-->

Notification

×

Wisata Religi Di Kota Serang Banten Tidak Terkendala Saat Pandemi Covid-19

Saturday, 16 January 2021 | 13:22 WIB Last Updated 2021-01-16T06:42:27Z
Gambar: Pos pemeriksaan jalan masuk salahsatu tempat ziarah di Kota Serang Provinsi Banten dalam rangka pencegahan penularan virus corona. 


Makom Kramat Syeh Maulana Hasanudin Banten Tetap Ramai Pengungjung Dan Tetap Patuhi Protokol Kesehatan


BANTEN// JN-  Ratusan warga setiap hari medatangi tempat penziarahan Banten Desa Banten Lama Kecamatan Kasemen Kabupaten Serang Banten. Para pengunjung di wajib kan menggunakan masker demi menjaga kesehatan protokol covid 19.para penziarah yang datang ke makom syeh Hasanudin tiap hari nya ratusan bahkan ribuan umat, untuk berziarah ke situs perjuangan sekaligus makom pejuang bangsa ini di masa penjajahan kolonial Belanda.(16/01) 



"Para tamu tamu yang akan berziarah di wajibkan menggunakan masker, cuci tangan dan harus menjaga jarak, sosialdistancing. Karena wabah virus corona telah menyebar ke setiap wilayah di tanah air, seolah tidak mempengaruhi kunjungan wisatawan di kawasan wisata religi di Banten Lama Kecamatan Kasemen Kabupaten Serang Banten." ungkap Titin Handayani Salahsatu Petugas Satuan Polisi Pamong Praja Kota Serang yang bertugas di tempat masuknya para tamu yang akan berziarah ke makom. 


Gambar: Salahsatu peziarah yang membawa serta keluarganya untuk berziarah di Kota Serang Provinsi Banten. 

Bahkan ribuan wisata penziarah di kawasan religi Banten Lama jumalahnya semakin meningkat, walau di tengah kesibukan wabah virus corona yang melanda Indonesia, seakan semua ini tidak mempengaruhi bagi para pengunjung makom kramat Syeh Maulana Hasanudin Banten. Karena Kesultanan Banten adalah Kerajaan Islam yang pernah berdiri di Tatar Pasundan, Provinsi Banten Indonesia. berawal sekitar tahun 1526, ketika Kesultanan Cirebon dan Kesultanan Demak, untuk memperluas pengaruh nya ke kawasan pesisir barat pulau Jawa, dengan menaklukan beberapa kawasan pelabuhan. kemudian mendiri kan beberapa  kawasan pelabuhan kemudian menjadikanya pngkalan militer serta kawasan perdagangan sebagai antisipasi terealisasinya perjanjian antara Kerajaan Sunda dan Portugis pada tahun 1522 M. (Ralfli Hidayat)


No comments:

Post a comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update