-->

Notification

×

Dampak Buruk Relokasi Pasar Terhadap Pedagang Kecil di Kabupaten Cianjur

Tuesday, 9 February 2021 | 00:32 WIB Last Updated 2021-02-09T02:13:07Z
Foto: Ato pedagang mie ayam tengah melayani pelanggan

Cianjur, journalnews.co.id - Ato (37) pedagang mie ayam kelahiran Solo biasa mangkal di Kp. Pandan Jaya RT 01/01 Desa Sindang Asih, Kec. Karang Tengah, Cianjur tepatnya di depan perumahan Pandan Jaya dekat kantor Desa Sindang Asih. Ia biasa memulai jualan sekitar pukul 12:00 WIB sampai menjelang tengah malam.



Adapun mie ayam yang Ia jual harganya relatif murah dengan harga Rp 10.000,-/persi. Dengan kualitas terjamin mie ayam Ato juga dilengkapi dengan mie telor yang kenyal, baso, daging ayam, pangsit yang renyah juga sayur yang segar serta ditambah bumbu rahasia yang khas. Hal tersebut membuat mie ayam Ato memiliki rasa nikmat yang khas.

Ato melakoni usahanya dimulai tahun 2005. Awal mula berjualan Ia senantiasa mangkal di pasar Induk Cianjur yang kini pasar tersebut tinggallah cerita semata. Semenjak penataan ruang oleh bupati Irvan Rivano pedagang-pedagang dipasar induk dialihkan dan hal ini berdampak buruk terhadap para pedagang tak terkecuali Ato. Menurut penuturannya pada Senin malam (08/02) kebijakan tersebut tidak pro terhadap masyarakat akar rumput, mengingat efek domino dari pemindahan lokasi pasar sangatlah patal terhadap para pedagang, Ia yang biasa mendapat banyak pelanggan setiap harinya kini mesti menerima kenyataan lain, meski jualannya tak pernah benar-benar sepi dari pelanggan akan tetapi penghasilan berbanding jauh ketimbang waktu masih dipasar induk.

Foto: Ato tengah bercengkrama santai dengan pelanggan

"Dulu enak jualan disana (pasar induk), tapi semenjak IRM membuat kebijakan alih pasar dampak buruknya jauh lebih besar ketimbang manfaat untuk para dagang," ujarnya menjelaskan

"Keebijakan IRM itu tidak pro terhadap masyarakat kecil, kalo untuk masyarakat menengah ke atas mungkin ada, tapi kalo bagi para pedagang lain lagi cerita" imbuhnya.

Selain itu, Ato juga menjelaskan terkait nasib rekan-rekan dipasar dahulu, menurut keterangannya tak sedikit pedagang yang gulung tikar bahkan tak sedikit juga rumah tangga dari para pedagang berantakan akibat pendapatan ekonomi menurun drastis yang dialami para pedagang. Menurut keterangannya juga para sopir angkutan umum yang biasa menggantungkan nasib dijalan dan berpusat di pasar induk pun terkena imbasnya.

"Tak sedikit lho mas pedang rumah tangganya jadi berantakan akibat kehilangan lahan usaha, bahkan banyak juga supir angkot yang terkena dampaknya bahkan rumah tangganya pun ada yang berantakan. Soalnya setelah pasar induk dialihkan banyak pasar-pasar baru dibeberapa titik dan tidak terpusat, oleh karena itu angkot pun kehilangan para penumpang yang biasa berbelanja ke pasar induk" paparnya

Ato, Ayah dari dua anak ini berharap, untuk kedepannya pemda Cianjur dapat membuat kebijakan yang benar-benar pro terhadap masyarakat kecil. Ia pun berharap bupati yang baru terpilih bisa mengambil pelajaran dari kebijakan yang dinilai keliru sehingga Bupati terpilih bisa mengambil kebijakan yang lebih pro terhadap masyarakat kecil dan mempertimbangkan segala kebijakannya dari berbagai asfek. (AA/JMA)

No comments:

Post a comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update