU .001336.AH.01.07.2018, Dan Juga Memiliki Berita Negara  No.90 tambahan Berita Negara No.00243.

Saat dijumpai disela-sela kegiatannya pada hari Rabu (16/12), Sekretaris Umum (Sekum) KPK JABAR E.Nurjana , di sekretariat Kabupaten Sukabumi memberikan keterangan kepada media, bahwa banyak sekali aduan yang diterima oleh jajarannya terkait beberapa kegiatan dan juga proyek yang ada dikabupaten sukabumi khususnya.

"Saat ini kami banyak sekali menerima aduan dari masyarakat,terkait dengan Beberapa proyek yang Ada di  Sukabumi"kata E.Nurjana

Sekretaris KPK JABAR Setda Kab. Sukabumi ini, mengaku sudah memberi perintah kepada seluruh jajaran dan anggotanya untuk meninjau langsung kelokasi dan untuk segera mengambil langkah Dan tindakan yang dirasa perlu dilakukan,untuk menyikapi Aduan daripada masyarakat tersebut.

"Saya sudah melakukan koordinasi dengan semua jajaran,Dan kami persilahkan untuk mengambil tindakan yang harus dilakukan"kata Sekum.

Ia menambahkan bhwa ada proyek dari dinas Pekerjaan Umum yng diduga dikerjakan asal jadi dan tentu saja dari segi kualitas dan kuantitas sangat diragukan, Seperti Proyek :
Nomor SPK 620.1/05/SPMK/PRP.07/DPU/2020. Tertanggal 18 November 2020,Paket Pekerjaan LAPEM Cigaru – Cikaramat Kec.Simpenan dengan Nilai Rp.174.120.000,- CV.Jaja Sunarya  yang di tunjuk sebagai pelaksana, jika dilihat dari segi hasil pelaksaan proyek tersebut baik secara kualitas dan kuantitas sangat mengkhawatirkan dan tentu saja tidak sesuai dengan petunjuk pelaksanaan yang telah ditetapkan.




"Contohnya seperti proyek Dinas Pekerjaan Umum,yang Lapem Cigaru -Cikaramat, itu dari segi Kwalitas Dan quantitas itu jauh sekali bahkan tadi Saya sengaja lihat sudah Ada yang sudah Rusak lagi,padahal pengerjaannya saja masih belum selesai" tambah Sekum

Sekum pun Berharap kepada pihak terkait ,untuk lebih ketat terutama dalam bidang pengawasan, karena lemahnya Pengawasan ini,tidak sedikit Pengerjaan proyek yang asal jadi Dan tidak memperhatikan Kualitas dan kuantitas yang tentu saja sangat merugikan masyarakat Sebagai penerima manfaat serta bisa saja menimbulkan kerugian keuangan negara. (EN)

No comments:

Post a comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update