-->

Notification

×

Salahsatu Pasangan Calon Pilkada Cianjur Terancam Di Diskualifikasi

Monday, 21 December 2020 | 15:51 WIB Last Updated 2020-12-21T09:11:13Z

 


CIANJUR// JN -  BAWASLU Cianjur kembali memanggil saksi pelapor untuk diminta keterangan  klarifikasi tambahan yang diperlukan penyidik dalam melengkapi berkas pemeriksaan yang telah di sampaikan sebelumnya. Selain mengundang HM untuk memberikan keterangan klarifikasi tambahan, pihak Bawaslu juga mengundang saksi lain yang belum sempat hadir sebelumnya. 


Bawaslu Cianjur masih memeriksa HM terkait laporanya ke Bawaslu RI adanya dugaan kecurangan Pilkada yang dilakukan Pasangan H Herman Suherman- TB Mulyana Syahrudin dalam Pilkada Serentak Kabupaten Cianjur tahun 2020.


"Hari ini kita megundang pelapor untuk klarifikasi tambahan, karena ada beberapa hal yang sebelumnya belum sempat terklarifikasi. Kemudian kita juga mengundang beberapa saksi lain yang belum sempat hadir" ungkap Tatang selaku Anggota Divisi Penanganan Pelanggran Bawaslu Kabupaten Cianjur membuka percakapan. 


Hari ini Senin (21/12) merupakan terakhir penangan pelanggaran Pilkada di Kantor Bawaslu Cianjur. 

"Hari ini adalah hadi terakhir penanganan, nanti sore kita akan rapat Sentra GAKUMDU dan akan melaksanakan rapat Pleno. Agenda kedepan akan bergantung pada hasil rapat Sentra GAKUMDU dan Rapat Pleno sore ini. " ujar Tatang menambahkan. 



Kalau hasil Rapat GAKUMDU dan Pleno menyertakan  unsur-unsur pidana dalam pasal yang disampaikan itu terpenuhi, tentu kita akan sampaikan ke Polres. Kemudian, kalau pelanggaran administrasinya terbukti kita juga akan merekomendasikan ke KPU sesuai dengan ketentuan yang berlaku. " ungkapnya menjelaskan. 


"Kalau pelanggaran ini terbukti, ranahnya ada di KPU terkait di diskualifikasi ataupun tidak. Kewenangan Bawaslu hanya menyampaikan rekomendasi kepada KPU untuk ditindak lanjuti sesuai ketentuan, keputusannya seperti apa kembali lagi ke KPU. " Pungkasnya mengakhiri percakapan dengan jurnalis JN. 


Tim Advokasi Pilkada Bersih (TAPB) mendampingi HM langsung dimintai keterangan di ruangan Sentra Gakumdu Bawaslu Cianjur, Senin (21/12). 

HM didamping tim advokasi datang ke Bawaslu Cianjur memberikan keterangan klarifikasi tambahan yang diperlukan penyidik dalam melengkapi berkas pemeriksaan yang telah disampaikan sebelumnya.


Menurut Unang Margana dari TAPB, hari ini kliennya saksi pelapor HM  diminta untuk memberikan klarifikasi tambahan atas laporan dugaan pelanggaran undang-undang Nomor 10 tahun 2016 pasal 71 ayat 3 pada Pilkada Kabupaten Cianjur tahun 2020.


“Sejak dari proses pemeriksaan, kami sudah menyerahkan bukti bukti dan saksi saksi untuk dikaji, apakah terpenuhi pelanggaran atas pasal 73 ayat 3 dengan adanya indikasi terkait dengan penyalahgunaan kewenangan,” ungkap Unang Margana menjelaskan.(jack) 

No comments:

Post a comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update