-->

Notification

×

Di Tengah Ekonomi Yang Lesu PDAM Tirta Mukti Malah Menaikan Tarif Air

Friday, 5 March 2021 | 14:12 WIB Last Updated 2021-03-05T07:14:37Z
Gambar: Kantor PDAM Tirta Mukti Cianjur

Cianjur, journalnews.co.id - Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mukti Kabupaten Cianjur telah menaikan tarif air dalam situasi dan kondisi ekonomi masyarakat yang tengah lesu akibat dampak dari wabah Covid-19 saat ini.

Berawal dari keluhan salah satu pelanggan warga Desa Sawah Gede yang identitasnya enggan dipublikasi, merasakan bahwa kebijakan kenaikan tarif tersebut di rasakan cukup memberatkan.

"Kenaikan tarif pembayaran air PDAM dinilai cukup Signifikan dan memberatkan, apalagi saat dalam kondisi sulit" ujar istri seorang pensiunanan ini.

Saat di telusuri (Red) beberapa waktu lalu Ke Kepala Bagian Hukum Setda Kabupaten Cianjur, Ia membenarkan adanya hal tersebut berdasarkan Surat keputusan Bupati Cianjur.

Ketika di konfirmasi ke Instansi terkait, diterima oleh Bagian Hublang Hj Neti menjelaskan terkait tahapan kenaikan tarif,
Gambar: Hj Neti, Bagian Hublang PDAM Tirta Mukti

"Bahwa kenaikan tarif dalam 3 (tiga) tahap, yaitu tahap 1 Th 2019  Rp. 800,-/m3 berikut sosialisasinya dan Th 2021 ini Tahap 2 Rp. 800,-/m3, telah di berlakukan januari  Tahun 2021, sementara Tahun 2020 kami tidak melakukan kenaikan" Ujarnya.

Hal tersebut berdasarkan Surat keputusan Direktur PDAM Kab Cianjur Nomor : 900/ Kep.6/PERUMDAM/2021 Tentang penetapan tarip air minum, Yang Merujuk pada Surat Keputusan Bupati Cianjur Nomor : 539/Kep .101 - Perek/ 2019.yang berlaku dan di tetapkan tgl 4 April 2019.

Bahwa dalam diktum ke dua huruf a.pelaksanaan kenaikan tarif air minum di laksanakan secara bertahap dalam 3 (tiga ) tahun. Dan dalam hutuf b, menetapkan  membentuk tim reaksi cepat yang melayani keluhan dan gangguan air.

Sementara itu, Usep sulaeman selaku Aktivis Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara Republik Indonesia Republik indonesia (LPPN RI Wil II Bogor, Cianjur dan Sukabumi) ketika dimintai statement terkait hal tersebut, Ia pun meresa heran,

"Kok PDAM yang notabene perusahaan daerah sepertinya tidak punya empati dan tidak peka sosial sama sekali. Sepertinya apatis terhadap kondisi masyarakat yang saat ini  terdampak ekonomi akut akibat Covid-19. Kasihan masyarakat" ungkapnya dengan nada berang.

"Insya Alloh Saya akan kirim surat ke Bupati" ujarnya seraya menutup pembicaraannya. (All 65)

No comments:

Post a comment

Halaman Facebook

×
Berita Terbaru Update