-->

Notification

×

PT. MPM Ciseureuh Bermitra dengan Masyarakat Bantu Tingkatkan Kesejahteraan

Saturday, 27 February 2021 | 08:35 WIB Last Updated 2021-02-27T09:21:45Z


Gambar: Lokasi Perkebunan PT. MPM Ciseureuh Desa Batulawang yang digarap oleh warga. 


Cianjur, journalnews.co.id - Masyarakat Desa, Batulawang Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur merasa nyaman setelah bermitra dengan perkebunan PT. MPM Ciseureuh, pasalnya sekarang ini para penggarap tidak ada lagi pihak yang mengintervensi atau mengganggu, sehingga mereka sangat fokus untuk bercocok tanam.(26/02) 


Hal ini dibenarkan tokoh masyarakat Habib Usman selaku Pimpinan Pondok Pesantren dan Majelis Pengajian Nurtarim bahwa sekarang ini masyarakat merasa aman nyaman dan kondusif tidak ada lagi rongrongan karena warga masyarakat penggarap secara langsung sudah bermitra dengan pihak PT.


"Alhamdulillah sekarang ini masyarakat merasa aman, nyaman dan kondusif. Tidak ada lagi rongrongan dari pihak manapun, karena masyarakat yang menjadi petani penggarap secara langsung sudah bermitra dengan pihak PT." Ucapnya dengan nada penuh rasa syukur. 


Habib melanjutkan lagi kepada wartawan ketika ditemui pada Jum'at (26/2), jikalau dulu sebelumnya memang sempat memanas, bahkan para penggarap merasa tidak nyaman karena selalu ada pihak yang mengintervensi bahkan mengklaim, jika tanah garapan tersebut milik oknum salahsatu lembaga, namun faktanya sampai saat ini tanah garapan tesebut masih dalam penguasaan perkebunan PT.MPM. 


Selain itu juga, dikatakan Habib Usman pihaknya sangat berharap untuk di wilayah Desa Batulawng khususnya, agar tetap kondusif apalagi sekarang ini mau menjelang bulan Ramadhan (bulan Puasa) jadi warga perlu membutuhkan rasa aman dan yamanan dalam menjalankan ibadah puasa tidak, terganggu oleh apapun, tegasnya mengakhiri. 


Secara terpisah Ketua Wakamsi Habib Abdul Kharim Almutahar "Warga Kampung Sini " membenarkan kalau dilahan milik PT.MPM telah terjadi keributan dan pengusiran kepada penggarap oleh oknum yang tidak bertanggungjawab, namun setelah warga mengadakan kesepakatan dan bermitra dengan pihak perkembunan maka  para penggarap bisa bertani kembali tanpa harus memikiran uang sewa alias gratis.


Saat ini, hingga berita ini ditulis, warga sekitar perkebunan sudah mersa sangat berbahagia, bisa kembali bercocok tanam sayur mayur dan hasil bumi lainnya. Hal ini dilakukan untuk menyambung hidup mereka, karena sebagian besar wargadesa Batulawang adalah petani, seperti yang dituturkan oleh Habib Abdul Kharim Almuhtar. (Liko)

No comments:

Post a comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update