-->

Notification

×

Kaleidoskop Dari Tahun Yang Begitu Pilu

Sunday, 17 January 2021 | 08:10 WIB Last Updated 2021-01-17T01:10:16Z

Foto: Nia Rohania erupakan eorang guru sekaligus advokat



Harapan Tidak Boleh Pudar
Ditulis Oleh: Nia Rohania

Berbicara tahun 2020, kejadian apa yang paling terkenang dan tak terlupakan di benakmu yang terjadi di Indonesia ?

Ya! Tahun 2020 ini adalah tahun yang maha berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun yang paling crusial, tahun yang paling mendebarkan, tahun penuh marabahaya, tahun yang the most different year from the previous year. Bahkan tahun 2020 belakangan ini dikenal dengan tahun terburuk sepanjang masa.

Tahun ini adalah tahun duka, tahun yang banyak menguras tenaga, rasa, emosi dan airmata. Semua suka berubah jadi netapa, bahagia pun tergantikan luka, merana dan derita menjadi bagian dari cerita. Semua menjadi satu catatan sejarah yang tak akan sirna.

2020 adalah tahun malapetaka yang penuh kesuraman dan sesi Zoom tanpa akhir, dan bahkan beberapa orang menyebut tahun yang dilanda pandemi ini sebagai "yang terburuk". Di Indonesia tahun 2020 dipenuhi dengan berbagai kejadian yang menyedihkan dan banyak memakan korban, mulai dari bencana banjir yang banyak memakan korban, demonstrasi yang menimbulkan bentrokan antara massa dengan aparat, meletusnya gunung merapi, hadirnya pandemic corona, dan kematian tokoh.

1. BANJIR JAKARTA

Tahun 2020 diawali dengan terjadinya banjir di Jakarta, tepatnya 1 Januari 2020. Dilansir dari Kompas.com, 1 Januari 2020, Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) mencatat adanya 43 korban meninggal dunia akibat banjir Jabodetabek. Selain dari kerugian harta benda, ribuan orang pun harus mengungsi. Merespons banjir besar ini, publik menyoroti kinerja Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di bawah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. dinilai lamban mengantisipasi ancaman banjir ini. Sejumlah pernyataan Anies juga menarik perhatian. Seperti diberitakan Kompas.com, Kamis (2/1/2020), Anies berpendapat bahwa banjir kali ini terjadi bukan perkara sudah dilakukan normalisasi atau belum. Normalisasi yang dimaksud adalah normalisasi sungai, yang pelaksanaannya merujuk pada Perda tahun 1999 tentang Rencana Tata Ruang.

2. ERUPSI GUNUNG KRAKATAU

Pada April 2020, warganet sempat digegerkan oleh suara dentuman aneh bersamaan dengan erupsinya Gunung Krakatau. Gunung Anak Krakatau yang berada di Lampung mengalami erupsi pada Jumat (10/4/2020) malam sekitar pukul 21.58 WIB. Hal itu dilaporkan oleh KESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau yang dikutip oleh Twitter BNPB, @BNPB_Indonesia. .Saat dikonfirmasi, Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Agus Wibowo membenarkan mengenai adanya erupsi Gunung Anak Krakatau tersebut. .

3. AKSI DEMONSTRASI PENOLAKAN OMNIBUS LAW

Pengesahan omnibus law UU Cipta Kerja oleh DPR pada tanggal 5 Oktober 2020, menimbulkan penolakan dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, buruh, tokoh-tokoh masyarakat, ulama, dan masyarakat luas. Mereka menganggap bahwa omnibus law ini lebih mementingkan kepentingan investor asing dan penguasa daripada kepentingan buruh. Akibatnya sejumlah aksi demonstrasi digelar secara serentak di berbagai daerah hingga tanggal 8 Oktober 2020, mulai dari Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Banten, Makasar, Malang, Bekasi. Aksi ini berakhir dengan ricuh. Ada yang membakar ban, merusak mobil polisi, hingga merobohkan gerbang kantor pemerintahan, tak pelak lagi bentrokan massa dengan aparatpun terjadi, akibanya banyak massa demonstran yang luka-luka.

4. PANDEMI CORONA

Virus corona atau covid 19 yang pertamakali muncul di Wuhan China akhir Desember 2019, baru terasa menyebar di Indonesia pada bulan Maret 2020, ditandai dengan pengumuman dari Presiden Jokowi, yang menyatakan adanya seorang perempuan 31 tahun yang teridentifikasi covid 19 dan ibunya yang berusia 64 tahun, mereka terinfeksi virus corona dari warga jepang yang melakukan perjalanan ke Indonesia. Berdasarkan data dari Kawal Covid 19.co.id, hingga saat ini jumlah kasus Covid-19 di Indonesia mencapai 818386 (terkonfirmasi), 120928 (dalam perawatan) 673511 (sembuh), 23947 (meninggal).
Virus Corona ini menjadi salah satu factor terkuat yang membuat tahun 2020 disebut sebagai tahun yang menyedihkan. COVID-19 mengacaukan banyak hal di tahun 2020. Kita kehilangan banyak teman, keluarga, dan tenaga kesehatan karena pandemi, kondisi ekonomi tidak menentu, mobilitas terbatas, banyak yang kehilangan pekerjaan karena banyak perusahaan yang bangkrut, banyak rencana dan janji yang terpaksa harus dibatalkan maupun diubah menjadi virtual. Banyak kekecewaan, kesedihan, dan kerugian yang kita alami.
Covid 19 ini telah merubah tatanan kehidupan manusia di seluruh dunia. Baik di bidang social, pendidikan, budaya juga politik. Kehidupan menjadi tidak normal, kita yang biasa berdekatan, bersalaman, berpelukan dengan teman, berkumpul ria, kini total berubah, semua harus menjaga jarak, tidak boleh salaman bersentuhan apalagi berpelukan, tidak boleh kumpul-kumpul, selalu menggunakan masker, mencuci tangan, jadi kebiasaan baru yang harus dilakukan, hal ini untuk memutus rantai penyebaran virus corona, karyawan semua harus bekerja dari rumah, anak-anak sekolah pun wajib belajar dari rumah secara online dengan menggunakan laptop, computer atau handphone. Proses perubahan ini tentu saja tidak dapat berhasil sekaligus, bahkan sebaliknya menimbulkan bebagai macam masalah baru, mulai dari pemenuhan kebutuhan handphone dan quota untuk murid-murid yang tidak semua orang tuanya mampu membeli handphone, orang tua yang harus mendampingi anak dalam mengerjakan tugas/belajar, membuat para orang tua dan anak jadi stress, hal ini yang menjadi penyebab seoran siswi dikabarkan bunuh diri karena stress menghadapi system belajar online.

5. KEMATIAN TOKOH

Indonesia berduka, Sang ibunda Presiden Jokowi, Sudjiatmi Notomihardjo meninggal dunia pada Rabu (25/3/2020). Ia menghembuskan napas terakhirnya pada pukul 16.45 WIB di Solo, Jawa Tengah. Dan beberapa musisi papan atas seperti Didi Kempot,dan  Glen Fredly juga artis multitalenta Ria Irawan beserta ibu kandungnya Ade Irawan

6. PENAHANAN  HABIB RIZIEQ SHIHAB  dan  PENEMBAKAN 6 LASKAR FPI

Tahun 2020 ditutup dengan duka yang sangat mendalam, terutama kaum moslem di seluruh Indonesia, Penahanan Habib Rizieq serta penembakan 6 laskar FPI oleh oknum aparat kepolisian yang berakibat gugurnya ke 6 laskar FPI tsb.  Penembakan ke 6 laskar FPI ini menjadi catatan suram sejarah Indonesia, pelanggran HAM International terberat dan tertinggi.

Tahun 2020 bukanlah tahun yang mudah, meski berat untuk diingat,  tahun ini gak sekadar rangkaian peristiwa. Namun juga sebuah perjuangan beradaptasi, memahami emosi sampai berserah diri. kehilangan, dan hidup semua orang pun berubah. Kita belajar menerima perubahan dalam banyak hal mulai dari kesehatan, pekerjaan, hingga hubungan asmara. Tapi kita tetap harus optimis dan berpikir positif menyongsong di masa yang akan datang. Allah menurunkan ujian dengan segala kebaikan dan keburukannya. Corona mengajarkan kepada kita untuk lebih mawas diri, lebih mendekatkan diri pada Tuhan, selalu menjaga kesehatan dan membiasakan untuk taat beribadah dan hidup bersih, mencintai keluarga, karena mereka adalah orang terpenting dalam kehidupan kita. Dengan adanya corona, kita lebih banyak waktu bersama keluarga . dan kita sadar bahwa, Kekuasaan Tuhan di atas segalanya, kita hanyalah sebutir debu yang tidak berguna disaat kematian menjemput, debu yang akan hancur jadi abu. Ternyata…kita bukan apa-apa. 
Semoga di tahun 2021 ini, semua bencana sirna, corona merana, dan harapan pun kembali ada bersama mimpi yang akan segera terwujud nyata. 

Malam ini, aku tak mendengar dentuman mercon yang membelah bumi. Juga tak terdengar sautan terompet yang memecah langit malam
Aku pun tak melihat cahaya yang membentuk bunga warna warni di udara. Tak ada percikan pijar dari kembang api yang menembus cakrawala

Semua terlihat sendu
Bumi, langit, dan alam mayapada, terdiam sunyi...

Malam satu Januari 2021
Menutup catatan merah 2020
Catatan yang penuh darah.

No comments:

Post a comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update