-->

Notification

×

Keluhkan Tagihan Pelanggan 68, PLN Diduga Kirim Buzzer Untuk Bungkam Pelanggan

Sunday, 17 January 2021 | 17:10 WIB Last Updated 2021-01-17T10:10:40Z


Tasikmalaya, journalnews.co.id - PLN menanggapi keluhan akun Si Hanih @Melanieppuchino melalui cnbcIndonesia.com (15/01).




PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya pun mengunggah hak jawab. Berikut isi hak jawab PLN tersebut:

"Halo Ibu

Kami memohon maaf atas ketidanyamanan pelayanan PLN, PLN UP3 Kebon Jeruk telah hadir langsung menemui Bapak & Ibu menindaklanjuti keluhan tersebut pada Jumat, 15 Januari 2021. Izinkan kami memberikan penjelasan sebagai berikut:


1. Petugas PLN datang ke rumah Bapak Sabarudin Widjaja tanggal 14 Januari 2021 untuk melakukan P2TL (Penerbitan Pemakaian Tenaga Listrik) dan disaksikan oleh pemilik rumah. Ditemukan kejanggalan pada kWh meter yaitu pada angka meter dan segel. PLN membawa kWh meter tersebut untuk dilakukan pengujian. Bersamaan dengan itu kWh meter di rumah pelanggan digantib dengan yang baru. P2TL sendiri merupakan rangkaian kegiatan mulai dari perencanaan sampai penindakan terhadap instalasi pemakai tenaga listrikdari PLN (Info lebih lanjut ttg P2TL: https://web.pln.co.id/pelanggan/informasi-p2tl.

2. Pada Jumat, 15 Januari 2021, PLN melakukan pengujian terhadap kWh meter tersebut di Laboratorium Tera PLN dengan disaksikan oleh Bapak dan Ibu Sabarudin dan pihak kepolisian.

3. Dari hasil pengujian, ditemukan kawat jumper pada kWh meter yang mempengaruhi penghitungan pemakaian tenaga listrik. Pelanggaran tersebut masuk ke golongan pelanggaran P2 yaitu mempengaruhi pengukuran energi dan dikenakan tagihan susulan (TS) sebesar Rp 68.051.521. Dasar penetapan TS berdasarkan Keputusan Direksi PLN tentang P2TL yang disahkan oleh Keputusan Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM No.304K/20/DJL.3/2016.

4. Bapak Sabarudin menerima penjelasan dari PLN dan bersedia membayar tagihan susulan tersebut dengan uang muka sebesar 30%, sisanya dibayar secara angsuran.

5. PLN menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mengutak-atik kWh meter sendiri yang dapat mempengaruhi pemakaian energi listrik. Serta sebelum melakukan jual beli/ sewa menyewa rumah agar melakukan cek kelistrikan (rekening, kWh) ke PLN agar tidak timbul permasalahan di kemudian hari.

Demikian penjelasan ini kami sampaikan untuk keseimbangan informasi. Atas perhatiannya diucapkan terima kasih.

Salam, PLN UP3 Kebon Jeruk."


Link berita tersebut dimuat cnbindonesia.com, di share oleh akun twitter @Ndoro68295960.
Akun tersebut diduga akun fake/palsu atau buzzer karena dia mengikuti 3 akun dan diiktui oleh 2 akun lainnya. Selain itu, akun tersebut tidak memperlihatkan foto profil asli dan tidak berani mengeluarkan identitas pribadi apakah dia yang bekerja di PLN atau bukan.
Dalam komentar statusnya, Si Hanih @melanieppuchino membalas

"Anda kerja di PLN ? Kalau tidak, tidak usah banyak komentar. Kecuali bisa jelasin ke saya SOP P2TL yg dilanggar ama PLN sewaktu ngambil meteran saya !" Ungkap Si Hanih.

Malahan akun lainnya @jo57256234 menyebutkan "ini bukan perampokan, tapi pelanggan diperas dengan ancaman diputus tanpa listrik seumur hidup. Itu melanggar konstitusi" ungakap dia. (Andris Khas)

No comments:

Post a comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update