-->

Notification

×

DESAK HUKUMAN KEBIRI BAGI PELAKU PENCABULAN ANAK

Wednesday, 24 March 2021 | 15:58 WIB Last Updated 2021-03-24T08:58:42Z

 



DESAK HUKUMAN KEBIRI BAGI PELAKU PENCABULAN ANAK

DISUARAKAN PARA AKTIVIS PEREMPUAN DI DEPAN PENGADILAN NEGERI KUNINGAN

 

Kuningan/ journalnews.co.id: Tiga pekan menunggu hasil putusan praperadilan penetapan tersangka pencabulan anak dibawah umur di Pengadilan Negeri Kabupaten Kuningan akhirnya (AZ) 56 tahun warga Gang Ciasem Jalan Siliwangi kota kuningan ini kini resmi di tetapkan sebagai tersangka, untuk memepertanggungjawabkan perbuatan bejadnya (AZ) sudah di amankan oleh pihak Kepolisian Polres Kuningan guna kepentingan proses penyidikan selanjutnya.


Disela-sela berlangsungnya persidangan Praperadilan ini 23 Maret 2021, Jurnal News mendapati puluhan ibu-ibu dengan bersuara riuh dengan pamplet dan spanduk yang dibawanya, mereka terdiri dari berbagai pegiat perempuan dan anak memadati halaman Pengadilan Negeri Kuningan sedang menunggu hasil putusan praperadilan penetapan tersangka pelaku bejad pencabulan korban anak kakak beradik (DA) 6,5 tahun  dan adiknya (SA) 3 tahun.


Saat putusan praperadilan ini dibacakan dan keputusan dimenangkan termohon dalam hal ini pihak Unit PPA Satreskrim Polres Kuningan, seketika masa aksi di halaman Pengadilan Negeri kuningan bertambah riuh dan menyambut dengan sorak sorai gembira menyambut putusan tersebut mereka tersenyum sumbringah dengan panuh harapan bahwa proses hukum terhadap tersangka pelaku kejahatan pada anak akan segera dilanjutkan oleh pihak Kepolisian hingga persidangan nanti ujranya.


Dari pagi hingga siang hari beberapa peserta aksi masa yang hadir di depan Pengadilan Negeri kuningan ini berlangsung tertib dengan tetap memberlakukan Protokol kesehatan, masa aksi yang hadir diantaranya dari organisasi pegiat perempuan dan anak Relawan Rampak Polah, Kaukus Perempuan Indonesia (KPPI), Perempuan Indonesia Raya (PIRA), Relawan Merah putih warga Ciasem dan Relawan Sanca wani. Koordinator Aksi yang diketuai Oleh Enang Junari dan  Tokoh Pegiat kemanusiaan, Perempuan dan anak sekaligus sebagai Anggota DPRD kabupaten Kuningan Sri Laelasari.


Masa aksi menyuarakan dengan lantang dan tegas bahwa Kabupaten Kuningan Menolak dan harus terbebas dari para Predator Anak, pelaku Pedofil. Kabupaten Kuningan yang bersih dari berbagai bentuk kejahatan/eksploitasi Anak dan perempuan,  Hukum pelaku pedofil,pelaku pencabulan anak dengan hukuman yang seberat-beratnya hingga tambahan hukuman kebiri berdasarkan peraturan Perundang-undangan yang berlaku. Kejahatan pada anak ini adalah kejahatan luar biasa ( Extraordinary Crime ), maka proses dan penegakan hukumnyapun harus luar bias at Extra pula, imbuh Sri Laelasari memberikan Keteranganya kepada Jurnal News.


Sri Laelasari Menambahkan Kami berjanji akan mengawal kasus ini hingga hingga tuntas sehingga Vonis bagi pelaku pencabulan anak ini nanti sangat ditunggu masyarakat Kuningan dan akan menjadi evaluasi kami di dalam melaksanakan kegiatan perlindungan terhadap Anak-anak  dan Perempuan yang ada di Kabupaten Kuningan dengan nada penuh Keprihatinan, jika bicara keadilan 15 tahun hukuman penjara bagi pelaku kejahatan Anak ini belum setimpal dengan perbuatan yang dilakukan karena ini menimbulkan efek berat bagi kedua korbanya, yaitu menanggung trauma psikis yang sangat berat di masa yang akan datag bagi para korban ini, maka kamipun berkomitmen akan menuntaskan pula pendampingan trauma dan kerjasama dengan pihak terkait guna pemulihan kedua korban Anak tersebut.


Jika melihat perbuatan pelaku ini sudah sepantasnya dihukum dengan hukuman yang maksimal yaitu 15 (lima belas ) tahun penjara ditambah 1/3 (sepertiga) dari ancaman pidana, sesuai perbuatanya yang telah melanggar Pasal 82 ayat (4)  UU Nomor 17 tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 1 tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nmor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. Selain dikenai Pidana sebagaimana dimaksud pada Pasal 82 ayat 1 hingga ayat 4, pelaku dapat dikenai pidana tambahan berupa pengumuman identitas pelaku dan juga hukuman suntik kimia (Kebiri) sebagaimana dimaksud pada konsideran Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 70 Tahun 2020, untuk memberikan efek jera.


Disela-sela kesibukanya Kasatreskrim Polres kuningan AKP Danu Raditya Atmaja S.E.,S.I.K,M.H, melalui sambungan seluler memberikan penjelasan kepada Jurnal News terkait ancaman pidana yang akan dijeratkan pada pelaku predator anak ini apakah ada kemungkinan tersangka pelaku pencabulan anak ini dijerat hukuman tambahan berupa pengumuman identitas pelaku dan juga hukuman tambahan berupa suntik Kimia (kebiri) sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 70 Tahun 2020, beliau menjawab Pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak jaksa yang akan menangani perkara ini demikian tegasnya. (Enggang Simpaty)

No comments:

Post a comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update