-->

Notification

×

ARM Aniaya Istri Sedang Hamil, Terancam Pidana 10 Tahun Penjara

Friday, 26 March 2021 | 20:21 WIB Last Updated 2021-03-26T13:46:00Z


ARM Aniaya Istri Sedang Hamil, Terancam Pidana 10 Tahun Penjara. 


Garut/ journalnews.co.id: Nasib malang menimpa seorang ibu muda inisial YS (23) tahun yang babak belur dianiaya suaminya ARM (22) tahun, diduga perbuatan biadab suaminya ini dilakukan di sekitar kawasan jalan Siliwagi Garut kota senin  malam 22 Maret 2021. Diawali dari percekcokan korban dan pelaku saat itu sehinga berakhir penganiayaan yang mengakibatkan korban harus dilarikan ke Rumah Sakit.


Dari hasil pemeriksaan visum korban mengalami luka memar dan lebam di bagian mata sebalah kanan hingga mengalami sobekan di bagian pelipis kanan, dari keterangan yang dihimpun tim Jurnal News dari salah seorang saksi yang juga paman korban Ali Nugraha menerangkan bahwa kejadian ini berawal dari kesalahpahaman antara pelaku dan korban yang tidak sempat dilerai orang-orang yang ada disekitar TKP (Tempat Kejadian Perkara) yang akhirnya mengakibatkan jatuhnya korban luka.




Tak berselang waktu lama kejadian ini diadukan kepada pihak Komnas Perlindungan Anak Kabupaten Garut untuk mendapatkan pendampingan korban terkait bayi yang ada didalam kandunganya, Pengurus Komnas Perlindungan Anak Kabupaten Garut yang dalam hal ini diwakili oleh Ervan M Tresna menerangkan perbuatan penganiayaan pelaku  pada korban yang sedang mengandung anak dari hasil pernikahanya ini sangat diluar nalar akal sehat sangat miris dan keji, yang seharusnya seorang suami dalam kondisi istrinya sedang mengandung harus lebih ekstra memperhatikan segalanya termasuk kasih sayang pada ibu terlebih pada bayi yang dikandungnya.


Ervan Menjelaskan kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) ini membutuhkan penanganan serius terlebih kasus yang dialami (YS) ini mengakibatkan jatuhnya korban 2 orang yaitu ibu korban secara langsung dan bayi yang ada dalam kandungan korban yang seharusnya butuh penanganan pasca kejadian ini. Ervan mengatakan Pelaku Tindak pidana KDRT dan kejahatan Terhadap anak dapat dijerat pasal berlapis pihaknya mendorong pihak Kepolisian untuk menerapkan Pasal 5a dan 5b Jo Pasal 44 ayat (1) dan ayat (2) UU Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dengan ancaman pidana 5 tahun hingga 10 tahun penjara.


Adapun terkait korban anak yang masih dalam kandungan ibunya, pelaku dapat pula dijerat dengan Undang Undang Perlindungan Anak sebagaimana isi Pasal 76 dan 80 Undang- Undang nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. Akan Tetapi pendampingan Korban ini akan kami serahkan kepada Pihak Kepolisian guna kepentingan proses hukum pelaku. Dan Kini Kasus ini sedang ditangani oleh Unit PPA Satreskrim Polres Garut. (Enggang Simpaty)

No comments:

Post a Comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update