-->

Notification

×

Catatan Kecil S. Miharja, Ph.D: Muktamar PBMA Ke-20 Saatnya Memilih Pemimpin Kriteria Hujjatul Islam

Sunday, 28 March 2021 | 06:43 WIB Last Updated 2021-03-27T23:52:59Z


Muktamar PBMA Ke-20: Saatnya Memilih Pemimpin Kriteria Hujjatul Islam


Sorot, journalnews.co.id: Mathla'ul Anwar (MA) kini sudah berusia 105 tahun ditandai dengan adanya agenda muktamar yang ke-20 dalam 1-3 April 2021 ini. Penyelenggaraan Muktamar yang menjadi tugas Pengurus Besar MA, dituntut memilih pemimpin dan program kerja untuk masa kepengurusan lima tahun kedepan.


Lalu bagaimana kriteria normatif pemimpin untuk ormas keagamaan di PBMA ini? Haruskah ia orang yang paling elok parasnya? Atau haruskah ia paling nyentrik penampilannya?

Atau haruskah ia orang yang kaya hartanya? 


Mengutif hadits dari Abu Hurairah dari Rasulullah *“Sesungguhnya Allah tidak melihat pada rupa dan harta kalian. Namun yang Allah lihat adalah hati dan amal kalian.”* (HR. Muslim no. 2564). Dari hadits itu kita bengtangkan aspek subtansial kepemimpinan berupa (1) hati dan (1) amal. 


Hati termasuk wilayah keyakinan, kerisauan, dan keikhlasan. Pemimpin diukur dari bagaimana yakinnya kepada Tuhannya. Lanjut bagaimana ia punya kerisauan dalam mengimani kebenaran. Rasulullah SAW risau pada umatnya, sampai-sampai menjelang ajalnya pun beliau sebut ummati, ummati dan keselamatan kaum wanita. Hati juga mewilayahi ikhlas lillahi ta'ala yang ditandai istiqomah.


Amal adalah perbuatan. Ia terlihat dari sepak terjang, bahkan tampak dari hasil pekerjaannya. Dalam bahasa ritual disebutkan "min atsaris sujud", ada tanda telah berbakti atas dasar dorongan agama. Tanda bukti ini dalam konteks ke-MA-an, ia ada dalam komunitas dakwah,  pesantren, madrasah, perguruan, dan kelembagaan sosial. 


Menegaskan akan untaian hikmah dari sudut Hujjatul Islam, Imam Alghazali (1058-1111 M),  konsep kemimpinan harus lebih menekankan pada aspek substantif daripada segi-segi formal-simbolik. Substansinya lebih pada apa yang ia kehendaki dan telah ia lakukan, bukan semata ia telah lama secara formal di suatu jabatan kepemimpinan itu.


Pemimpin tidak berada di atas singgasa. Karena singgana Ars hanya milik Allah SWT. Pemimpin harus datang dari warga masyarakat, berada di sekeliling mereka. Ibarat khalifah Umar bin Khatab siang dan malam selalu "jaulah" mendatangi warga. Bukan cari popularitas, ia berkhitmat untuk menawarkan solusi.


Dalam rumusan Alghazali, pemimpin dipersyaratkan mempunyai tiga aspek (1) kapasitas dan kababilitas intelektual, (2) istiqomah pengamalan agama, dan (3) keluhuran akhlak. 


Intelektualitas kekinian dalam jaman kemodernan, ia tidak saja lulusan formal dari suatu lembaga pendidikan. Ia juga perlu suatu  ramuan programmer & aplikasi yang praktis dapat diakses dan digunakan semua warganya. Trend model "Dilan",  digital melayani adalah tuntutan abad industri 4.0 atau society 5.0. Ia seakan bisa bisa berjalan di bawah naungan awan sejuk, yang melindungi warga dari panas terik perjalanan duniawi menuju ukhrawi.


Amalah agama yang dituntut pertama adalah shalat. Ia senantiasa berjamaah bersama lingkungannya. Dalam jamaah ini ia agungkan Allah SWT, setelah ruku dan sujud, ia tebarkan keselamatan di kiri dan kanan warganya. Ia wujudkan keselamatan itu melalui majlis ilmu, khidmat sosial, dan dakwah wa tabligh.


Akhlak adalah spontanitas dalam ucap, gerak, laku sehari-hari. Pemimpin terseleksi dari wabah syirik, ghibah & gegabah. Akhlak yang mahmudah ia usahakan, ia biasakan sehingga menjadi dirinya sendiri. Ia mempunyai karakter dan jati diri. 


Keutamaan ketika dipilih menjadi pemimpin adalah menjadi penunjuk pada iktiar kebaikan dan menjadi lebih bijak dalam kesabaran. Sebagaimana firman Allah SWT, "Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami” (As-Sajdah: 24).


Selamat memilih pemimpin, menyediakan diri menjadi pemimpin, beramanah dalam kebaikan kepemimpinan, memimpin dan dipimpin. (Catatan Kecil S. Mihardja, Ph.D/ Heri S)

No comments:

Post a comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update